Kepala BPS Sulawesi Barat Suntono (kanan). (Foto: Net.)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Barat menggelar Facus Group Discussion (FGD) terkait Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) Sulawesi Barat tahun 2017, dilaksanakan di d’Maleo Hotel and Convention Mamuju, Senin, 25 Juni 2018.

Diwawancarai di ruang kerjanya usai acara FGD, Kepala BPS Sulawesi Barat Suntono mengatakaan, kegiatan ini merupakan agenda tahunan untuk menentukan berapa persen tingkat IDI di Sulawesi Barat tahun 2017.

“FGD ini merupakan agenda tahunan kami, untuk melihat berapa Indeks Demokrasi  Indonesia khususnya di Provinsi Sulawesi Barat tahun 2017,” ucap Suntono.

Suntono juga mengatakan, IDI Sulawesi Barat tahun 2017 sekitar 72 persen, mengalami peningkatan dibandingkan tahun 2016 yang hanya 68 persen.

“IDI Sulawesi Barat tahun 2017 mengalami peningkatan poin dari capaian di tahun 2016,” ujar Suntono.

Menurutnya, untuk meningkatkan IDI Sulawesi Barat tahun berikutnya, ada beberapa hal yang harus didorong, pertama, peningkatan peran Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terkait hak inisiatif DPRD, utamanya pembuatan perda yang dilaksanakan langsung oleh DPRD yang saat ini masih sangat rendah.

Kedua, kaderisasari partai poitik juga masih rendah. Bahwa ada bantuan dari kesbangpol yang diperuntukan untuk pembinaan partai politik, utamanya kaderisasi partai-partai.

Ia bilang, loporan yang masuk dari kesbangpol tidak semua partai yang dapat bantuan dana tersebut diperuntukkan peningkatan partai politik.

“Ke depan, peran DPRD sangat dibutuhkan untuk peningkatan IDI di Sulawesi Barat, terutama dalam bidang kaderisasi dan inisiatif dalam pembuatan perda,” sebut Suntono.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR