Kepala BPOM Mamuju, Netty Nurmuliawati, saat diwawancara sejumlah awak media di Mamuju, Kamis 16 November 2017.(Foto: Risman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Mamuju Sulawesi Barat, menggelar seminar Gerakan Masyarakat Sadar Pangan Aman (Germas Sapa) di d’Maleo Hotel dan Convention Centre Mamuju, Kamis, 16 November 2017.

Kepala BPOM Mamuju Netty Nurmuliawati mengugkapkan, kegiatan Germas Sapa bertujuan menjadi wadah Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE) terhadap obat dan makanan, agar masyarakat dapat terhindar dari makanan dan obat-obatan yang dapat merusak kesehatan.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Wakil Gubernur Sulbar Hj. Enny Angraeny Anwar, dengan menghadirkan peserta sebanyak 500 orang dari berbagi unsur masyarakat yang ada di Sulbar.

“Kegiatan itu dilaksanakan semua BPOM diseluruh indonesia mulai dari tanggal 16-24 November 2017, yang bertujuan memberikan pemahaman terhadap masyarakat agar terhindar dari makanan yang membahayakan kesehatan,” ungkap Kepala BPOM Mamuju, Netty Nurmuliawati.

Lanjut ia mengatakan, kegiatan tersebut juga sebagai respon terhadap adanya temuan sebelumnya terhadap sejumlah makanan yang mengandung formalin, sehingga kegiatan itu diharapkan dapat memberika informasi dan edukasi terhadap masyarakat, termasuk para komunitas-komunitas pasar, agar dapat mengetahui bahaya dan dampak yang ditimbulkan dari makanan yang mengadung formalin.

Selain itu, pihak BPOM Mamuju, akan tetap menggandeng Dinas Perikana dan Kelautan melakukan pengawasan ke pasar-pasar, termasuk menindaklanjuti temuan sebelumnya, dimana sebelumnya BOPM Mamuju menemukan sejumlah bahan makanan yang positif mangandug formalin dijual bebas di pasaran.

“Selama ini kami bekerjasama dengan Dinas Perikan dan Kelautan melakukan interfrensi dan sosialisasi. Dari dua puluh sampel yang kami ambil ada enam bahan makanan yang ditemukan positif mengadung bahan berformalin,” Katanya.

Namun Netty menuturkan, setelah melakukan sosilisasi ke pasar-pasar secara intens dan juga mengambil seratus sampel makanan, ada tujuh jenis bahan makanan yang ditemukan positif berformalin.

Berbeda pada sebelumnya dimana hanya dua puluh jenis makan yang dijadikan sample terdapat enam bahan makanan yang mengadung formalin.

Dari sejumlah bahan makanan yang ditemukan mengadung formalin kebanyakan dari ikan laut, namun untuk bahan makanan jenis daging pihak BPOM Mamuju belum melakukan pemeriksaan.

RISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR