Salah satu mobil truk pengangkut tabung LPG 3 kg yang masuk ke Mamasa, beberapa waktu lalu. (Foto: Frendy Christian)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Kelangkaan tabung gas LPG 3 kilogram (kg) dikeluhkan sejumlah warga di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar). Kelangkaan terjadi sejak 2 minggu terakhir atau sejak awal tahun baru yang lalu.

Ririn (25), warga Kecamatan Tawalian, Kabupaten Mamasa, mengaku sangat resah atas kelangkaan tabung LPG 3 kg tersebut, karena selain langka harganya pun melonjak naik.

“Kalau ada, harganya pun naik, yang biasanya Rp 21.000 tiap tabung, namun beberapa minggu terakhir ini harga tabung LPG 3 kg sudah mencapai Rp 25.000 tiap tabung, itu pun jika ada,” ungkapnya mengeluh, Mamasa, Selasa, 23 Desember 2018.

Sementara menurut Paulus, pemilik pangkalan LPG 3 kg non-subsidi yang berada di Jalan Emmy Saelan, kota Mamasa menjelaskan, kelangkaan LPG terjadi sejak bulan Desember 2017 lalu. Selain langka, pasokan pun tersendat-sendat, kadang datang kadang pula tidak.

“Soal penyebab langkanya tabung LPG ini saya kurang tahu, karena saya juga hanya menampung dan menyalurkan pasokan yang didatangkan dari pihak Pertamina,” jelasnya.

Senada dengan Sudirman, sopir pemasok LPG 3 kg yang mengaku dari Pertamina Parepare, Sulsel, mengatakan, tidak tahu penyebab langkanya gas LPG 3 kg tersebut.

“Kalau soal pengalihan ke LPG 5 kg, saya juga belum tahu karena belum ada penyampaian dari atasan yang pasti memang sangat langka,” ujarnya.

Meski disebutkan langka, tapi Sudirman mengaku tiap hari memasok tabung LPG 3 kg ke Mamasa yang tersebar di beberapa kecamatan, yakni Kecamatan Sumarorong, Kecamatan Nosu, Kecamatan Messawa, Kecamatan Mamasa, dan Kecamatan Mambi.

Meski harganya yang dibilang mahal, warga tetap saja membeli tabung LPG 3 kg itu, lantaran sudah menjadi kebutuhan sehari-hari bagi sebagian besar warga di Mamasa.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR