Ali Baal Masdar (ABM) selfie di saat sela pada deklarasi pasangan ABM-Enny, Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju, September 2016. (Foto: Zulkifli)

Maksud judul di atas adalah kemenangan ABM-Enny di Pilgub Sulbar 2017 tak lebih setipis silet. Itu maksud ungkapan Hajrul Malik, salah satu ketua tim sukses SDK-Kalma—runner-up di kompetisi lalu.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Sore ini, 16 April. Masih jam 3.00 wita—atau bisa jadi belum tepat betul. Di Warkop 89 itu, pengunjung barulah tak lebih setengah lusin. Kru laman ini sudah tiba sejak sejam lebih sebelumnya.

Di tengah keasyikan kerja tulisan untuk transtipo.com, seorang politisi muda Mamuju—diketahui dari PKS—masuk di warkop itu. Sejurus dengan langkahnya di dalam warkop, ia menyapa seorang pemuda, yang kru laman ini kerap menyapanya Udin.

Jabat tangan antara Hajrul Malik dan Udin belumlah terjadi ketika sebuah kalimat ‘menarik’ meluncur dari mulut Hajrul: “Setipis siletji.” Udin, yang ‘mungkin’ dukung ABM-Enny sudah pasti berlawanan dengan Hajrul yang berada jelas di kubu SDK-Kalma.

Kalimat singkat dari Hajrul itu tentu membalas sinyal ‘gerak-gerik’ pemuda Udin di tempat duduknya—itu bisa dibaca sebagai simbolisme gerakan paslon ABM-Enny. Atau, bagi yang melihatnya secara kasat mata, adalah pertanda ‘dua kubu’ bertemu namun tampak terjalin akrab dan santun.

Lanjut. Disebut ‘mungkin’ sebab pemuda Udin berprofesi sebagai ASN di Sulbar ini. Lalu apa makna yang bisa dielaborasi dari frasa, setipis siletji? itu? Tentu yang dimaksud Hajrul adalah kemenangan ABM-Enny atas rival utamanya: SDK-Kalma. Dari hasil rekapitulasi perhitungan suara KPU Sulbar tempo hari, ABM-Enny unggul perolehan suara dari SDK-Kalma sebanyak 4.715.

Angka inilah—yang tak sampai satu persen dari selisih perolehan suara sang runner-up—yang “mengantar ABM-Enny jadi Gubernur-Wakil Gubernur Sulbar yang baru” nanti.

Menanti gubernur dan wakil gubernur baru di provinsi malaqbiq ini, dua tahap lagi mesti berlangsung, yakni pengumuman pemenang Pilgub secara resmi oleh KPU Sulbar, dan pelantikan sang pemenang itu.

Hal ini tentunya, jika proses di Mahkamah Konstitusi (MK) cepat usai dengan tetap tak mengubah posisi: ABM-Enny sebagai pemenang. Dan, jika laman ini berasumsi, sepertinya tak ada yang berubah signifikan.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR