Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar didampingi Kepala Balitbang Sulbar Jamil Barambangi, Kepala BPSDM Sulbar Farud Wajidi saat mengadakan pertemuan dengan para pimpinan perguruan tinggi se-Sulbar di ruang pertemuan Lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Sabtu, 25 November 2017. (Foto: Ihwan/Humas Pemprov Sulbar)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Dalam mendorong peningkatan kualitas sumberdaya manusia (SDM) di Provinsi Sulbar, salah satunya adalah dengan memiliki mahasiswa-mahasiwi yang berkualitas, baik dan tidak hanya bermodalkan sebuah ijazah.

Hal itu dikemukakan oleh Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) saat mengumpulkan para pimpinan perguruan tinggi se-Sulbar, Sabtu, 25 November 2017, di ruang pertemuan lantai 2 Kantor Gubenur Sulbar.

ABM mengemukakan, untuk meningkatkan kualitas SDM, kedepan bukan hanya mahasiswa yang harus berkualitas, tapi juga para aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemprov Sulbar.

“ASN maupun pegawai tidak tetap (PTT) Pemprov Sulbar ke depan akan dilakukan tes, dan akan ditempatkan sesuai disiplin ilmu masing-masing,” sebut ABM.

Masih kata mantan Bupati Polman ini, untuk mahasiswa yang sedang melanjutkan pendidikan, Pemprov Sulbar juga menyiapkan beasiswa pendidika dalam negeri, masing-masing untuk jenjang pendidikan S1, S2, dan S3. Beasiswa ini akan diberikan kepada mahasiswa yang memenuhi persyaratan.

ABM melanjutkan, melalui pertemuan tersebut, para rektor se-Sulbar sepakat mengusulkan forum rector sebagai upaya untuk memudahkan komunikasi kepada pemerintah.

Sesuai pertemuan, Rektor Unsulbar bersama Ketua STAIN Majene akan membentuk sruktur kepengurusan, dan diharapkan Januari mendatang sudah bisa terbentuk dan diharapkan mendukung pemerintah dalam mendukung program peningkatan kualitas SDM di Sulbar.

Kepala Balitbangda Pemprov Sulbar Jamil Barambangi mengutarakan, dalam mendorong peningkatan kualitas SDM, khususnya bagi mahasiswa, Pemprov Sulbar telah membuka peluang kerjasama dengan rektor universitas dan perguruan tinggi se-Sulbar.

Dengan pertemuan tersebut sambung Jamil, dapat menampung semua aspirasi Universitas dan perguruan tinggi yang ada. Pemerintah juga telah melakukan penyaringan anggaran, tentunya disesuaikan dengan kemampuan APBD Sulbar, dana tersebut hanya diperuntukkan bagi universitas yang dianggap layak.

“Lembaga apapun yang kita kelola harus mengutamakan kualitasnya, jangan hanya modal ijazah. Beasiswa yang disiapkan diharapkan diberikan kepada mahasiswa yang kurang mampu, jangan sampai jatuh pada mahasiswa yang tidak sesuai keinginan kita,” tandas Jamil.

Wakil Rektor II Unsulbar, Anwar Solihin mengemukakan, para rektor siap mendukung misi pembangunan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar.

Para pimpinan perguruan tinggi se-Sulbar berbincang bersama Gubernur Sulbar di ruang pertemuan Lantai 2 Kantor Gubernur Sulbar, Sabtu, 25 November 2017. (Foto: Ihwan/Humas Pemprov Sulbar)

“Pertemuan tersebut merupakan bentuk kepedulian Pemprov Sulbar terhadap peningkatan SDM bagi generasi penerus,” kata Anwar.

Anwar menyebutkan, untuk Unsulbar telah didaftar 7.000 calon mahasiswa dan hanya menerima 2000 orang mahasiswa, berati 5.000 orang selebihnya akan disalurkan ke perguruan tinggi swasta.

“Unsulbar diharapkan tidak menjadi perguruan tinggi yang dapat menjatuhkan  perguruan lain. Maka melalui forum rektor akan tercipta suatu kerja sama. Kita sambut baik ide-ide beliau bagaimana meningkatkan SDM. Salah satunya melalui pemberian beasiswa baik mahasiswa dari SMA ke S1, S1 ke S2, dan S2 ke S3, dan kita akan menciptakan tenaga-tenaga yang berkualitas tinggi dalam rangka mengembangkan pendidikan itu sendiri,” jelasnya.

Selain dihadiri Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Badan Penelitian Sulbar Jamil Barambanggi, Kepala BP-SDM Sulbar Farid Wajdi, para rektor dan wakil rektor universitas serta perguruan tinggi lain se-Sulbar.

FARID/HUMAS PEMPROV SULBAR

1 KOMENTAR

  1. Kebijakan Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat untuk meningkatkan kualitas SDM merupakan kebutuhan yang tidak bisa ditawar. Apalagi dengan pemberian BEA SISWA bagi mahasiswa/mahasiswi yang memenuhi persyaratan.
    Alangkah lebih baiknya jika indikator persyaratan yang harus di penuhi oleh calon penerima beasiswa di umumkan secara terbuka, sehingga calon benar benar mempersiapkan diri untuk memenuhi persyaratan tersebut sekaligus agar penerima beasiswa siswa dimaksud memang benar-benar memenuhi persyaratan yang telah diumumkan.

TINGGALKAN KOMENTAR