Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menyampaikan sambutan pada acara Rapat Koordinasi Kediklatan se-kawasan Indonesia timur, Mamuju, Senin, 11 Desember 2017. (Foto: Ilham)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Tugas pemerintah adalah mengayomi dan melayani masyarakat—setulus hati—maka dari itu dibutuhkan pimpinan yang proaktif dan responsif dalam mengatasi permasalahan yang ada di masyarakat.

Hal itu dikemukakan Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) Ali Baal Masdar saat membuka dengan resmi Rapat Koordinasi Kediklatan se-Kawasan Timur Indonesia, temanya: Sinergitas Dalam Mewujudkan Aparatur Sipil Negara (ASN), d’Maleo Hotel & Convention Mamuju, Senin, 11 Desember 2017.

“Pemerintah provinsi merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat,  diharapkan segala permasalahan yang ada di daerah tidak langsung ke pusat. Sangat malulah suatu pemerintah kalau daerahnya masih tertinggal. Habis uang Negara tapi tidak ada perkembangan. Maka dari itu kita harus kerja, kerja, dan kerja,” beber Ali Baal Masdar.

Gubernur Ali Baal Masdar (ABM) sampaikan dua hal, yaitu dalam mengimplementasikan sinergitas hendaknya menyamakan persepsi pengembangan program sistem diklat berbasis kompetensi yang dipersyaratkan dalam pelaksanaan tugas dan fungsi aparatur.

Mampu mengsinergikan dan mengharmoniskan program kegiatan diklat dalam mewujudkan aparatur sipil negara yang memiliki daya saing yang handal.

Deputi Diklat Aparatur LAN RI, Muhammad Idris DP, apresiasi dan beri dukungan yang besar terhadap pemerintah setempat yang telah melakukan rapat koordinasi sinergitas pengembangan SDM di bidang ASN di kawasan Indonesia timur, yang diikuti seluruh provinsi di kawasan Indonesia timur, kecuali Provinsi Papua dan Maluku Utara.

Idris berharap kawasan timur mampu membangun jejaring yang salin terkoneksi satu dengan yang lain, dengan harapan terciptanya kerja kolektif, kolegial dan sinergitas yang baik demi terdongkraknya kemajuan daerah-daerah di kawasan Indonesia bagian timur.

“Kawasan Indonesia timur tidak boleh tertinggal jauh. Untuk tidak tertinggal jauh maka tidak bisa kita bergerak sendiri-sendiri. Maka dari itu kita harus saling bersinergi,” jelas Idris.

Dalam pengembangan SDM, Menteri Dalam Negeri memberikan fokus bagi letak srategis  Indonesia  timur terutama permasalahan yang sangat mendesak, sehingga pada saatnya pengembangan SDM dapat menentukan produktifitas pegawai atau birokrasi modern dalam mewujudkan tujuan serta capaian yang nyata.

“Saya atas nama pimpinan LAN RI sangat mengapresiasi kepada rekan-rekan BPSDM Sulbar dan Gubernur Sulbar yang baru saja dilantik sebagai gubernur, tapi sudah jadi tuan rumah kegiatan. Begitupun  dengan visinya yang Maju dan Malaqbiq, sejalan dengan tujuan kita bersama,” puji Idris.

Kepala Badan Pengembangan SDM Sulbar Farid Wajdi menyampaikan, rapat tersebut bertujuan menyamakan persepsi pengimplementasian, pengembangan sistem klub konferehensif yang mampu saling bersinergi dalam mewujudkan aparatur sipil negara sesuai harapan bersama.

Terpilihnya bumi Malaqbiq sebagai tuan rumah, merupakan itikad bersama dari sepuluh Kepala Badan PSDM yang digelar di Manado, Sulut, pada l 17 Desember 2016 lalu.

“Dengan menciptakan para ASN yang handal dan dapat diandalkan bagi negara serta  pemerintah setempat di kawasan timur Indonesia ke depan,” sebut Farid Wajdi.

FARID Kontributor

TINGGALKAN KOMENTAR