Tampak sejumlah tenda ‘pengungsi’ di halaman Kantor KPU Mamasa. Tenda ini didirikan akibat gempa bumi yang melanda Kabupaten Mamasa, Sulbar, Kamis, 15 November 2018. (Foto: Harun Al Rasyid)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Gempa bumi kembali terjadi Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) pada Kamis, 15 November 2018. Kali ini gempa terjadi secara beruntun dengan kekuatan goncangan yang cukup besar.

Diwawancarai melalui sambungan telepon siang tadi, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mamasa Daud mengatakan bahwa Mamasa kembali digoyang gempa bumi dengan kekuatan yang berbeda-beda.

“Kekuatan gempa yang terjadi sudah 4 kali dengan kekuatan yang berbeda-beda: gempa berkekuatan 5,0 magnitudo sudah dua, 5,1 magnitudo satu kali, dan 5,5 magnitdo satu kali,” terang Daud kepada kru laman ini.

Menurut Daud, dengan keadaan ini masyarakat Kabupaten Mamasa kembali dibuat panik dan memilih mengungsi di lapangan sepak bola Mamasa.

Apakah ada kerusakan yang diakibatkan gempa bumi di Mamasa hari ini?

Daud menjawab, sampai saat ini belum ada laporan yang masuk jika ada rumah yang rusak akibat gempa Mamasa tadi pagi hingga siang. Namun ada satu laporan yang kami terima bahwa Kontor KPU Mamasa saat ini sudah mulai miring dan retak.

“Laporan yang masuk hanya satu yaitu saat ini kondisi Kantor KPU Mamasa sudah mulai miring dan retak akibat gempa,” ungkap Kepala BPDB Mamasa Daud.

Sejumlah warga kembali mendirikan tenda di lapangan sepak bola Mamasa untuk menampung sejumlah pengungsi akibat gempa beruntun pada Kamis, 15 November 2018. (Foto: Daud)

Langkah apa yang sedang dilakukan Pemkab Mamasa?

Penjelasan Daud, saat ini kami bersama Bupati Mamasa pak Ramlan Badawi bersama jajarannya berada di panggung lapangan sepak bola Mamasa untuk memberikan ketenangan kepada masyarakat agar tidak panik.

“Himbauan kami bersama Bupati Mamasa, diharapkan seluruh masyarakat jangan panik, kemudaian tetap waspada karena gempa bumi tidak bisa diprediksi apakah akan menurun atau akan tambah besar,” ucap Daud.

Terpisah, dikonfirmasi melalui telepon, salah seorang komisioner KPU Mamasa, Harun Al Rasyid membenarkan jika kondisi Kantor KPU Mamasa saat ini sudah  mulai miring. Namun ia katakan aktifitas kantor tetap jalan.

“Kantor tidak diliburkan dinda, karena ada logistik dan peralatan lain yang kita jaga, namun kami sampaikan kepada rekan-rekan yang ada di kantor agar tetap waspada dan jika terjadi gempa langsung keluar dari Kantor,” ujar Harun Al Rasyid.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR