Ketua PD Pemuda Panca Marga Sulbar Firman Juang sedang beri sambutan dalam acara pembukaan Musyawarah Daerah (Musda) ke-3 PD Pemuda Panca Marga Sulbar di Mutiara Grand Hotel, Simboro, Mamuju, Sabtu, 21 Januari 2017. (Foto: Zulkifli)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Salah satu tanggungjawab Firman Juang selaku Ketua PD Pemuda Panca Marga Sulbar adalah menyelenggarakan Musyawarah Daerah (Musda).

Pada hari ini (siang tadi, red), Sabtu, 21 Januari 2017, pembukaan Musda ke-3 organisasi yang dipimpinnya telah terselenggara dengan baik. Peserta Musda datang dari semua kabupaten yang ada di Sulbar.

Asisten Tata Praja Pemprov Sulbar Nur Alam Tahir hadir membuka acara Musda Pemuda Panca Marga yang berlangsung di Grand Mutiara Hotel di Simboro, Mamuju, Sulbar.

Dalam sambutannya, Nur Alam Tahir berharap pengurus Pemuda Panca Marga dari berbagai tingkatan di seluruh Indonesia untuk mengambil inisiatif menyelenggarakan dialog kebangsaan dan aksi media sebagai preventif menghadapi berbagai ancaman bangsa dan negara saat ini.

“Dialog dan aksi tersebut harus menjadi sifat dan tanggung jawab bangsa kita sebagai pewaris dan sekaligus pelanjut cita-cita Kemerdekaan Republik Indonesia tahun 1945. Agar kiranya dapat membangun komunikasi dan sinergitas dengan pimpinan kita serta pemangku kepentingan lain yang memiliki kesamaan visi dan misi kit,” kata Nur Alam Tahir.

Dalam sambutannya, Danrem 142/Tatag, yang diwakil oleh Kasrem 142/Tatag, juga sebagai pembina Pemuda Panca Marga, mengharapkan jati diri TNI tidak jauh beda dengan tujuan dari Pemuda Panca Marga. Dan jati diri Pemuda Panca Marga masih mewarisi nilai-nilai leluhur para pajuang.

“Kami TNI/Polri selalu siap membina adik-adik untuk meningkatkan kemampuan, kualitas militansinya terkait dengan bela negara yang konotasinya meliputi beberapa aspek yang merupakan cinta tanah air, rela berkorban, sadar berbangsa dan bernegara. Kami siap melatih militansinya,” kata Kasrem.

Masih Kasrem, hal ini penting mengingat kondisi masyarakat saat ini semakin banyak yang lupa dengan nilai-nilai perjuangan. Sikap nasionalisme juga semakin menurun. Terlalu banyak ide yang terlontar untuk kepentingan diri sendiri, tanpa melibatkan idealisme untuk kepentingan Nasional.

“Saya yakin organisasi ini mampu menjadi kurir dan organisasi kepemudaan maupun organisasi kemasyarakatan lainnya sehingga bisa memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya pembangunan karakter bangsa di wilayah Sulbar. Pemuda panca marga Sulbar dengan profesi yang berbeda-beda dan beragam agar mampu bersatu padu dan terus berperan aktif dalam mengawal pembangunan di daerah dalam menumbuhkan solidaritas yang nasionalis,” urai Kasrem 142/Tatag.

Nur Alam Tahir juga menegaskan, “Sebagaimana kita ketahui bahwa sampai saat ini, kemiskinan masih menjadi persoalan klasik, hampir segenap dari bagian negeri ini yang tak kunjung tuntas. Andil para pemuda dalam ikut serta menyejahterakan rakyat mutlak diperlukan bagi bangsa—tentunya juga andil itu perlu mendapat dorongan dan realisasi penuh. Pemerintah tentunya memberi respon. Hal ini penting mengingat pemuda sebagai tolak ukur bangsa ke depannya. Apabila pemudanya produktif dalam berkarya tentu akan menjadi peluang emas yang membawa negeri ini ke arah kemajuan yang lebih baik.”

Di akhir sambutannya, Nur Alam berpesan, “Semoga dalam Musyawarah Daerah ke-III Pemuda Panca Marga ini melahirkan pemimpin yang amanah.”

ZULKIFLI

TINGGALKAN KOMENTAR