Untuk sementara pelayanan di Rumah Sakit Regional Sulbar ditutup lantaran sejumlah dokter menyatakan mogok kerja sejak Jumat, 6 Oktober 2017. Tampak pada gambar adalah salah satu loket pelayanan di rumah sakit itu. (Foto: Risman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Akibat fasilitas dan obat-obatan yang diduga tidak memadai, sejumlah dokter yang bekerja di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) melakukan mogok kerja, Jumat, 6 Oktober 2016.

Para dokter spesialis, dokter gigi spesialis, dan dokter umum melakukan mogok kerja karna menilai fasilitas yang ada di RSUD Sulbar tidak memadai sepertiobat-obatan, Bahan Habis Pakai (BHP), dan juga fasilitas penunjang lainya seperti Labolatorium, Radiologi dan alat serta prasarana ruang operasi.

Melalui surat yang dikeluarkan komite medik rumah sakit, dr. Herpandi Rahim, bahwa pihaknya tidak akan melayani pasien selama fasilitas yang dibutuhkan di RSUD tidak tersedia, karna sangat beresiko besar terhadap pasien.

Sementara, Direktur RSUD  Sulbar dr. Andi Munasir mengungkapkan, persoalan ini disebabkan kurangnya anggaran di RSUD Sulbar.

“Kurangnya anggaran yang ada di rumah sakit menyebabkan ketersedian obat berkurang,” ungkap Andi Munasir.

Lebih jauh Andi Munasir menjelaskan, obat-obatan yang ada di RSUD Sulbar, ada yang dipesan secara e-katalog lewat pelelangan. Di mana e-katalog itu dipesan lewat IT yang sudah dilelang melalui LKPP, biasanya langsung dikirim ke rumah sakit tetapi karena mekanismenya terlambat sehingga menyebabkan ketersediaan obat kurang.

“Obat–obatan melalui pelelangan umum karena pihak rumah sakit tetap mengikuti Perpres Nomor 54, di mana obat yang di atas anggaran dua ratus juta rupiah harus dilelang secara umum, tapi kemarin ada keterlambatan dalam hal pelelangan sehingga lelang itu dibatalkan (batal lelang). Namum terkait persolaan ini saya sudah menyurat ke Inspektorat Sulbar, terkait pelelengan yang sudah mepet waktunya sementara obat sudah sangat dibutuhkan. Setelah kami menyurat, kami mendapat pentujuk dari Inspektorat Sulbar untuk melakukan penunjukan langsung sehingga ada keterlambatan,” jelas Andi Munasir.

Meski demikian pihaknya akan tetap mengusahakan dalam satu dua hari ke depan obat-obatan sudah masuk dan pelayan sudah berjalan seperti semula.

Dari pantauan kru transtipo.com, akibat mogoknya para dokter, suasana di RSUD Sulbar tak ada lagi pelayan, bahkan pelayanan untuk pasien ditutup untuk sementara waktu sampai batas yang belum ditentukan.

RISMAN SAPUTRA/FRENDI CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR