Ki-Ka: Kepala BPSDM Sulawesi Barat Drs. H. Farid Wajdi, M.Pd, Widyaiswara BPSDM Kemendagri Jakarta Agus Hariyono, dan Kepala Bidang di BPSDM Sulawesi Barat, Senin, 23 April 2018. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pada Senin, 23 April 2018, dari pagi hingga petang, pada sebuah ruang di Hotel Berkah Mamuju, dilakasanakan Pelatihan Bendahara Keuangan Daerah Lingkup Pemerintah Provinsi Sulawesi Baarat.

Pelatihan ini hasil kerja sama antara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Sulawesi Barat dengan BPSDM Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI.

Peserta pelatihan ini diikuti sebanyak 30 orang peserta, terdiri dari lingkup ASN Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat dan ASN Pemerintah Kabupaten se-Sulawesi Barat.

Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kapasitas, keterampilan dan pengetahuan pengelola keuangan daerah dalam menyusun laporan keuangan daerah di instansinya masing-masing.

Kepala BPSDM Sulawesi Barat Drs. H. Farid Wajdi, M.Pd mengatakan, pelatihan bendahara sangat berguna untuk pengelolaan keuangan di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Menurutnya, BPSDM bertanggung jawab untuk memberikan kompetensi kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN). Tugas BPSDM merupakan tugas yang sangat vital, sehingga nadi kehidupan berkantor itu ada di SDM. Kalau SDM-nya lemas, maka outputnya juga akan lemas, kalau SDMnya rendah, maka outputnya juga akan rendah.

“Mengapa pelatihan ini harus dilakukan? Karena pelatihan ini terkait dengan pengelolaan keuangan di setiap OPD. Jadi Bapak/Ibu sekalian, kami hadirkan di sini untuk diberikan kompetensi yang lebih untuk mengelola keuangan yang lebih efisien, efektif dan profesional lagi,” ujar Farid Wajdi.

Karena, menurut Farid Wajdi, sekarang itu ASN merupakan profesi, maka ASN perlu berkompetensi. Jika ASN tidak berkompetensi maka tidak layak disebut profesional. Ukuran profesional itu kompetensi.

Jadi kalau ASN ingin mengelola keuangan secara profesional, maka ASN harus memiliki kompetensi. Olehnya, harapnya, BPSDM menggelar pelatihan ini agar bendahara yang akan mengelola keuangan daerah bisa profesional dalam bekerja.

Kepala BPSDM Provinsi Sulawesi Barat Drs. H. Farid Wajdi, M.Pd menyematkan Id Card secara simbolis kepada salah seorang peserta kegiatan pelatihan, Mamuju, Senin, 23 Maret 2018. (Foto: Istimewa)

“Syaratnya profesional adalah kompetensi, makanya kami hadirkan pemateri profesional untuk memberikan materi supaya pengalaman, pengetahuan, pemahaman dan ketrampilan kalian bisa meningkat dalam mengelola keuangan,” lanjutnya.

Farid menambahkan, mengingat salah satu visi misi Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar yakni Mewujudkan Pemerintahan yang Bersih, Modern dan Terpercaya” merupakan tugas BPSDM Sulawesi Barat. Maka untuk mewujudkan itu, BPSDM mendorong bendahara utnuk menambahkan keterampilannya.

“Jadi untuk mewujudkan visi misi itu, maka kami akan memastikan apakah ASN itu memiliki kompetensi. Apakah mereka dipercaya oleh masyarakat untuk memberikan pelayanan. Jika kompetensi ASN itu berlangsung dengan baik maka masyarakat akan terlayani dengan baik. Jika masyarakat terlayani dengan baik maka kesejahteraan masyarakat bisa terwujud. Jika kesejahteraan bisa terwujud maka visi Gubernur bisa tercapai. Artinya apa, visi misi gubernur itu bisa tercapai sangat tergantung dengan kita semua. Olehnya kehadiran BPSDM mendorong peserta untuk menambah pengetahuan untuk mewujudkan hal itu,” jelas Farid Wajdi.

Selain itu, tambah Farid, pelatihan ini juga untuk memenuhi kebutuhan organisasi OPD di Lingkup Pemprov Sulawesi Barat. Olehnya, peserta harus benar-benar mengikuti pelatihan ini dengan baik. Apalagi pemateri yang dihadirkan adalah pemateri yang profesional dan memiliki pengalaman yang baik. Advertorial

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR