Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Barat Hj. Andi Ruskati Ali Baal (ketiga kiri) dalam acara Deklarasi Calon Presiden Prabowo Subianto, Hotel Grand Mutiara, Mamuju, Rabu, 14 Maret 2018. (Foto: Arisman)

DPD Partai Gerindra Sulawesi Barat telah deklarasi nama Prabowo Subianto sebagai calon Presiden di Pilpres 2019.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Salah satu tokoh—sebutlah elit—yang berada dalam posisi sulit di Sulawesi Barat kini adalah Ali Baal Masdar (ABM).

Dalam kenyataan memang posisinya saat ini sebagai Gubernur Sulawesi Barat. Lalu di mana letak posisi yang sulit bagi ABM itu? Ya, dalam bursa pencalonan Presiden pada 2019 nanti.

Jika menengok ke belakang, Pilgub Sulawesi Barat 2017, Ali Baal Masdar–Enny Anggraeni Anwar (ABM–Enny) maju sebagai Cagub Sulawesi Barat yang diusung Partai Gerindra dan PDIP—bersama enam partai politik lainnya tentunya.

Bisa dibilang, partai politik pengusung utama ABM–Enny adalah Gerindra. Tapi peran PDIP—untuk tidak menafikan arti dan peran partai politik lainnya—cukup besar.

Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Barat adalah Hj. Andi Ruskati Ali Baal. Dari fakta ini sudah terang dipahami bahwa ABM sebagai suami Andi Ruskati, langsung atau tidak langsung hubungan ini “memengaruhi” kebijakan Partai Gerindra terhadap di mana posisi ABM di Pilgub lalu itu.

Kini, ABM-Enny telah di tampuk kuasa pemerintahan formal Sulawesi Barat. Hari-hari depan akan sagat menarik melihat akselerasi ABM—termasuk pula wakilnya, Enny—di panggung politik nasional menuju Pilpres 2019.

Meski tak terang secara fakta di mana “posisi” ABM pada saat Pilpres 2014 lalu. Apakah “mendukung” Capres nomor urut 1, Prabowo Subianto–Hatta Rajasa (Prabowo–Hatta) atau “mendukung” Capres nomor urut 2, Joko Widodo–Jusuf Kalla (Jokowi–JK). Ini tidak begitu penting dibahas.

Hal perlu diketahui adalah, menurut perhitungan resmi KPU RI, hasil Pilpres 2014 di Provinsi Sulawesi Barat, Prabowo–Hatta memeroleh 165.494 suara (26,63 persen), sedangkan pasangan Jokowi–JK memeroleh 621.515 suara (73,37 persen). (Sumber: KOMPAS.COM)

Apakah di Pilpres 2019 nanti akan sama hasilnya di Pilpres lalu itu, untuk Sulawesi Barat? Mungkin saja tidak akan sama. Yang jelas, pada waktunya akan terjawab benderang.

Beberapa waktu lalu di Pulau Bali, PDIP telah memberi dukungan secara resmi kepada Joko Widodo sebagai calon Presiden 2019. Dan, umum diketahui, Golkar, NasDem, dan Hanura telah bulat mendukung pencalonan kembali lelaki Solo, Jawa Tengah, ini yang akrab disapa Jokowi.

Di Jakarta nun jauh di sana, Partai Gerindra di Ibu Kota telah memberi dukungan resmi kepada Prabowo Subianto untuk maju sebagai calon Presiden di Pilpres 2019.

Di Mamuju, Sulawesi Barat, Rabu, 14 Maret 2018, siang menjelang sore, bertempat di Hotel Grand Mutiara, DPD Partai Gerindra Sulawesi Barat telah mendeklarasikan nama Prabowo Subiati sebagai calon Presiden di Pilres 2019.

Andi Ruskati Ali Baal, Ketua Partai Gerindra di Sulawesi Barat yang tampil menyatakan secara resmi dukungan kepada Prabowo Subianto—Ketua Umum DPP Partai Gerindra—sebagai calon Presiden. Isra Daming Pramulya, sekretaris partai, juga hadir dalam gelaran deklarasi pencalonan Prabowo ini.

Tentu tak bermaksud “menyeret-nyeret” nama ABM sebagai elit yang bukan politisi murni dalam ranah politik “panas” ini. Tapi ke depan di waktu-waktu tak lama tentunya, dalam diri ABM akan hadir secara menantang secara psykologis atas persaingan Gerindra dan PDIP di Sulawesi Barat yang dalam kaitannya dengan Pilpres 2019.

Jika di satu sisi PDIP berada di belakang Jokowi, dan Gerindra di belakang Prabowo, maka ABM—yang bukan terbaca posisinya selaku gubernur tentunya—akan berada dalam posisi “terjepit”.

Atau pun jika dibaca dalam posisinya selaku Gubernur Sulawesi Barat, maka sudah barang lumrah peran “perjuangan” PDIP, dan segala hal yang bartaut langsung dengan partai besutan Megawati Soekarnoputri ini, tak bisa dipandang remeh oleh ABM. Baik dalam konteks dukungan partai ini di Pilgub lalu dan hingga kini selaku “wakil” pemerintah pusat di daerah.

Tapi ABM tak sendiri. Posisi semirip rumitnya dalam posisi dukungan Pilpres kali ini, juga ada pada Anwar Adnan Saleh (AAS)—salah satu tokoh Sulawesi Barat, mantan gubernur yang dinilai ikut berjasa memenangkan pasagan Jokowi – JK pada Pilpres 2014.

Kini, Anwar adalah Wagub Enny, dan Enny adalah AAS. Apa maksudnya? Enny Anggraeni Anwar berposisi sebagai Wakil Gubernur Sulawesi Barat lantaran formasi AAS pula.

Saat ini posisi politik kepartaian AAS ada di PAN, sementara partai ini belum menentukan jalan mendukung siapa di Pilpres nanti.

Pilihan AAS di Sulawesi Barat tentu menarik ditunggu. Mungkin ia berada dalam posisi sulit, dalam dekat ini, tapi kemampuan modal cara membaca politik sebagai politisi senior, AAS tetap akan “bermain” seru di Pilpres 2019 nanti.

Dua elit di atas—ABM dan AAS—terus dilengkapi dalam pemberitaan dengan sosok Suhardi Duka (SDK) dan Mayjen TNI (Purn.) Salim Mengga (JSM). Tapi kedua nama terakhir ini adalah politisi Demokrat—mugkin—tidak akan jauh-jauh dari ekspektasi politik Cikeas.

Jika Susilo Bambang Yudhoyono menentukan jalan lain yang baru di Pilpres 2019, maka SDK dan mungkin pula JSM akan mengikuti arahan Ketua Umum DPP Partai Demokrat itu.

Empat elit yang disebut di atas, ABM, AAS, SDK, dan JSM, selalu berada di bobot teratas dalam konteks pemberitaan politik di Sulawesi Barat sepuluh tahun terakhir. Seperti apa hasil rumusan langkah politik terbaik mereka di Pilpres kali ini? Itu yang kita tunggu.

Seremoni Deklarasi Partai Gerindra

Deklarasi pencalonan Prabowo Subianto selaku Capres 2019 disampaikan langsung oleh Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Barat Hj. Andi Ruskati Ali Baal, didampinggi Sekretaris Isra Daming Pramulya.

Semua pengurus DPD dan Ketua DPC Gerindra se-Sulawesi Barat hadir di tempat deklarasi itu.

Dalam Sambutannya, Andi Ruskati Ali Baal mengatakan, deklasari yang dilakukan hari ini agak terlambat dibandingkan provinsi lain. “Sesuai kesepakatan bersama saat bertemu Sekjen Partai Gerindra, saya mengatakan deklarasi bapak Prabowo akan kami laksanakan tanggal 14 Maret (Rabu, red).”

“Kita berkumpul bersama hari ini (Rabu, red) untuk menyatakan sikap mendukung bapak Prabowo Subianto sebagai calon Presiden Republik Indonesia periode 2019-2024,” kata Andi Ruskati Ali Baal.

Olehnya itu, katanya, kita yang ada di daerah harus menjadi ujung tombok dan benar-benar serius bekerja untuk memenangkan bapak Prabowo Subianto sebagai Presiden RI.

Andi Ruskati Ali Baal menambahkan, bagi kader yang tak hadir dalam deklarasi ini, “Saya minta kepada sekertaris DPD agar nama-namanya laporkan ke pengurus pusat. Terutama yang mempuyai jabatan di Partai Gerindra.”

“Bagi mereka yang tak mengikuti instruksi partai, maka itu kami akan laporkan ke pengurus pusat,” tegas Andi Ruskati.

ARISMAN SAPUTRA/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR