DURIAN & PEREMPUAN

1122

Oleh: Nilawati

SEMESTA adalah ciptaan Tuhan yang keindahannya bukan lagi menjadi tema yang menarik untuk diceritakan, tapi semesta adalah tema yang tak pernah mati untuk jadi tema pembahasan.

Berbicara tentang keindahan dan semesta mengantarkan aku pada kesadaran bahwa, yang indah bukan berarti di sana tak terdapat duri, yang sewaktu-waktu bisa menusuk bahkan melukai penikmatnya.

Di semesta ini, ada banyak duri yang dapat melukai dengan cara yang berbeda namun memiliki daya tarik yang berbeda pula. Seperti dua duri yang akan dibahas pada edisi ini.

Dua diri ini adalah dua hal yang sangat berbeda tapi keduanya begitu berpotensi untuk melukai, bahkan bisa sampai membunuh penikmatnya yang tak menggunakan aturan karena tergiur oleh keindahan atau kenikmatan yang ditawarkan oleh keduanya.

Duri yang pertama, yang akan kita bahas adalah DURIAN. Durian adalah buah yang sudah sangat jalas durinya bisa melukai siapa saja yang berani menyentuh buah ini secara langsung.

Tapi tak sedikit orang—di seluruh peduduk dunia—yang tak memuji bahkan suka menikmati buah durian. Pada umumnya, masyarakat di Indonesia banyak yang menggemari buah durian, bahkan buah durian sangat berpotensi untuk dijadikan sebagai salah satu sasaran untuk berwisata, dalam hal ini wisata buah.

Pada buah durian memang langsung manampakkan durinya yang jelas bisa melukai. Tapi kebanyakan orang memburu buah durian ini bila musimnya. Durinya jelas pada bagian luar, membuat kebanyakan orang tak lagi khawatir akan tergores dengan duri-duri pada kulit durian.

Buah adalah benda yang tak melukai bila manusia tak mendekati atau menyentuhnya. Oleh karena itu, buah yang satu ini banyak diminati karena sudah sangat dikenal bahwa buah ini menyimpan kenikmatan di dalam balutan durinya.

Tahukah kita bahwa duri yang jelas di luar kemungkinan hanya bisa melukai fisik tapi kenikmatan yang ditawarkan oleh durian bagian dalam itu lebih berbahaya karena bisa saja memicu penyebab kematian.

Durian yang nikmat dan lezat membuat orang bisa tergiur. Bahkan, lupa jika yang nikmat lebih mengancam pada kematian daripada duri yang kasar dan sangat berpotensi melukai jika tak hati-hati saat menyentuhnya.

Durian yang nikmat bisa membuat orang jadi mabuk bahkan bisa menyebabkan orang tekanan darah tingga dan bisa jadi menyebabkan kematian secara mendadak. Tapi durian semakin tua semakin menarik dan semakin menggoda, tapi juga semakin beracun jika dikonsumsi dalam jumlah yang tak wajar.

Jadi duri yang satu ini adalah jenis duri yang ancamannya sampai pada ancaman kematian. Duri yang nampak memang seram tapi tak terlalu menakutkan karena manusia lebih cerdik daripada durian.

Duri yang tak nampaklah yang berbahaya karena kebanyakan durian jenis ini dibalut dengan bingkai-bingkai kenikmatan dan rasa manis yang menjanjikan.

Duri yang kedua adalah PEREMPUAN. Perempuan adalah duri yang jauh berbeda bentunya dengan durian tapi keduanya memiliki resiko yang sama berbahaya yang bisa berujung pada kematian.

Perempuan adalah makhluk Tuhan yang sudah pasti cantik dan makhluk ini diciptakan dengan rahim yang dilekatkan padanya. Jadi tak heran jika perempuam adalah kehidupan untuk hidup-hidup yang lain.

Segala sesuatu yang bisa jadi sumber kehidpan juga bisa menjadi pembunuh yang paling berbahaya.

Perempuan adalah jenis duri yang paling berbahaya pada semesta ini. Bukan karena di badannya penuh dengan duri, tapi perempuan bisa menjadi penyebab terbesar hancurnya suatu bangsa meski pula berpotensi untuk menjadi pelopor majunya suatu bangsa.

Nah, cara kerja dari jenis duri ini bisa beragam cara. Bisa dengan cara yang nampak dan bisa pula dengan cara yang sangat halus, bahkan tak mampu diraba namun mampu dirasakan oleh bagian terlembut pada diri, yakni hati.

Hal yang berbahaya selalu saja ada cara untuk mengatasi ancamannya. Untuk duri jenis ini tak bisa diatasi dengan cara yang biasa, bahkan dengan cara yang luar biasa pun sangat kecil kemungkinannya.

Jadi jenis duri ini jangan pernah dijadikan ancaman semesta karena bisa jadi dia lebih berbahaya dari yang dikhawatirkan. Tapi jika duri ini mampu kita jadikan sahabat, bahkan sebagai pendamping untuk sebuah kedamaian, maka ancaman kematian bisa menjadi hal yang paling kamu nanti dan paling nikmat kamu rasakan saat bersamanya.

Sekarang, mesti kita pelajari adalah apa pun jenis dan bentuk durinya itu tak akan membahayakan jika kita mampu memperlakukan atau hidup berdampingan dengan duri tersebut dengan cara yang bijak. Karena yang mampu hidup bijak akan tahu cara hidup yang sepantas dan semestinya.

SABTU, 29 JULI 2017

TINGGALKAN KOMENTAR