Lomba olahraga tradisional kembali disemarakkan di Kabupaten Mateng, Topoyo, Rabu, 12 Desember 2019. (Foto: Ruli)
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Mateng Bambang Suparni. (Foto: Ruli)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) gelar lomba olahraga tradisional di pantai Batu Rede, Desa Budong-Budong, Kecamatan Budong-Budong, Mateng, Rabu, 12 Juni 2019.

Perlombaan tersebut guna untuk mengangkat kembali berbagai macam jenis olahraga tradisional yang ada di Mateng yang kini hampir punah.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkab Mateng Bahri Hamsah. Hadir pula Kepala Dispora Mateng Bambang Suparni, Kepala Bidang Kepemudaan Dispora Mateng Rusli Arief, Kepala Bidang Olahraga Disporas Mateng Haeruddin, dan Kepala Desa Budong-Budong Ince Amran T.

Masyarakat dari kalangan ibu rumah tangga dan siswa-siswi dari beberapa sekolah di Mateng ikut ambil peran dalam lomba olahraga tradisional tersebut.

Pembukaan lomba ini dimulai pada pukul 10.11 WITA. Seusai beri sambutan dalam acara pembukaan, Bahri Hamsah mengatakan, olahraga tradisional yang dilombakan selama tiga hari tersebut yakni, lomba Mogasing (main Gasing), Motekka (main Egran), Makolar (main Slodor) serta pencarian bakat Catur.

Pendaftaran kegiatan olahraga tradisional tersebut dibuka sejak tanggal 10 Juni sampai dengan hari H yakni Rabu pagi, 12 Juni 2019.

Kepala Dispora Mateng Bambang Suparni mengatakan, kegiatan kali ini kita mengangkat olahraga tradisional Mateng yang dirangkaikan dengan pencarian bakat olahraga catur.

“Olahraga ini kami angkat karena saya melihat olahraga tradisional ini sudah terlupakan, bahkan kata Asisten III Bahri Hamsah saat menyampaikan sambutannya, juga mengatakan bahwa olahraga ini sudah hilang di Mateng,” sebut Bambang Suparni.

Lomba olahraga tradisional kembali disemarakkan di Kabupaten Mateng, Topoyo, Rabu, 12 Desember 2019. (Foto: Ruli)

Sehingga menurutnya, Dispora Mateng berinisiatif adakan kegiatan ini guna mengajak masyarakat Mateng bersama-sama kembali mengingat serta kembali untuk melestarikan olahraga tradisional ini.

Ia juga berharap agar ke depan olahraga tersebut terus diadakan sehingga dapat berkembang.

“Saya berharap tahun-tahun akan datang kegiatan semacam ini terus kita lakukan, dengan harapan olahraga tradisional yang ada di daerah khususnya Mateng terus dapat dilestarikan,” ungkap Bambang Suparni.

Ia menambahkan, olahraga tradisional yang ada di Mateng bukan ini saja, masih banyak lagi olahraga tradisional lainnya.

Kepala Bidang Olahraga Haeruddin menambahkan dengan mengatakan, kami berharap ke depan kegiatan semacam ini agar pemerintah dapat membantu secara maksimal agar kami dapat memeriahkan lagi kegiatan ini.

“Di Mateng ini baru pertama kali. Alhamdulillah dalam kegiatan ini yang kami libatkan bukan hanya dari kalangan pelajar saja, tetapi juga masyarakat umum, pemuda bahkan tidak ada batasan umur bagi yang ingin dan antusias mau mengikuti olahraga tradisional ini,” jelas Haeruddin.

Menurutnya, olahraga semacam ini sudah hilang, sehingga kita buka selebar-lebarnya siapa yang mau mendaftar.

“Kegiatan ini untuk mengingatkan kembali ke masyarakat bahwa banyak olahraga tradisional di Mateng,” ujar Haeruddin.

RULI SYAMSIL

TINGGALKAN KOMENTAR