Ki-Ka: Ketua Panitia Haji Budianto, Sekretaris Diknasub Provinsi Sulbar Surahman Rahmat, dan Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas Diknasbud Provinsi Sulbar Burhanuddin Bohari menghadiri pembukaan kegiatan Lokakarya Muatan Lokal Sekolah Menengah Atas (SMA) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan oleh Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas Diknasbud Provinsi Sulbar di aula Hotel Berkah Mamuju, Sulbar pada Rabu malam, 21 November 2018. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat melalui Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas menggelar Lokakarya Muatan Lokal Sekolah Menengah Atas (SMA) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat.

Pembukaan kegiatan lokakarya ini dilaksanakan di aula Hotel Berkah Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar) pada Rabu malam, 21 November 2018, yang dimulai sekitar pukul 19.45 WITA.

Lokakarya muatan lokal (Mulok) ini sedianya akan dilaksanakan selama tiga hari, dari tanggal 21 s.d 23 November 2018.

Pada pembukaan kegiatan ini dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Barat (Diknasub) Provinsi Sulbar Surahman Rahmat sekaligus membuka secara resmi.

Hadir pula Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas Diknasbud Sulbar Burhanuddin Bohari dan ketua panitia pelaksana Haji Budianto.

Peserta lokakarya Mulok ini terdiri dari unsur guru prakarya/keterampilan dan guru sejarah yang tidak memiliki guru prakarya yang berjumlah 88 orang. Peserta ini berasal dari SLTA yang ada di kabupaten dalam Provinsi Sulbar.

Sekretaris Diknasub Provinsi Sulbar Surahman Rahmat(tengah) sedang menyampaikan arahan seusai pembukaan kegiatan Lokakarya Muatan Lokal Sekolah Menengah Atas (SMA) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat di aula Hotel Berkah Mamuju, Sulbar pada Rabu malam, 21 November 2018. (Foto: Arisman)

Dalam sambutannya, Haji Budianto mengatakan bahwa pelaksanaan lokakarya muatan lokal jenjang SMA tingkat Provinsi Sulbar ini memberi harapan bagi kemajuan pendidikan di Provinsi Sulbar.

“Dengan kegiatan ini, bagaimana kita mengembangkan sumber daya yang ada di sekitar kita, peserta didik mendapatkan keterampilan serta mampu berinovasi, kreatif dan nantinya bisa mandiri untuk peduli mengelola sumber daya alam yang tersedia di lingkungan kita,” terang Haji Budianto.

Pamong senior ini juga mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan ini memiliki beberapa tujuan: pertama, membahas bahaan-bahan pengajaran untuk muatan lokal (Mulok).

Kedua, mengembangkan kurikulum muatan lokal sebagai standar operasional pengajaran di di SMA. Ketiga, membuat rancangan keputusan untuk ditetapkan menjadi Peraturan Gubernur (Pergub) Sulawesi Barat.

Di tempat yang sama, Sekretaris Diknasbud Provinsi Sulbar Surahman Rahmat—mewakili Kepala Diknasbud Provinsi Sulbar—mengatakan bahwa kegiatan lokakarya muatan lokal yang dilaksanakan pada malam hari ini akan bermuara pada bagimana meningkatkan kompetensi kita sebagai guru yang akan mejadi panutan bagi gerenasi penerus kita.

“Melalui kegiatn ini, kami selaku pemerintah Provinsi Sulbar berharap adanya peningkatan atau berubahan-perubahan yang mendasar tentang bagaimana memaknai apa itu muatan lokal,” terang Surahman Rahmat saat menyampaikan pesan dari Kepala Diknasbus Provinsi Sulbar.

Sejumlah peserta kegiatan Lokakarya Muatan Lokal Sekolah Menengah Atas (SMA) Tingkat Provinsi Sulawesi Barat yang dilaksanakan oleh Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas Diknasbud Provinsi Sulbar di aula Hotel Berkah Mamuju, Sulbar pada Rabu malam, 21 November 2018. (Foto: Arisman)

Seusai membuka acara atau pada akan meninggalkan tempat kegiatan, laman ini menanyakan kepada Surahman Rahmat terkait poin penting yang ingin dicapai dalam kegiatan yang akan berlangsung beberapa hari ke depan.

Ia menjelaskan, poin penting yang kita harapkan dari kegiatan ini adalah adanya peningkatan kompetensi para guru terutama guru muatan lokal, kemudian bagaimana kita mengetahui potensi-potensi yang ada di sekitar kita.

“Kami berharap dalam kegiatan ini para guru kita mampu mengetahui potensi-potensi sumber daya alam kita di mana itu akan bermanfaat bagi generasi ke depan,” ujar Surahman Rahmat.

Seusai pembukaan dan istirahat sejenak, peserta lokakarya muatan lokal kembali ke aula atau tempat kegiatan, dan selanjutnya memasuki pemaparan materi pertama yang disampaikan oleh Burhanuddin Bohari.

Saat pemaparan ini, Burhanuddin didampingi oleh Haji Budianto.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR