Longsor di Malatiro, Kacamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Rabu malam, 12 Juni 2019. (Foto: Luther)
Longsor di Malatiro, Kacamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Rabu malam, 12 Juni 2019. (Foto: Luther)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Nyaris selama sepekan sebelum lebaran Idul Fitri 2019, hujan terus mengguyur kawasan pegunungan Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar).

Bahkan, saya saksikan, sejak pukul 13.00 WITA pada Rabu siang, 5 Juni lalu, hujan mulai turun hingga malam hari. Di Kecamatan Mambi dan sejumlah kecamatan lainnya di Kabupaten Mamasa, saban siang atau sore hingga malam hari, hujan deras tiada terhenti hingga saat ini, Rabu, 12 Juni.

Dalam sepekan ini, atau ketika arus balik lebaran Idul Fitri masih berlangsung, jalan di pegunungan yang belum dilapisi aspal atau beton, terjadi kerusakan yang parah. Di daerah Sika, Rantebulahan Timur misalnya, jalan tanjakan itu membuat pengendara bermesin harus berjibaku dengan lumpur untuk bisa melawatinya.

Tak jarang terjadi kecelakaan. Sejumlah penumpang dan pengemudi mobil kemudian memposting sejumlah gambar di akun facebook mereka atas kondisi jalan di daerah Sika tersebut.

Jalan rusak penuh lumpur yang dalam di kawasan Sika, Rantebulahan Timur Kabuaten Mamasa, Sulbar. (Foto: Net.)

Malam ini, Rabu, 12 Juni, sekitar pukul 21.30 WITA, saya menerima kiriman tiga buah gambar melalui WhatsApp dari rekan Luther. Lelaki 42 tahun ini mengaku sedang berada di sekitar Desa Malatiro, Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa.

Luther ini adalah anggota TNI AD yang sehari-harinya bertugas di Komando Rayon Militer (Koramil) Mamasa.

Saya coba menghubunginya, namun ponselnya tidak dalam posisi aktif. Begitupun nomor WhatsApp-nya. Saat ia melintas di Jalan Nasional antara Mamuju dan Mambi itu, entah ia hendak ke Mamuju atau sebaliknya, ia terhalang tumpukan tanah longsoran di jalan yang ia perkirakan panjangnya sekitar 15 meter.

“Sy dimalatiro tanah longsor tak bisa lewat roda 4 sekitar 15 meter jalan tertimbun lomgsor,” demikian penjelasan Luther dalam WhatsApp sebagai keterangan tiga gambar yang ia kirimkan pada saya, satu jam yang lalu.

Longsor di Malatiro, Kacamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, Rabu malam, 12 Juni 2019. (Foto: Luther)

Saat tulisan ini dibuat, hujan turun dengan lebatnya di Mamuju, ibu kota Provinsi Sulbar.

Sudah menjadi “hukum alam” di sini, jika di Mamuju saja hujan lebat, entah sederas apa hujan yang melanda kawasan pegunungan di Mamasa.

Semoga para pelintas di jalur darat Jalan Nasiopnal di Kabupaten Mamasa, bisa jaga diri dan berhati-hati di jalan—atau paling tidak hindari melintas malam, agar tidak senasib dengan kawan Luther ini. Tertahan di jalan di malam hari, apalagi jika hujan turun dengan lebatnya.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR