Sisi kiri: Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar (tengah), Kepala Balitbanda Sulawesi Barat DR. Jamil Barambangi, dan Kepala Biro Humas dan Protokol Sulawesi Barat Eman Hermawan dalam diskusi pada coffee morning bersama insan pers di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Barat, Rabu pagi, 6 September 2017. (Foto: Farid)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Belum genap betul empat bulan Ali Baal Masdar jadi pemimpin formal pemerintahan dan pembangunan di Provisi Sulawesi Barat, sejak ia dilantik sebagai Gubernur Sulawesi Barat pada 12 Mei lalu di Jakarta.

Meski dengan waktu yang masih seumuran jagung itu, Ali Baal Masdar sudah merasa perlu berbincang khusus dengan sejumlah insan pers di Mamuju, ibukota provinsi yang tengah dipimpinnya ini.

Pertemuan ini diinisiasi oleh Ali Baal Masdar (ABM) sendiri. Karena itulah, Biro Humas dan Protokoler Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat ‘menyambungkannya’ dengan berkoordinasi atau katakanlah mengundang secara ‘resmi’ insan pers yang banyak ini.

Pada Selasa kemarin, 5 September 2017, undangan dari pihak humas itu dilayangkan, dengan memanfaatkan akun media sosial—facebook dan whatsapp—yang berjejaring luas.

Hasilnya, pada Rabu pagi hingga menjelang siang tadi, 6 September, coffee morning—sebutan lain dari silaturrahmi—digelar di gerai depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Barat.

Puluhan insan pers di Mamuju yang hadir dalam coffee morning ini. Yang tak sempat hadir tentu karena bertepatan dengan segala ruwetnya urusan lain. Di “pihak tuan rumah”, tentu gubernur sendiri, dan ditemani oleh Kepala Biro Humas dan Protokeler Sulawesi Barat Eman Hermawan, Kepala Balitbangda Sulawesi Barat DR. Jamil Barambangi, dan Tenaga Ahli Gubernur Bidang Komunikasi dan Informatika Maenunis Amin.

“Hari ini saya bersyukur kita mempunyai kesempatan untuk berbagi ide dan masukan untuk mengembangkan daerah kita, dan saling mengintrospeksi diri atas apa yang kita capai. Perkembangan Sulawesi Barat saat ini tak lepas dari peran media. Wartawan adalah mitra saya. Saya jadi gubernur juga karena dibesarkan oleh Anda semua. Jangan pernah takut untuk mengungkap kebenaran di berita apa pun, seimbangkan, jangan baiknya terus yang diberitakan,” kata ABM di hadapan insan pers.

Gubernur Sulawesi Barat juga sampaikan, “Silahkan koordinasi sama bupati, kadis atau karo terkait hal-hal yang ingin dikonfirmasi, kecuali hal-hal yang sifatnya koordinatif silahkan ke saya. Dukung saya bangun Sulawesi Barat.”

ABM juga tak lupa bilang kepada wartawan, kepada rekan-rekan media agar tetap menyamaratakan dan menyeimbangkan pemberitaan.

Mantan Bupati Polewali Mandar dua periode ini juga menghimbau kepada Biro Humas dan Protokol serta Dinas Kominfo Sulawesi Barat untuk mengcover semua penyelenggaraan urusan pemerintahan dan menginformasikannya ke media.

“Untuk urusan pemerintahan di dinas-dinas, dicover oleh dinas kominfo, dan untuk urusan gubernur, wakil gubernur, sekda, asisten dan staf ahli silahkan dicover oleh biro humas dan protokol. Dengan begitu kita dapat meningkatan sistem kerja yang baik,” jelas ABM—sapaan akrab Ali Baal Masdar.

Pada kesempatan ini, beberapa wartawan juga turut memberikan saran yang dapat berkontribusi membangun daerah. Abdul Samad, dari Banniq.com menyampaikan, koordinasi kemitraan ini sesuai dengan fungsi humas dan media untuk menyebarluaskan informasi. Juga kepada humas, masih Samad, untuk terus mengaktifkan media pada kegiatan-kegiatan gubernur.

Sedangkan dari Sudirman Samual, Harian Radar Sulbar, berharap agar ke depan gubernur dan insan pers lebih dekat dengan media, dengan menghilangkan kerenggangan dan membangun jalur komunikasi yang baik agar rekan-rekan media dapat lebih dekat dengan gubernur.

Andika, jurnalis salah televisi swasta nasional, juga mengungkapkan perlunya rekan-rekan media untuk lebih dekat dan mengetahui informasi-informasi gubernur di luar dari konteks formal pembangunan Sulawesi Barat.

Saran dari media lain, terkait beberapa akses ke Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat yang kurang terbuka ketika mengonfirmasi hal-hal tertentu, disampaikan oleh Edo, Harian Fajar.

Sisi kanan: Sejumlah wartawan di Mamuju yang hadir pada coffee morning di Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Barat, Rabu pagi, 6 September 2017. (Foto: Farid)

Kata Edo, ada beberapa OPD yang belum ingin membuka diri untuk hal-hal tertentu ketika ingin dikonfirmasi. Dari kru TVRI Sulawesi Barat, Awal, yang ikut mengawal Sandeq Race dari Mamuju hingga etape Makassar bersama Ketua IJS Sulbar, Irham Azis, mengungkapkan ada kerenggangan antara pers dan pemprov.

“Hal itu bisa dihilangkan dengan bentuk silaturahmi, ya semacam coffee morning ini. Dan, kepada Humas Pemprov Sulawesi Barat diharapkan adaya komunikasi yang baik dengan media dan diberikan fasilitas, seperti kendaraan yang bisa digunakan oleh wartawan untuk meliput kegiatan Gubernur Sulawesi Barat,” katanya.

Lain halnya dengan Nurhadi, Harian Tribun Timur. Ia minta pada gubernur untuk menghimbau kepada pihak terkait untuk mengonfirmasi setiap pemberitaan miring dari media dan memberikan kesempatan ke media yang bersangkutan untuk konfirmasi.

Masukan yang terakhir dari Katinting.com, Anhar. Ia berharap agar humas dapat memfasilitasi rekan media yang ingin mengonfirmasi hal-hal tertentu pada beberapa OPD, serta mengapresiasi kinerja humas.

“Humas telah bekerja cukup maksimal dengan memberikan informasi ke teman-teman wartawan untuk dijadikan pemberitaan, karena masyarakat berhak mendapat informasi yang benar,” kata wartawan yang tergabung dalam AJI Kota Mandar ini.

FADILAH/HUMAS PEMPROV SULBAR

TINGGALKAN KOMENTAR