SAFARI MAMASA. Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (kiri) sedag beri sambutan di ruang pola Kantor Bupati Mamasa, Rabu siang, 14 Juni 2017. (Foto: Ishak)

Menjadi seorang pemimpin, haruslah berpijak dari filosofi yang kuat.

Yang sudah, sudahlah.

Perjalanan panjang di depan terentang banyak tantangan. Terlebih Mamasa. Masih banyak yang mesti dibenahi.

ABM janji, jalan Mamuju-Mamasa-Tabang target rampung paling ujung 2018.

Bersabarlah.

TRANSTIPO.com, Mamasa – Dalam sebuah muhibah itu, atau yang keren kita sebut safari, sudah barang tentu dijalani berjadwal. Dari satu tempat ke tempat yang lainnya secara runtut.

Ramadhan 2017 ini adalah awal yang baik bagi Ali Baal Masdar dan Enny Anggraeny Anwar. Keduanya mulai memimpin secara formal Provinsi Sulbar ini langsung ‘berjumpa’ dengan bulan yang Suci.

Dengan fakta itu, bisa dibilang ABM dan Enny berada pada momentum yang baik memulai pemerintahan yang keduanya nakhodai.

Fakta politik di waktu lalu—dalam politik Pilkada untuk region Mamasa misalnya—sudah semestinya layak dikubur dalam-dalam, kecuali mungkin dalam perasaan para tim sukses tempo hari. Jika itu masih ada ‘terganjal’ sedikit euforia, redamlah.

Tapi, begitulah.

Pemimpin yang kita hadirkan saat ini dalam relungnya membuncah banyak pengharapan, pula mimpi-mimpi besar untuk Sulbar Maju dan Malaqbiq.

Kunjungan gubernur ABM ke Mamasa di saat dua pertiga Ramadhan ini, bukanlah soal urutan mana yang lebih baik duluan dan mana yang belakangan.

Rabu siang, 14 Mei 2017, ABM dan rombongan safari tiba di Mamasa kota. Ia disambut hangat oleh Obed Nego Depparinding dan sejumlah pejabat formal daerah: Bupati Mamasa Ramlan Badawi, Sekda Mamasa Benyamin YD, Wakil Bupati Mamasa Bonggalangi, dan Wakil Ketua DPRD Mamasa Martinus Tiranda.

Ketika ABM beri sambutan di ruang pola Kantor Bupati Mamasa, ia menyampaikan, pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Mamasa menjadi salah satu target penyelesaian pemerintahan Gubernur Sulbar di periode ini.

Di hadapan seluruh kapasitas Pemkab Mamasa, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM) bilang, “Untuk pembangunan ke depan, Pemprov Sulbar akan bersinergi dengan Pemkab Mamasa di semua bidang. Program pembangunan antara provinsi dan kabupaten tak boleh tumpang tindih. Misalnya, pembangunan infrastuktur jalan akan dilanjutkan.”

“Saya sudah berkoordinasi dengan Balai, tahun 2018 jalan Mamuju, Mamasa, hingga Tabang harus selesai. Setelah itu kita lanjutkan jalur Sumarorong, Pana, dan Tabang. Untuk percepatan pembangunan jalan tersebut akan disiapkan satu unit eskavator untuk percepatan pekerjaan jalan. Kalau jalan di sana terbuka, banyak areal yang bisa dikembangkan, termasuk areal perkebunan,” kata ABM.

Kepada Bupati Mamasa, ABM minta untuk percepat Perda RTRW, sebab ini jadi dasar kelanjutan pembangunan di Kabupaten Mamasa.

ABM juga sampaikan, saat ini Pemprov Sulbar sedang menyusun rencana pembangunan jangka menengah daerah (RPJMD). Setelah itu, katanya, akan mengundang para bupati untuk sampaikan usulan program masing-masing, dan itu kemudian akan diselaraskan dengan program yang saat ini sedang disusun dalam RPJMD.

Untuk pengembangan pariwisita, misalnya kata ABM, ke depan pelaksanaan Sandeq Race akan dibangkitkan kembali. Ditargetkan pelayarannya bisa sampai ke Pulau Bali.

ABM uraikan, diharapkan melalui perlombaan Sandeq Race akan banyak wisatawan mancanegara yang masuk ke Sulbar. Tekait program prioritasnya, yaitu One Village One Program (OVOP) —satu desa satu program– ABM meminta kepada jajaran Pemkab Mamasa untuk mendukung program itu.

“Paling tidak kalau tak bisa satu desa, ya setiap kecamatanlah. Intinya harus ada prioritas,” pinta ABM.

Gubernur Sulbar ini tak lupa sampaikan, jaga persatuan dan kesatuan antara sesama umat beragama, serta keamanan.

“Terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menyukseskan Pilkada yang lalu. Kepada masyarakat baik muslim maupun non muslim, sejak dulu sudah bersatu padu, saling menghargai satu sama lainnya. Ini patut dipertahankan dan menjadi contoh bagi seluruh umat di seluruh dunia,” harap mantan Bupati Polman dua periode ini.

Ali Baal juga himbau kepada semua masyarakat, “Jangan ada lagi perbedaan. Kita harus bersatu membangun Sulawesi Barat.”

Bupati Mamasa Ramlan Badawi mengemukakan, program utama Kabupaten Mamasa adalah infrastruktur jalan, ekonomi rakyat, pariwisata, dan kerukunan umat beragama.

“Permohonan maaf saya berserta seluruh jajaran apabila ada kesalahan selama ini. Kami bersama jajaran dan semua elemen masyarakat berkomitmen dan bertekad siap mendukung program Gubernur Sulawesi Barat,” tegas Ramlan di depan ABM.

Dalam kunjungan ke Mamasa ini, Gubernur Sulbar didampingi oleh Kapolda Sulbar Brigjen Pol Nandang dan Komandan Korem 142 Tatag Kolonel Inf. Taufik Shobri.

Kehadiran ABM di Mamasa juga disambut hangat oleh tokoh adat, agama, pemuda dan ormas, serta sejumlah undangan—termasuk di dalamnya sejumlah ‘mantan pegiat lapangan’ ABM-Enny.

ISHAK/DIAN AFRIANTY/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR