Deklasasi Pemilu 2019 berintegritas, tolak politik uang, lawan politik SARA yang dilaksanakan oleh Bawaslu Sulawesi Barat di Lapangan Ahmad Kirang Mamuju pada Selasa pagi, 18 September 2018. (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Badan Pengawasan Pemilihan Umum (Bawaslu) Sulawesi Barat menggelar deklarasi Pemilu 2019 berintegritas, lawan politik uang dan politisasi SARA di Lapangan Ahmad Kirang, Mamuju, Selasa pagi, 18 Agustus 2018.

Deklarasi ini dipimpin Ketua Bawaslu Republik Indonesia (RI) Abhan. Hadir Ketua Bawaslu Sulawesi Barat Sulfan Sulo beserta ketua-ketua Bawaslu kabupaten dan Panwaslu kecamatan se-Sulawesi Barat. Hadir pula utusan pengurus partai politik.

Ketua Bawaslu RI Abhan mengatakan, ada tiga elemen yang berperan penting dalam terselenggaranya Pemilu yang berintegritas.

“Ketiga elemen tersebut adalah penyelenggara Pemilu, peserta Pemilu (partai politik, caleg, dan calon perseorangan), dan pemilih (masyarakat),” ucap Abhan dalam orasinya.

Abhan mengatakan, untuk itu demi terciptanya dan terselenggaranya Pemilu yang berintegritas maka kita harus bersama-sama mengangkat tangan untuk melawan dan menolak politik uang dan politisasi SARA.

Selanjutnya, orasi kedua dari Ketua Bawaslu Sulawesi Barat Sulfan Sulo. Ia bilang, hari ini kita disatukan semangat yang sama untuk mewujudkan sebuah Pemilu yang berkualitas.

“Untuk dapat menjadikan Pemilu ini menjadi Pemilu yang berkualitas dan berintegritas, mari kita sama-sama melawan politik uang dan politisasi SARA. Politisasi SARA dapat memecah belah Negara Kesatuan Republik Indoneaia (NKRI),” tegas Sulfan Sulo.

Dari komisioner KPU juga diberi waktu orasi. Adi Arwan Alimin yang hadir mewakili KPU Sulawesi Barat. Saat orasi ia sampaikan, satu kata penting yang harus kita jungjung dalam kampanye ini adalah, kita harus bersama-sama melawan dan menolak politik uang, politisasi SARA untuk Pemilu yang berintegritas.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR