Pertemuan Tim Kapal Selam untuk SDK yang berlangsung di Denpasar, Bali, Selasa siang, 29 November 2016. Pertemuan ini diinisiasi oleh Zainal Tayeb alias Jenol. (Foto: Jenol)

Laporan langsung dari Denpasar, Bali, Selasa siang, 29 November 2016.

TRANSTIPO.com, Denpasar – Haji Zainal Tayeb alias Jenol benar-benar memenuhi janjinya kepada laman ini. Minggu siang lalu, ia berjanji akan mengadakan pertemuan dengan Suhardi Duka (SDK) di Bali.

Hari ini, itu benar adanya. Siang tadi, Jenol mengirimkan sebuah gambar melalui WhatsApp. Gambar itu adalah pertemuan 35 tokoh lintas peran dari Kabupaten Mamasa dengan SDK—salah satu Calon Gubernur Sulbar 2017.

“Saya ada 35 tokoh dari Mamasa adinda. Jadi bukan 20 tokoh tapi 35 tokoh. Bicaraki’ sama pak SDK di,” kata Jenol membuka perbincangan melalui telepon, siang tadi.

“Selamat siang adinda Sarman,” SDK membuka penjelasan.

Alhamdulillah, kami sedang bertemu dengan pak Haji Zainal Tayeb di Denpasar, Bali. Beliau fasilitasi kami untuk bertemu khusus dengan 35 tokoh penting dari Kabupaten Mamasa,” kata SDK siang tadi, Selasa ini.

Menurut SDK, ada empat hal yang dibicarakan—dan akan dia penuhi jika dirinya jadi Gubernur Sulbar. “Pertama, saya berjanji kepada sejumlah tokoh di Mamasa bahwa akan melanjutkan pembangunan infrastruktur jalan dan jembatan. Kedua, akan kita kembalikan Mamasa sebagai lumbung kopi di Sulbar, bahkan di Indonesia tumur. Ketiga, anak-anak daerah Mamasa perlu diberdayakan. Dan keempat, Tim Kapal Selam—yang pembinanya adalah pak Jenol—akan jadi pionir pembangunan di Mamasa, nantinya,” jelas SDK pertelepon, langsung dari handphone milik Jenol.

Matasak—Pendeta senior di Mamasa—langsung menyambung. “Siang dinda. Saya Matasak. Sudah tidak aktif sebagai pendeta, tapi hampir semua Pendeta yang ada di Mamasa saat ini adalah murid saya,” kata Matasar dari Denpasar, Bali.

“Mengapa kami dukung pak SDK jadi Gubernur Sulbar?” tanya Matasak, yang langsung ia jelaskan alasannya. “Beliau ini, layak jadi gubernur. Visi dan misi yang menjelaskan itu. Beliau terbukti sukses memimpin Kabupaten Mamuju dua periode. Enerjik dan dan kuat bekerja,” jelas Matasak.

Salah seorang Tomakaka dari Sumarorong, Mamasa—begitu Jenol mengenalkannya pada laman ini—juga bicara via telepon itu.

“Saya dari Sumarorong dinda. Mudah-mudahan kami bisa menangkan pak SDK di Kabupaten Mamasa. Saya bergabung dalam Tim Kapal Selam untuk SDK berkat upaya pak Jenol,” aku Matasak.

Salah seorang tokoh Mamasa, Jhon Bataragoa juga bicara kepada laman ini. “Saya pikir pak SDK layak melanjutkan pembangunan di Sulbar adinda. Dan, setelah kami dengar visi, misi dan komitmen, maka SDK ini memang layak pimpin Sulbar lima tahun ke depan,” tutup tokoh ini yang dia mengaku kini telah menetap di Mamasa.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR