Ince Amran Thahir, Kepala Desa Budong-Budong, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah. (Foto: Ishaka)

TRANSTIPO.com, Topoyo – Dana desa yang bersumber dari APBN dan alokasi dana desa (ADD) dari APBD diharapkan dapat mendorong percepatan pembangunan infrastruktur desa dan pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Kedua sumber anggaran yang diperoleh setiap desa diharapkan bermanfaat bagi masyarakat dan penting dikelola secara transparan. Bahkan dapat menyerap angkatan kerja melalui kegiatan pada karya.

Aparat desa bersama Badan Perwakilan Desa (BPD) serta tokoh masyarakat dan tokoh pemuda di Desa Budong-Budong, Kecamatan Topoyo , Kabupaten Mamuju Tengah, telah merumuskan bersama tentang item kegiatan yang dibiayai melalui dana desa dan ADD tahun anggaran 2018.

Kepala Urusan Keuangan Desa Budong-Budong, Mustari S.Pd, yang didampingi Kepala Seksi Pemerintahan Desa Budongbudong, Abd Basit, yang ditemui di kantornya mengatakan, pemanfaatan dana desa dan ADD berdasarkan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaan yang dikeluarkan pemerintah.

“Dana desa dan ADD ini penggunaannya jelas. Adapun penggunaannya adalah berdasarkan petunjuk teknis atau juknis yang  sudah ditentukan. Masyarakat bisa melakukan pengawasan secara langsung. Setiap item kegiatan kami umumkan ke masyarakat melalui pemasangan baliho berukuran besar,” kata Mustari pada Rabu, 9 Mei 2018, pekan kemarin di kantornya.

Menurut Mustari, dana desa dan ADD yang diterima Desa Budong-Budong tahun ini adalah Rp 1.112.216.000.

Kepala Urusan (Kaur) Keuangan Desa Budong-Budong, Kecamatan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Mustari, didampingi Kepala Seksi (Kasi) Pemerintahan Desa Budong-Budong, Abd Basit. (Foto: Ishaka)

Anggaran tersebut dialokasikan untuk bidang penyelenggaraan pemerintahan, bidang pembangunan desa, bidang pembinaan kemasyarakatan, dan diperuntukkan membiayai bidang pemberdayaan.

Desa yang luasnya 18.750 hektar ini dihuni oleh 2.286 jiwa penduduk yang terdiri atas 1.231 laki-laki dan 1.055 penduduk berjenis kelamin perempuan.

“Penduduk di sini mayoritas bermata pencaharian petani dan nelayan,” kata Mustari.

Kepala Desa Budong-budong Ince Amran Thahir yang dihubungi secara terpisah menyampaikan bahwa keikutsertaan masyarakat dalam program pembangunan sangat penting.

“Saya bersama seluruh jajaran aparat desa mengajak keikutsertaan masyarakat dalam setiap program pembangunan di desa ini. Tidak mungkin kami bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakat. Karena itu, keberhasilan pembangunan di desa ini adalah keberhasilan kita semua yang  ada di Desa Budong-Budong,” ujar Ince Amran Thahir.

RULI SYAMSIL/ISHAKA MUH. TOIB

TINGGALKAN KOMENTAR