Kepala PPSDM Kemendagri La Ode Muhammad Salmar menyampaikan sambutan pada Pembukaan Diklat TOC lingkup Pemprov Sulbar di Hotel Berkah Mamuju pada Senin, 3 Desember 2018. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) kerjasama Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) Kemendagri Regional Makassar menggelar Diklat Training Officer Course (TOC) di Hotel Berkah Mamuju, Senin, 3 Desember 2018.

Kegiatan ini dilaksanakan selama sembilan hari yang dikuti 30 orang peserta yang berasal dari Pemerintah Kabupaten Mamuju 2 orang, Pemerintah Kabupaten Polewali Mandar (Polman) 1 orang, Pemerintah Kabupaten Mamuju Tengah (Mateng) 2 orang, dan sebanyak 25 orang adalah Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemerintah Provinsi Sulbar.

Diklat ini bertujuan agar peserta pelatihan dapat menyelenggarakan program pelatihan secara baik dan profesional. Selain itu, terwujudnya para penyelenggara pelatihan yang memenuhi kompetensi dalam penyelenggaraan pelatihan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Pemerintah Provinsi Sulbar Dr. Yakub F. Solon mengatakan, kegiatan ini sesungguhnya sulit untuk dilaksanakan karena anggaran yang begitu minim.

Kepala BPSDM Sulbar Dr. Yakub F. Solon menyampaikan sambutan sekaligus membuka Diklat TOC lingkup Pemprov Sulbar di Hotel Berkah Mamuju pada Senin, 3 Desember 2018. (Foto: Istimewa)

Namun menurutnya, mengingat kegiatan ini berdampak positif bagi ASN terutamanya BPSDM Sulbar, maka kegiatan ini dilaksanakan dengan sederhana.

Dr. Yakub F. Solon menjelaskan, peserta kegiatan ini sekitar 60 persen berasal dari BPSDM Provinsi Sulbar.

“Ini untuk memperkuat sumber daya BPSDM Sulbar ke depan, karena BPSDM merupakan lembaga Diklat dan Akreditasi. Dan, sebagai salah satu persyaratannya adalah, penyelenggara diklat harus memenuhi standar kompetensi atau tersertifikasi. Olehnya, yang diikutkan dalam kegiatan ini umumnya dari BPSDM Sulbar,” papar Dr. Yakub F. Solon.

Ia menambahkan, “Kami juga mengundang seluruh kabupaten se-Sulbar untuk mengikuti kegiatan TOC ini, namun hanya tiga kabupaten yang mengirimkan perwakilannya,” ujarnya.

Kepala BPSDM Sulbar Dr. Yakub F. Solon mengalungkan tanda peserta kepada salah seorang peserta Diklat TOC lingkup Pemprov Sulbar di Hotel Berkah Mamuju pada Senin, 3 Desember 2018. (Foto: Istimewa)

Kepala BPSDM Sulbar ini berharap, dengan dilaksanakannya kegiatan ini, bisa berdampak positif bagi pengembangan SDM Sulbar, terutama aparaturnya.

Meskipun kegiatan ini sangat sederhana, ujarnya, namun ada banyak ilmu bermanfaat yang bisa diperoleh. Olehnya ia berharap, ikuti kegiatan TOC ini dengan baik.

“Negara bisa berkembang pesat dan maju jika negara tersebut memiliki masyarakat yang memenuhi prinsip-prinsip kehidupan, yakni masyarakat yang memiliki integritas, etika, disiplin dan mengikuti aturan. Inilah yang dimaksud dengan masyarakat yang memenuhi prinsip kehidupan. Sepanjang masyarakat tidak memiliki prinsip ini, maka negara tidak bisa maju. Prinsip inilah harus kita anut,” jelasnya.

Kepala PPSDM Kemendagri La Ode Muhammad Salmar mengapresiasi kegiatan diklat TOC ini. Karena tidak semua daerah yang telah memiliki lembaga BPSDM merespon terhadap Diklat TOC. Olehnya itu ia sangat mengapresiasi kegiatan ini.

Foto bersama seusai acara pembukaan Diklat TOC lingkup Pemprov Sulbar di Hotel Berkah Mamuju pada Senin, 3 Desember 2018. (Foto: Istimewa)

“Kita ketahui bahwa BPSDM itu merupakan lembaga untuk mencerdaskan sumber daya aparatur dalam pelayanan publik. Tidak ada lembaga yang diberikan kewenangan untuk mencerdaskan aparatur kecuali BPSDM. Bukan berarti komponen lain tidak bertanggung jawab, tapi yang memiliki pemahaman tentang hal ini adalah BPSDM. Karena itu, pelaksanaan TOC ini bagi ASN BPSDM Sulbar sangat tepat dan baik,” ujar La Ode Muhammad Salmar.

La Ode tambahkan, pelatihan TOC ini harus dilaksanakan karena sangat bermanfaat bagi pelatihan-pelatihan berikutnya yang akan dilaksanakan. Harus ada ASN lulusan TOC yang mengatur pelaksanaan kegiatan agar tidak berantakan. Ini juga merupakan persyaratan agar suatu lembaga bisa terakreditasi. Olehnya itu, ASN BPSDM Sulbar harus mengikuti TOC untuk mendapatkan akreditasi.

“Fungsi pendidikan aparatur itu sangat penting karena sangat memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa dan negara, khusunya Provinsi Sulbar. Jika kita tidak mempersiapkan SDM kita, maka apa yang ada di Sulbar akan sirna begitu saja. Makanya, melalui Diklat TOC ini, SDM Sulbar diperkuat dan dipersiapkan ke depan,” ujarnya. Advertorial

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR