Kepala BPS Sulbar Suntono, SE, M.Si (tengah) didamping oleh pejabat Kantor BPS Sulbar lainnya, Mamuju, Rabu, 1 Maret 2017. (Foto: Risman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Berdasarkan rilis yang dibuat oleh Kantor BPS Sulbar, berdasarkan survei terkait harga konsumen dari 82 kota di Indonesia, di bulan Februari kota Mamuju mengalami inflasi sebesar 1,07 persen.

Sesuai data statistik, dari 62 kota yang mengalami inflasi dan 20 kota yang mengalami deflasi, Manado merupakan kota yang inflasinya paling tinggi, yakni 1,16 persen dengan indeks harga konsumen sebesar IHK 128,49. Inflasi yang paling rendah ada di kota Ternate, yakni 0,03 persen dengan indeks harga konsumen IHK sebesar 131,13.

“Dari hasil survei harga konsumen di 80 kota di mana 62 kota yang mengalami inflasi dan 20 kota yang mengalami deflasi, Mamuju termasuk kota yang mengalami inflasi dan berada di urutan ketiga dari 62 kota yang mengalami inflasi,” jelas Suntono, Kepala BPS Sulbar dalam paparannya terkait inflasi di Mamuju di Kantor BPS Sulbar, Rabu, 1 Maret 2017.

Menurut Suntono, inflasi yang terjadi di Mamuju di Februari 2017 ini terjadi dikarenakan adanya peningkatan indeks harga yang ditunjukkan oleh tujuh kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 2,26 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,19 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar 1,47 persen, kelompok sandang 0,37 persen, kelompok kesehatan 0,26 persen, kelompok pendidikan, rekreasi, dan olaraga 0,07 persen, dan yang terakhir kelompok transport, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,36 persen.

Suntono mengungkapkan, inilah tujuh faktor yang mempengaruhi indeks harga sehingga di kota Mamuju mengalami inflasi.

“Jika dilihat dari perubahan indeks tahun kelender Februari 2017, maka di Mamuju  inflasinya sebesar 1,67 persen, sedangkan jika dilihat dari tingkat perubahan indeks dari tahun ke tahun (Februari 2017 terhadap Februari 2016), maka inflasinya sebesar 4,38 persen,” kata Suntono.

RISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR