Kepala Balai Besar BPOM Sulbar Netty Nurmuliawati beri keterangan pers seusai kegiatan Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat, Kosmetik, dan Makanan yang digelar di Grand Mutiara Hotel, Mamuju, Senin, 19 September 2016. (Foto: Zulkifli) Kepala BPOM Sulbar Netty Nurmuliawati

TRANSTIPO.com, Mamuju – Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Sulbar untuk kali pertama melakukan sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat, Kosmetik, dan Makanan yang digelar di Grand Mutiara Hotel, Mamuju, Senin, 19 September 2016.

Kepala BPOM Sulbar Netty Nurmuliawati kepada sejumlah awak media menjelaskan, penyebaran informasi dalam memilih obat, makanan dan kosmetik teramat penting.

“Jadi, penting kita berikan penyebaran informasi kepada peserta terkait dalam memilih obat, makanan, serta kosmetik. Kita sekarang ini dalam tahap memberikan pencerdasan terhadap masyarakat. Kita berikan informasi sehingga mereka bisa mengerti dan paham bagaimana memilih obat yang benar, membeli pangan yang aman—termasuk juga kosmetik dan obat tradisional,” urai Netty.

Maraknya penjualan produk obat-obatan, makanan dan kosmetik yang ilegal di Sulawesi Barat, makanya Kepala Balai Besar POM Sulbar ini beri pemahaman kepada seluruh peserta agar mewaspadai obat-obatan dan kosmetik yang ilegal itu.

“Sekarang banyak pemasar kosmetik menjanjikan yang berlebih-lebihan tapi kenyataannya malah berdampak buruk bagi kesehatan. Begitupun obat dan pangan yang mengandung bahan yang berbahaya. Itu semua yang kita berikan pemahaman ke masyarakat supaya mereka mengerti. Kalau mereka sudah mengerti mereka sudah cermat. Mereka sudah bisa proteksi dirinya, jangan cuma aparat saja yang melakukan pengawasan sebab tidak akan optimal. Kita capek mengawasi tapi mereka sendiri tidak paham,” jelas Netty.

Netty, katanya, telah berencana melakukan sosialisasi pemberdayaan masyarakat melalui komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) obat, kosmetik, dan makanan ke semua kabupaten di Sulbar.

“Kami juga akan ke kabupaten. Ke depan kita akan genjot kegiatan seperti ini. Kita akan undang tokoh-tokoh masyarakat, tapi cuma 30 orang setiap tempat. Mereka mewakili keluarga-keluarga, nanti mereka yang akan menyebarluaskan lagi di keluarganya. Kita sudah anggarkan untuk masuk desa. Kami akan melatih kader-kader di desa-desa. Mereka diberikan bimtek, dan nantinya dilombakan,” jelas Netty.

Kegiatan sosialisasi ini melibatkan dinas kesehatan, dinas kelautan dan perikanan, badan ketahanan pangan, PKK, mahasiswa kesehatan, dan sejumlah tokoh masyarakat. “Peserta sekitar 250 orang,” tutup Netty Nurmuliawati.

ZULKIFLI

TINGGALKAN KOMENTAR