Kepala BPK Perwakilan Sulbar Eydu Oktain Panjaitan, SE, MM, AK, CA. (Foto: Fransiskus Felendity)
Kepala Sekretariat Asih Waryanti, S.Sos, MM diapit oleh dua ‘master ceremony’ yang salah satunya Imelda (kiri) dalam acara Media Workshop BPK Perwakilan Sulbar, Jumat, 9 Agustus 2019. (Foto: Fransiskus Felendity)

Menurut Eydu Oktain Panjaitan, siapa saja bisa datang ke Kantor BPK Perwakilan Sulbar untuk ambil naskah hasil pemeriksaan laporan kuangan pemerintah daerah (LKPD). “Bawa identitas. Isi form yang telah disediakan. Bisa bawa flasdisk atau bahkan kirim via surat elektronik (email). Tujuannya apa. Tapi ingat, kami akan pantau itu. Apa digunakan sesuai permohonannya,” kata Kepala BPK Perwakilan Sulbar ini pada Jumat, 9 Agustus 2019.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Meski pernah ‘dibakar’ pada 3 ruangan auditor di Gedung BPK Perwakilan Sulawesi Barat pada Jumat pagi, 19 April 2019, para pimpinan, auditor, dan staf di badan pemeriksa ini tak surut melangkah.

Tak kendor semangat pantang mundur. Hal itu saya saksikan dari aura, intuisi, dan dari intonasi setiap pemapar dalam sebuah kegiatan yang diberi nama Media Worskhop BPK Sulawesi Barat 2019. Acara ini berlangsung pada Jumat, 9 Agustus 2019, dimulai pada pukul 14.30 WITA—empat bulan setelah kejadian kebakaran lalu itu.

Acara ini dihadiri tak kurang 40 orang—30-an wartawan atau wakil media massa di Sulbar dan selebihnya pejabat pamong dari provinsi dan 6 kabupaten di Sulbar.

Dipandu dua orang master ceremony: Imelda dari Pemprov Sulbar dan seorang perempuan lagi pegawai internal BPK. Segala penganan tersedia di atas meja, di depan aula maupun yang ada dalam ruangan. Ini tradisi menjamu tamu.

Mula-mula dibuka oleh moderator, Nursiska Ria. Penjelasan pertama oleh Kepala BPK Perwakilan Sulbar Eydu Oktain Panjaitan.

Sebelum menyentuh isi, Eydu terlebih dulu perkenalkan jajarannya yang penting kepada peserta. Ia sebut nama Ali Wardana sebagai Kepala Subauditorat BPK Perwakilan Sulbar. secara singkat ia sebut, pak Ali ini paling senior di kantor perwakilan.

“Hampir seluruh Kaliman dan Sulawesi telah ia kelilingi. Termasuk pernah di NTB. Soal penguasaan perwakilan dia ahlinya,” kata Eydu sembari disambut tawa flor.

Lalu berturut-turut sejumlah nama dengan segala uraian singkat kapasitas dan peran strategis mereka di BPK Perwakilan Sulbar—meski tak diuraikan di sini.

Kepala Sekretariat Asih Waryanti, Kepala Subbagian Humas dan Tata Usaha Fransiskus Felendety, Kepala Subbagian Hukum Dedi Setyawan, Kepala Subbagian Keuangan Andi Pajeriah, Kepala Subbagian Sumberdaya Manunia Lingga Ramadhani, Kepala Subbagian Umum dan TI Gathot Wijanarko, Pengendali Teknis Nursiska Ria, termasuk nama-nama 9 staf BPK Perwakilan Sulbar.

Media Workshop BPK kali bertema “Pemahaman Tugas dan Fungsi BPK dan Hasil Pemeriksaan Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2018”.

“Sudah lama direncanakan kegiatan ini, tapi barulah sekarang bisa kita laksanakan,” kata Eydu, tuan rumah kegiatan ini.

Berkali-kali Eydu sebut bahwa kemitraan dengan media sangat strategis. “Bisa kita tidak apa-apa, atau apa yang kita lakukan bisa tak punya gaung di luar manakala media tak memberitakan apa sesungguhnya yang terjadi.” Bukan di Jumat itu ia ucapkan begitu.

Dan, pada Jumat, 9 Agustus itu ia pertegas, “Sebetulnya, secara substansi, BPK dan media itu sama. Peran kita sama, dan mari kita bermain dalam peran kita masing-masing.”

Dan ia tambahkan, secara positif tujuan kita satu mendorong akuntabilitas—yang dimaksudkan oleh pemerintah daerah dalam menggunakan uang publik.

Media Workshop ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mendalam dan sharing pendapat antara BPK dan media terkait tugas dan fungsi BPK serta hasil pemeriksaan LKPD 2018.

“Kegiatan Media Workshop BPR Perwakilan Sulbar merupakan kegiatan tahunan BPK Perwakilan Sulbar. Kegiatan ini melibatkan media massa untuk mengedukasi masyarakat dalam rangka meningkatkan pengetahun tentang kegiatan BPK dalam hal transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pengelolaan keuangan daerah,” ujar moderator, Nursiska Ria dalam penjelasan pembukaannya.

Pada sesi yang lain, Eydu menegaskan, opini BPK itu adalah pernyataan profesional pemeriksa atas kewajaran penyajian laporan keuangan namun tidak menjamin tiadanya tindak kecurangan. Dan, jika pemeriksa menemukan adanya kecurangan, praktis hal ini harus tetap diungkap dalam Laporan Hasil Pemeriksaan.

Baca: ‘Mahkota’ Auditor BPK: Kompeten, Penuh Etika, dan Sejujur-jujurnya.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR