“Bongkar Muat” Kandidat Golkar

3383

TRANSTIPO.com, Mamuju – Banyak pihak berasumsi bahwa hampir bisa dipastikan, kehadiran Golkar di Pilgub Sulbar 2017 adalah kubu ‘penggembira’.

Ketika hal ini dikonfirmasi ke kalangan yang dekat dengan Golkar Sulbar, nyaris tak ada yang berani bersuara lantang. Tapi, melihat perjalanan Golkar dalam Pilgub ini yang “bongkar muat” kandidat menjelang hari terakhir pendaftaran resmi, mengindikasikan bahwa ada persoalan intern yang belum tuntas.

Apa itu? Kesolidan belum jadi milik Golkar Sulbar. Hadirnya Hasanuddin Mas’ud—konon miliarder muda Majene dari Kalimantan Timur—telah membuat Golkar kehilangan pondasi utama menjadikan kader utama Golkar di Sulbar tampil di gelanggang politik pembangunan.

‘Import’ kader Golkar dari luar adalah bukti yang paling absah bahwa partai ini terlambat berbenah pasca ‘ditinggal’ Anwar seusai Pilpres 2014 lalu. Pemecatan Anwar Adnan Saleh sebagai Ketua DPD Golkar Sulbar oleh DPP Golkar lantaran ia berada belakang Joko Widodo – Jusuf Kalla (Jokowi-JK) pada Pilpres lalu adalah awal ‘musibah’ yang masih berurat-berakar hingga kini.

Munculnya Hasanuddin Mas’ud, disusul dengan Syibli Sahabuddin—yang akhirnya mundur dari gelanggang—kemudian terformalisasi pada Jendral Salim Mengga (JSM) sebagai Cagub Sulbar 2017 dan Cawagub Hasanuddin Mas’ub (JSM-Hamas) yang diusung Partai Golkar Sulbar di Pilgub ini, adalah fenomena yang sulit terbantahkan bahwa: Golkar di Sulbar akan kian keropos performancenya dan prospektifnya ke depan.

Apa itu pasti? Belum, masih ada Tuhan dan Golkar ‘asli’ sendiri yang akan memperbaikinya ke depan.

Dari luar, atau dari Denpasar, Bali, misalnya, pengusaha Jenol memandang lain Pilgub Sulbar kali ini.

“Saya melihat—ketika saya berada selama 3 hari di Mamuju beberapa hari lalu—Golkar dan yang diusungnya dalam Pilgub ini tidak ada apa-apanya. Saya tidak melihat Golkar solid mendukung figurnya untuk mau memenangkan Pilgub Sulbar 2017 ini,” kata Jenol pertelepon dalam diskusi Senin sore, 26 September 2016.

Menurut pendiri Mirah Boxing Camp ini, “Jujur saya mau bilang, hanya dua kubu yang secara serius akan bertarung di Pilgub. Yakni, kubu ABM-Enny dan kubu SDK-Kalma. Kubu Golkar pasti akan kalah. Sudah mulai kelihatan di lapangan. Banyak kader Golkar bilang ke saya tetap akan dukung yang menang survei,” urai Jenol di ujung telepon.

Kepada siapa dukungan akan dialihkan yang dimaksud? “Rada-rada ke Enny menurut mereka nanda,” tutup Zainal Tayeb.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR