Sapi Brahman Cross—jenis sapi bantuan pemerintah pusat kepada Provinsi Sulbar 2018. (Foto: Net.)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pertengahan bulan November lalu, sepintas menyeruak dan ribut-ribut perihal klaim lokasi ternak sapi di Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

Tak ada hujan jika tak lebih dulu mendung di atas awan. Mengapa baru saat ini muncul klaim pada sebuah tempat yang bakal dijadikan lokasi peternakan sapi penyubur daging itu? Jawabannya sederhana. Ya, karena akan ada bantuan ratusan ekor sapi dari pemerintah pusat dan—mungkin—akan ditempatkan pemeliharaannya di lokasi tersebut.

Betapa seriusnya ribut-ribut kecil itu, sampai-sampai Komisi II DPRD Provinsi Sulbar mengunjungi lokasi dimaksud sekalian menggali informasi perihal sejarah singkat dan kebenaran kepemilikan lokasi tersebut.

Pada tanggal 15 s.d. 17 November 2018, Komisi II DPRD Sulbar berangkat ke Desa Beroangin, Kecamatan Mapilli, Kabupaten Polewali Mandar (Polman)—lokasi sumber seteru ringan itu.

Siapa saja yang klaim sebagai pemilik yang sah lokasi di Desa Beroangin itu? Tak lain adalah Pemerintah Provinsi Sulbar, dalam hal ini Dinas Pertanian Provinsi Sulbar, dan masyarakat di desa tersebut.

Beberapa hari lalu, Haji Sudirman, Ketua Komisi II DPRD Sulbar bilang begini pada laman ini. “Kami sudah melakukan kunjungan kerja ke Desa Beroangin. Masyarakat di sana beri penjelasan kepada kami bahwa lokasi di desanya itu sudah mereka garap sejak 40 tahun lalu. Mereka bilang telah miliki bukti sporadik atas kepemilikan lokasi itu,” jelas legislator Sudirman.

Penjelasan Tanawali tentang bantuan Sapi

Ketika seorang pejabat formil daerah menghadiri salah satu acara resmi di tempat umum, maka di situlah salah satu momen baik bagi wartawan melakukan konfirmasi terkait apa yang menjadi agenda penulisan pada medianya.

Pada Rabu, 28 November 2018, Plt Kepala Dinas Pertanian Provinsi Sulbar Ir. Tanawali baru saja mengikuti pelantikan pengurus DPD HNSI Sulbar di d’Maleo Hotel and Convention Mamuju.

Di tempat itulah laman ini mengonfirmasi Tanawali. “Sanya sangat prihatin jika barang itu (sapi, red) batal datang di Provinsi Sulbar, apalagi bantuan ini hanya dua daerah di Indonesia yang diberikan yakni Provinsi NTB dan kita (Sulbar, red),” terang insinyur Tanawali.

Ia tambahkan, “Saya yakin seyakin-yakinnya, feeling saya mengatakan tidak ada yang tidak bisa kita selesaikan selama niat kita baik, duduk bersama dengan saudara-saudara kami di atas (Beroangin, red).”

Kapan bantuan sapi itu tiba di Sulbar?

Tanawali menjawab, “Sebelum masuk ke Sulbar, sapi jenis Brahman Cross itu akan dikarantina dulu di Kabupaten Sidrap kemudian akan dikirim ke Sulbar. Saya perkiraan akhir bulan sudah ada di sini.”

Informasi yang dihimpun laman ini, jumlah bantuan sapi dari pusat untuk Provinsi Sulbar sebanyak 335 ekor. Terinci, Kabupaten Polman 250 ekor sapi, Kabupaten Majene 10 ekor sapi, Kabupaten Mamuju 30 ekor sapi, Kabupaten Mamuju Tengah 10 ekor sapi, dan Kabupaten Pasangkayu 35 ekor sapi.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR