Sekprov Sulbar Drs. H. Ismail Zainuddin, M.Pd (duduk, kiri) hadir selaku pembicara utama dalam kegiatan Rakor Kelitbangan Sulbar Tahun 2017 yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 13 Maret 2017. Kepala Balitbangda Sulbar Dr. Jamil Barambangi (duduk, kanan) juga hadir beri materi. Ketua Panitia Rakor Yohanis Piterson (sedang berdiri di podium) sedang beri laporan. (Foto: Farid)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Untuk menyamakan persepsi terhadap program kerja di Lingkup Pemerintah Provinsi Sulbar (Pemprov Sulbar), Badan Penelitian dan pengembangan Daerah (Balitbangda) mengelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kelitbangan Tahun 2017 yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai III Kantor Gubernur Sulbar, Senin, 13 Maret 2017.

Sekretaris Provinsi Sulbar Drs. H. Ismail Zainuddin, M.Pd pada kesempatan tersebut menyampaikan, dunia penelitian dan pengkajian itu adalah penentu kemajuan dan pengembangan suatu daerah. Melalui hal itu, segala perencanaan, pelaksanaan sampai hasil karya pemerintah dapat terukur dengan baik.

Masih menurut Drs. H. Ismail Zainuddin, M.Pd, suatu tujuan akan menghasilkan produk yang baik melalui cara persamaan persepsi dalam menyusun rencana program yang diharapkan mampu mendorong semua pihak terkait dengan pengembangan komoditas daerah. Tidak hanya itu, katanya, sebelum menjadi sebuah rencana srategis, peran Litbang menjadi perencana yang penting.

“Kebanyakan dari aparat sipil pemerintah melihat program-program di daerah lain lalu menerapkannya di daerah sendiri, tetapi tidak memahami kualitas sumber daya manusia  sendiri. Setiap proses harus memberikan inovasi dalam setiap kegiatan dan program peningkatan masyarakat,” jelas Drs. H. Ismail Zainuddin, M.Pd.

Mantan Penjabat Bupati Mamuju Tengah ini juga menyampaikan, kebanyakan di antara ASN, begitu melihat sesuatu yang ada di daerah lain langsung membawa pulang dan kemudain bikin program.

“Padahal mental masyarakat dan kondisi geografis kita—dan lain sebagainya—belum tentu siap mengadopsi teknologi itu, belum tentu siap mengikuti program yang telah dilihat pada daerah lain. Sehingga apa yang terjadi jika langsung diadopsi bisa mendatangkan kerugian. Hal itu terjadi, karena tidak melakukan pengkajian dengan cermat,” urai Drs. H. Ismail Zainuddin, M.Pd.

Mantan Pelaksana Harian Gubernur Sulbar ini kemukakan, salah satu faktor utama keberhasilan suatu daerah adalah SDM yang berkualitas. Di Sulbar ini telah digenjot SDM yang ada. Pemprov Sulbar telah melakukan peningkatan dibandingkan beberapa tahun lalu. Perkembangan teknologi juga begitu cepat, sehingga ASN juga dituntut untuk segera mempercepat langkah sebab persaingan teknologi yang begitu cepat, dengan begitu kita tidak akan ketinggalan.

Ketua Panitia Rakor, Yohanes Piterson melaporkan, Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sulbar adalah kelembagaan baru yang terbentuk di tahun 2016 melalui Perda Nomor 6 tentang Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan secara operasional telah berjalan secara resmi pada awal Januari 2017. Kegiatan Rapat Kordinasi tersebut merupakan bagian pengalaman dalam menyusun kinerja sehingga peran dan fungsi Balitbangda dapat dimaksimalkan.

“Silaturahmi di antara kita. Sulbar membutuhkan pemikiran dan ide kreatif semua stakeholder dalam membangun Sulbar. Persamaan persepsi dalam Kelitbangan, menyusun program kerja tahun 2018 yang dapat mengokomodir serta hasil yang diharapkan tersedia pada program-program dan sinkronisasi Kelitbangan Lingkup Pemprov Sulbar sehingga tidak terjadi tumpang tindih dalam bekerja,” kata Yohanis Piterson.

Rakor ini, lanjut Piter—sapaannya—bertujuan untuk menyamakan persepsi terkait program kerja Kelitbangan yang responsif sesuai kebutuhan daerah. Selanjutnya menyusun program kerja tahun 2018 yang dapat mengakomodir masukan dari stakeholder terkait dari inovasi untuk membangun program unggulan daerah.

“Kami berharap kalau ada kegiatan-kegiatan lingkup Kelitbangan baik instansi maupun vertikal daerah dapat kita sinergikan sehingga tidak terjadi kegiatan tumpang tindih,” kata Yohanis Piterson.

Pada Rakor ini dihadiri 40 peserta, terdiri dari peserta utusan lembaga vertikal,  LPTP Sulbar, perwakilan Kemenkum HAM, BKKBN, utusan kabupaten, perguruan tinggi, dan perwakilan OPD di Sulbar. Selain dihadiri Sekprov Sulbar Drs. H. Ismail Zainuddin, M.Pd, Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kajian Daerah Provinsi Sulbar Dr. Jamil Barambangi, juga hadir sejumlah udangan lainnya. Advertorial

FARID/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR