Foto: fb armin mustamin toputiri

Oleh: Armin Mustamin Toputiri

PADA tahun 1984, usia berapakah Anda? Pun jika belum lahir di tahun itu, jarak selisih tahun berapakah sesudah itu Anda lahir? Silahkan menghitung sendiri, sebab di tahun yang sama, pada 14 Mei, di belahan dunia nun jauh di sana, di kawasan Dobbs Ferry, Westchester Country, di Kota New York, Amerika Serikat, Karen Kempner seorang psikiater, istri dokter gigi Edward Zuckerberg, melahirkan anak keduanya. Seorang bayi mungil berambut sedikit ikal berwarna kemerah-merahan.

Bayi mungil itu, kelak di 2004, saat berusia 20 tahun, ia mendirikan usaha. Melalui usaha yang dirintisnya itu—selang hanya 14 tahun pada 2018 atau ketika usianya baru 34 tahun—menghantarnya menjadi orang terkaya kelima di muka bumi. Sungguh ajaib bin menakjubkan. Tak percaya, tapi nyata. Mungkin Anda menduga, ia memelihara tuyul. Keberuntungan hasil lotre. Atau menduga, sisa warisan ayahnya yang dokter gigi. Dan bukan warisan ibunya seorang psikiater. Apalagi hasil korupsi.

Keajaiban itu murni bersumber dari uang halal. Murni hasil kreatifitasnya. Keringat otaknya sendiri. Campur tangan orangtuanya sebatas menyiapkan satu unit komputer kala ia masih kanak-kanak saat ia berusia delapan tahun. Sebatas itu, selebihnya terserah si anak, mau memanfaatkan apa seperangkat komputer itu—bermain game, poker, bermedia sosial, atau apa pun jua. Selanjutnya terserah. Entah hal negatif atau positif. Terserah diri si anak. Orangtua tak sudi mendikte.

*

ANAK kedua dari empat bersaudara itu, benar sempat mengecewakan orangtuanya. Sejak punya komputer, ia seringkali telat masuk sekolah. Puncaknya, saat dikenai sanksi drop uot (DO) dari kampusnya, Harvard University.

Kapokkah ia? “Apa saya ingini telah berada di tangan. Saya tak mau punya ijazah lalu bekerja. Perkara ijazah itu hanyalah untuk orang lemah.” Betapa angkuh ia. Tapi ia tak peduli kata orang. Bersama D’ Angelo, sekelasnya di Phillips Exter Academy, tetap saja mengutak-atik komputer.

Bersama D’ Angelo, mereka membuat program Plug-in untuk MP3 player Winamp. Melayani kesukaan banyak orang pada aneka jenis lagu. Kreasinya itu dikirim ke sekian perusahaan, diantaranya ke AOL (American Online) dan Microsoft. Lalu AOL dan Microsoft tergiur, dan memberinya projek. Kedua sahabat itu mulai berpenghasilan, meski masih duduk di sekolah menengah. Sekian projek telah dikerja, tapi sayang keduanya harus berpisah saat berkuliah. Ia diterima di Harvard University, sementara D’ Angelo di Caltech University.

Kegemarannya mengutak-atik program komputer, berlanjut di arena perkuliahan. Ide-idenya makin menggeliat. Tahun pertama di Harvard, ia membuat direktori mahasiswa secara online. Dalihnya, lewat direktori itu, para mahasiswa bisa saling kenal, komunikasi timbal balik secara online tanpa perlu menelpon atau bertatap muka. Juga bertukar pikiran memperdalam pelajaran yang diterima di ruang kelas. Tapi apa lacur, ide secemerlang itu justru ditolak oleh pimpinan di kampusnya.

Kian ditolak, ide cemerlangnya kian membuncah. Diam-diam ia mengumpul data mahasiswa sekelasnya untuk berkomunikasi online lewat CourseMatch.com yang dibuatnya. Lalu tahun kedua, ia menyabot data mahasiswa di kampusnya, memuat di Facemash.com, website terbaru menyusul dibuatnya. Selang hanya empat jam, 22.000 orang mengunjungi website itu. Lagi-lagi karyanya tersandung kebijakan kampus. Ia dituding mencuri data mahasiswa. Tapi ia tak menyesali. “Justru media online seperti itu, harusnya tersedia di kampus”.

*

“I THINK a simple rule of business is, if you do things that are easier first, then you can actually make a lot of progress”. Demikian prinsip ia anut. Memulai dari hal sederhana, kelak berbuah maha karya. Hambatan CourseMatch.com dan Facemash.com di kampusnya, justru di 2004 saat usianya 20 tahun, melejitkan debut barunya membuat facebook. Tak dinyana, awal 2019, dari 7,7 miliar penduduk dunia, 2,38 miliar jadi pengguna facebook. Indonesia peringkat keempat facebooker dunia, yaitu 120 juta orang (44,94 total populasi).

Pesatnya laju facebook, mencatat rekor sebagai media sosial pertama di dunia yang meraih satu miliar pengguna aktif. Kini memiliki 25.105 karyawan. Bahkan demi menguatkan posisinya di media sosial, September 2012, facebook membeli Instagram senilai USA 1 miliar, lalu Februari 2014 membeli WhatsApp senilai USA 19 miliar. Teranyar, dengan gagah perkasa meluncurkan mata uang baru. Libra namanya. Berlaku mulai tahun depan. Tiap pengguna facebook—meski tak punya rekening bank—dapat berbelanja via dompet Calibra.

Akhirnya, sejak 2004 saat facebook dibuat, hingga 2018 tahun lalu, hanya selang 14 tahun kemudian, facebook meraup keuntungan melimpah, menghantar pembuat, juga pemilik facebook menjadi orang terkaya kelima dunia, saat usianya baru 34 tahun. Harta dimilikinya USD 72,4 Miliar, sekisar Rp. 1.034 triliun. Hanya berselisih tipis dari rencana penerimaan perpajakan Indonesia 2018, yaitu Rp. 1.618 trilun. Pengasilan facebook sebagian besar dari penjualan iklan. Periklanan media sosial, 83,3 persen dikuasai facebook.

*

BENAR-benar ajaib. Anda pasti takjub. Terbukti, orang terkaya kelima di dunia, bukan karena hasil warisan orangtua, pula bukan hasil lotre, korupsi ataukah karena memelihara tuyul, tapi murni dari hasil kreatifitas, keringat otaknya sendiri. CNBC mencatat, sedang tidur sekalipun, penghasilannya mengalir. Perhari ia meraup USD 4,4 juta, atau Rp. 52,2 miliar. Berarti sejam ia mampu meraih Rp. 2,175 miliar. Silahkan Anda menghitung sendiri, berapa uang ia raup tiap menit, bahkan tiap detiknya.

Orang yang meraup penghasilan ajaib itu, tak lain adalah bayi mungil yang dulu dilahir 1984, Mark Zuckerberg. Bergelimang harta, namun tak bakal diwaris untuk turunannya, tapi untuk The Chan Zuckerberg Initiative, lembaga sosial dikelola istrinya, Priscilla Chan. Ke kantor, selalu berkaos abu-abu, ciri khasnya. Mobil terparkir di rumahnya, Honda Fit seharga Rp. 400 juta saja. Jika ditanya, apa rahasia bisa sekaya itu. Spontan djawabnya “Apa yang Anda pikirkan?” seperti tulisan abu-abu di beranda akun facebook Anda. Bukan “Apa yang Anda kerjakan?”

Makassar, 05 Agustus 2019

TINGGALKAN KOMENTAR