Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh (kiri) pernah menyebut bahwa Sekda Sulbar Ismail Zainuddin layak diusulkan sebagai Penjabat Gubernur Sulbar. Foto Anwar dan Ismail ketika sedang mengikuti acara olahraga Sulbar, beberapa waktu lalu di lapangan Merdeka Mamuju. (Foto: Zulkifli)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh mengaku bersedia mewakafkan dirinya untuk Sulbar. Hal itu disampaikan dihadapan peserta Upacara Apel kesadaran yang dirangkaikan dengan Hari Kesehatan Nasional ke-52 di Lapangan Upacara, Kantor Gubernur Sulbar, Kamis, 17 November 2016.

“Di tempat ini saya menyampaikan betapa besar perhatian saya untuk Sulbar. Akan terus menerus saya berikan untuk kemajuan Sulbar. Provinsi ini saya secara fisik tidak akan pernah melupakan, dan sejak awal saya mewakafkan hidup saya untuk Provinsi Sulbar.

Berulang kali hal itu telah saya katakan, dan itu bukan retorika. Saya lahir dan dibesarkan di Provinsi Sulbar, sudah menjadi kewajiban saya untuk memperhatikan Sulbar. Karena itu mari kita bersama-sama terus menerus menata Provinsi Sulbar menjadi lebih baik. Ini hanya bisa terwujud jika kita semua membangun solidaritas dan kebersamaan dengan seluruh rakyat Sulbar,” tandas Anwar yang akan mengakhiri masa jabatannya 14 Desember mendatang.

Ia juga menyampaikan, upacara 17 November ini adalah yang terakhir kalinya bersama Wagub Sulbar Aladin S. Mengga memimpin Sulbar pada periode kedua kepemimpinannya.

Menjelang 14 Desember mendatang, sebagai Gubernur Sulbar, Anwar mengimbau kepada seluruh aparat sipil negara dan seluruh masyarakat Sulbar untuk terus menjalin persatuan dan kesatuan, serta kebersamaan guna kelanjutan pembangunan Sulbar demi untuk kesejahteraan masyarakat Sulbar.

Pada upacara tersebut, gubernur juga menyampaikan harapannya bahwa siapapun yang diinginkan oleh rakyat menjadi Gubernur dan Wagub Sulbar pada pilkada yang akan berlangsung 15 Februari mendatang, itu bisa melanjutkan pembangunan di Sulbar.

“Saya bersama Wagub sadar betul bahwa lima tahun terakhir dan lima tahun sebelumnya bukanlah waktu yang cukup untuk menuntaskan seluruh pembangunan yang dicita-citakan. Saya dari lubuk hati yang paling dalam meminta kebersamaaan dan seluruh perangkat pemerintahan di Provinsi ini terus menerus menjaga solidaritas, menjaga kebersamaan dan etos kerja agar dari tahun ke tahun dari waktu ke waktu daerah ini terus mendapatkan kemajuan dan kemakmuran sesuai  yang diinginkan rakyat,” ucap Anwar.

Disampaikan, Sulbar  merupakan bagian yang tidak terpisah dari NKRI, hanya dengan kebersamaan masayarakat Sulbar, cita-cita pembangunan rakyat di Sulbar mampu diteruskan.

Rakyat Sulbar merindukan kesejahteraan, kebahagiaan dan kedamaian. Mari berikan yang terbaik untuk Sulbar, jangan berhenti berbuat dan bekerja secara sungguh-sungguh di 27 hari ke depan.

Menurut Anwar, dirinya bersama Wagub sudah sepakat sampai pada jam terakhir menjabat sebagai Gubernur dan Wagub Sulbar, akan mencurahkan perhatian dan bekerja untuk Sulbar. Kepada penjabat sementara Gubernur Sulbar nantinya, siapapun yang akan dilantik oleh Mendagri akan mengikuti jalanya proses demokrasi.

“Penjabat Gubernur Sulbar tersebut akan menjadi pemimpin penerus dan pelanjut kegiatan Gubernur Sulbar sampai dilantiknya Gubernur dan Wakil Gubernur terpilih hasil Pilkada, 15 Februari 2017,” kata Anwar.

“Siapapun orangnya kita belum tahu karena UU mengatakan kewenangan itu ada pada pemeritah pusat. Namun saya selaku gubernur dua periode, tentu mengharapkan suatu proses kesinambungan, di mana program yang sedang berjalan terus dilanjutkan,” harap Anwar.

HUMAS/DESI Kontributor

TINGGALKAN KOMENTAR