Sebagai pembina politik, Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh (kanan) dan Wakil Gubernur Sulbar Aladin S. Mengga (kiri) hadir pada acara Kampanye Damai Pilgub Sulbar 2017, Pantai Manakarra Mamuju, Jumat sore, 28 Oktober 2016. (Foto: Zulkifli)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Jika pada 14 Desember nanti, Anwar Adnan Saleh dan Aladin S. Mengga akan menanggalkan jabatan resminya selaku Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar periode 2011 – 2016. Itu berarti, satu periode masa kepemimpinan keduanya telah berakhir.

Dan ketika waktu itu telah tiba, maka genap sudah Anwar Adnan Saleh menakhodai provinsi ini selama 10 tahun. Dan, bagi Aladin S. Mengga, sejarah akan menitahkan namanya sebagai Wakil Gubernur Sulbar yang kedua. Pendamping Anwar pada periode kepemimpinan Sulbar yang pertama adalah HM Amri Sanusi.

Sore tadi, Jumat, 28 Oktober 2016, adalah hari pertama kampanye. Sebagai pembuka kampanye Pilgub, maka KPU beri nama Kampanye Damai. Kampanye ini dihadiri oleh seluruh peserta atau tiga kontestan pada Pilgub Sulbar 2017.

Ketiga kontestan itu yakni, SDK-Kalma (1), SM-Hamas (2), dan ABM-Enny (3). Pimpinan parpol pengusung ketiga peserta Pilgub ini hadir pada kampanye damai ini. Tim sukses dan pendukung juga ada, meski oleh KPU Sulbar—sebagai pelaksana acara ini—membatasi jumlah baik kendaraan yang dipakai maupun massa pendukung.

Gubernur Sulbar Anwar Adnan Saleh dan Wakil Gubernur Sulbar Aladin S. Mengga. Keduanya tampak sumringah sebab tentu dalam benaknya—mungkin—ini adalah salah satu ‘karya’ pembangunan keduanya dalam konteks bangunan demokrasi.

Secara formal, Anwar dan Aladin masih akan menyaksikan jalannya separuh proses Pilgub yakni acara kampanye para peserta paling tidak hingga 13 Desember 2016. Sebab dalam periode aktif keduanya, undang-undang telah menggariskan bahwa pada 14 Desember nanti, keduanya sudah harus mengakhiri masa dinasnya selaku pemimpin formal pemerintahan dan pembangunan di tanah Mandar besar ini.

Kampanye damai, atau seluruh rubungan tentang Pilkada atau Pilgub ini, adalah semacam oase politik penutup bagi Anwar – Aladin. Nakhoda Sulbar ini tentunya ingin kampanye Pilgub berjalan damai, aman, jujur, demokratis, dan berkualitas tinggi.

“Kita ingin Pilgub Sulbar lebih prestisius,” kata Ketua KPU Sulbar Usman Suhuriah ketika Launching Pilgub Sulbar di tempat yang sama pada 3 September 2016 lalu.

Di ujung acara kampanye damai tadi, sejumlah wartawan mewawancarai Gubernur Sulbar 10 tahun ini. Anwar mengatakan, sangat mengapresiasi penyelenggaraan deklarasi kampanye damai yang diselenggarakan oleh KPU Sulbar.

“Saya berharap kepada tiga pasangan calon agar tak saling menjatuhkan satu sama lain dan menjalankan aturan-aturan KPU dan Bawaslu selama kampanye berlangsung,” kata Anwar.

“Saya apresiasi kinerja KPU Sulbar. Saya juga telah mendengar apresiasi dari para kontestan Pilgub bahwa akan bersedia mentaati semua aturan KPU dan Bawaslu dan akan saling menghargai, tidak akan saling merendahkan satu sama lain selama masa kampanye berlangsung,” puji Anwar Adnan Saleh.

Gubernur Anwar lalu menyambung, “Saya berharap itu dipatuhi dan dijalankan secara konsisten. Mereka sudah tanda tangan semua kesepakatan. Karena itu saya sampaikan selamat kepada tiga pasangan calon,” kata Anwar.

Anwar juga berharap kepada para pendukung pasangan calon agar mentaati aturan yang ditetapkan oleh KPU dan Bawaslu.

“Saya berpesan kepada para pendukung agar mentaati aturan-aturan yang ada. Dan saya minta kepada seluruh petugas pengamanan dari Kepolisian dan TNI agar menjalankan tugas-tugas pengamanan sebaik-baiknya dan seadil-adilnya terhadap tiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulbar,” urai Anwar.

Anwar menutup waktu wawancara ini dengan mengatakan, “KPU dan Bawaslu agar menjalankan tugasnya dengan baik dan adil kepada tiga pasangan calon.”

ZULKIFLI/ARW/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR