Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh. (Foto: Net)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Anwar Adnan Saleh bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan detik-detik proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71 tahun 2016 yang berlangsung di lapangan upacara Kantor Gubernur Sulawesi Barat, Rabu, 17 Agustus 2016.

Pada upacara HUT RI ini tampak hadir Wakil Gubernur Sulawesi Barat, Kapolda Sulawesi Barat, Ketua dan sejumlah Anggota DPRD Sulawesi Barat, Kabinda Sulawesi Barat, Kepala SKPD Provinsi Sulawesi Barat, Anggota DPR-RI dan Anggota DPD-RI, sejumlah tokoh pejuang pembentukan Sulawesi Barat, dan tamu undangan.

Di atas panggung kehormatan, dengan suara lantang Gubernur Anwar mengisahkan perjalanan selama sembilan tahun memimpin upacara yang sangat sakral ini.

“Sepuluh tahun yang lalu, tepatnya 17 Agustus 2007, kita memulai tonggak sejarah baru di provinsi ke-33 ini. Hari ini, genap 10 tahun lamanya kita kembali memperingati hari yang sama, hari keramat bagi bangsa Indonesia,” kata Anwar.

Masih dalam pidato Anwar Adnan Saleh, “Tahun ini adalah tahun tarakhir saya memimpin upacara Hari Kemerdekaan Republik Indonesia. Tahun terakhir kita duduk dan berdiri bersama-sama di sini, di halaman kantor yang luas ini.”

Gubernur Sulawesi Barat Anwar Adnan Saleh tak lupa mengucap syukur dan terimakasih kepada para pejuang pembentukan Provinsi Sulawesi Barat.

“Saya mengucapkan terimaksih kepada seluruh rakyat serta pimpinan SKPD dalam lingkup Pemerintahan Provinsi Sulawesi Barat atas dedikasi dan pengabdiannya selama ini. Saya bangga bisa bersama-sama dengan dua tokoh yang sekaligus menjadi pendamping saya selaku Wakil Gubernur Sulawesi Barat,” jelas Anwar.

“Dari lubuk hati saya yang paling dalam, baik sebagai pejuang dan mewakili teman-teman pejuang pembentukan provinsi ini, selaku pelaku sejarah maupun sebagai pimpinan pemerintahan, saya menyampaikan penghargan dan terimakasih saya kepada leluhur dan pejuang yang telah mendahului kita semua. Terimakasih saya kepada arwah para leluhur yang telah mendoakan, seluruh stakeholder, DPRD Sulawesi Barat yang telah bersama-sama bahu-membahu menjalankan roda pemerintahan selama hampir sepuluh tahun ini. Berkat itu semua, provinsi ke-33 di Indonesia ini telah mampu sejajar dengan provinsi lainnya di Indonesia,” urai Anwar.

Menurut Anwar, hari ini Sulawesi Barat telah menunjukkan satu keberhasilan yaitu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terbaik ketiga dari 34 provinsi di Indonesia.

“Kita telah menunjukkan bahwa provinsi ini terlepas dari kebodohan, bukan lagi provinsi tertinggal, terbelakang, terisolasi, termiskin sebagaimana yang melekat pada provinsi ini di awal terbentuknya provinsi ini. Ini semua terjadi karena kerja keras kita semua, kerja keras para pemimpin daerah ini, mulai dari gubernur, bupati, camat, lurah/kepala desa, seluruh guru, petugas kesehatan, TNI dan POLRI yang telah bekerja keras sehingga bisa mengantarkan daerah ini memperoleh kehormatan dari BPK RI dengan opini WTP terbaik pada tahun 2014. Mudah-mudahan Sulawesi Barat kembali beroleh opini WTP terbaik ladi untuk tahun 2015. Dan insya Allah tahun depan, 2016, opini WTP ketiga kalinya diperoleh provinsi ini,” urai Anwar Adnan Saleh.

Gubernur Sulawesi Barat dua periode ini mengaku jujur bahwa masih banyak pekerjaan berat yang harus diselesaikan.

“Karena itu saya berharap gubernur dan wakil gubernur yang akan datang dapat melanjutkan pembangunan provinsi ini. Di depan, tampak masih banyak pengharapan rakyat yang belum bisa kita wujudkan selama 10 tahun ini,” kata Anwar Adnan Saleh.

Karena itu, Anwar menambahkan, “Saya mengajak kita semua bersama-sama mendukung pemerintahan yang akan datang. Siapa pun dia yang akan memimpin daerah ini kita harus dukung demi kelanjutan pembangunan yang telah kita upayakan bersama selama ini. Kita dukung pemerintahan yang akan meneruskan cita-cita perjuangan para leluhur ketika provinsi ini diperjuangakan. Dukungan itu harus tulus dan ikhlas. Itu harapan saya.”

ZULKIFLI

TINGGALKAN KOMENTAR