Andi Waris Tala, saat diwawancara sejumla awak media, Kamis 9 November 2017. (Foto : Frendy)

TRANSTIPO.com, Mamasa – Menindak lanjuti laporan polisi atas dugaan peyebaran ujaran kebencian dan pencemaran nama baik di media sosial (medsos). Pihak peyidik Polres Mamasa memanggil pelapor Andi Waris Tala, untuk dimintai keterangan, Kamis 9 November 2017.

Sebelumnya pada 3 November 2017 yang lalu Andi Waris Tala, secara resmi melaporkan beberapa nama akun facebook yang diduga telah mencemarkan namanya lewat media social dengan menyebarluaskan informasi pencemaran nama baik lembaga Gereja Toraja Mamasa (GTM) dan juga profesi Pendeta yang diposting melalui akun facebook menggunakan nama Andi Waris Tala.

“Saya meras difitnah dan sangat dirugikan karena seakan-akan saya yang mencemarkan nama baik  institusi Gereja Toraja Mamasa (GTM) tempat saya bernaung dan juga profesi Pendeta, sehingga saya melapor secara resmi pada tanggal 03 kemarin,” ungkap Andi Waris.

Lanjut ia mengungkapkan kehadirannya di Polres Mamasa untuk memenuhi panggilan penyidik untuk memberikan keterangan sekaitan dengan laporan yang ia masukan beberapa hari lalu.

“Target saya melapor bukan soal berapa tahun hukuman atau apa sanksinya karena itu bukan rana saya, tapi saya ingin aktor yang berdiri dibalik nama saya itu bisa  terungkap, supaya tidak ada lagi korban-korban berikutnya di Mamasa. Karena jika hal ini terus dibiarkan maka tidak menutup kemungkinan ada lagi korban berikutnya yang lebih heboh dari pada saya. Sehingga ini merupakan efek jerah bagi pengguna medsos agar menggunakan medsos secara beretika,” jelasnya.

Pasca beredarnya informasi di media sosial facebook dengan dugaan pecemaran nama baik terhadap GTM dan pendeta. Andi Waris Tala mengelurakan pernyataan, bahwa dirinya tidak perna membuat postingan mencemarkan nama baik lembaga GTM maupun Pendeta, tetapi menurutnya ada oknum yang tidak bertanggung jawab yang degan sengaja membuat akun atas namanya untuk membuat postingan.

Walau demikian beredarnya informasi tersebut Andi Waris, mengaku sangat tertekan bahkan merasa diasingkan dari lembaga Gereja dimana ia bernaung.

“Bahkan ada ancaman rumah saya mau diserang, kemudian anak saya kadang pulang dari sekolah menangis karena diejek teman-temannya katanya bapaknya menghina Pendeta. Kejadian itu betul-betul membuat saya depresi dan psikologis saya terganggu akibat postingan yang tidak manusiawi itu,” kata Andi Waris.

Menanggapi adanya laporan dari kuasa hukum BMPS-GTM yang melaporkan akun facebook atas nama Andi Waris dan Octovianus Danunan atas dugaan pecemaran nama baik lembaga GTM dan profesi pendeta.

Menurutnya Andi Waris adalah langka yang positif dari lembaga GTM, karena akan mendorong aparat kepolisian untuk lebih serius dalam mengungkap siapa oknum yang telah menyebar dugaan fitnah tersebut.

“Jadi langka GTM sangat positif, supaya jangan hanya saya yang melapor tetapi dengan munculnya BPMS-GTM akan lebih mendorong semangat kerja kepolisian untuk segera mengungkap siapa aktor dibalik akun itu,” tutupnya.

FRENDY CHRISTIAN

TINGGALKAN KOMENTAR