Sekda Majene Andi Syukri Tammalele (tengah). (Foto: Arisman)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Untuk mengembangkan kain sutra Mandar (sarung Mandar), Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Majene Andi Syukri Tammalele mengatakan akan mengusulkan ke Bupati Majene agar kain sutra Mandar wajib digunakan di Majene.

Hal ini disampaikan Andi Syukri Tammalele saat menghadiri acara Sinergi Program Kegiatan Kementerian Koperasi dan UKM dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) dan TP PKK Provinsi Sulbar di d’Maleo Hotel dan Convention Mamuju, Selasa, 19 Maret 2019.

Dalam pemaparannya, Andi Syukri mengatakan jika pada prinsipnya kita di tanah Mandar, khususnya di Majene, memang perlu mengembangkan sarung sutra Mandar dengan menggunakan model dan desain yang lebih bagus dan kreatif.

“Di Majene nanti, kita akan usulkan ke bupati, kalau bisa, diwajibkan untuk memakai kain sutra Mandar,” ujar Sekda Majene ini yang pernah 26 tahun menjadi pamong di Pemkab Mamuju dan Pemprov Sulawesi Barat (Sulbar).

Terkait pegawai negeri (PNS) yang ada di Kabupaten Majene, menurut Andi Syukri Tammalele, bagi pegawai nantinya kita akan rencanakan rapat khusus terkait hal itu, dalam hal penggunaan kain sutra Mandar seperi apa motifnya, warnanya. Itu akan kita bicarakan di dalam rapat nanti.

“Hasil rapat nanti, kita akan sampaikan kepada semua OPD yang ada di Majene terkait jadwal pemakaian kain sutra Mandar, dan ini sudah jauh hari kita rencanakan,” ujarnya.

ARISMAN

TINGGALKAN KOMENTAR