Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar bersama Ketua Tim Penggerak PKK Sulawesi Barat Andi Ruskati Ali Baal saat melakukan kunjungan di PT Manakarra Unggul Lestari, Minggu, 15 April 2018. (Foto: Humas Pemprov Sulawesi Barat)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Gubernur Sulawesi Barat Ali Baal Masdar bersama Ketua TP PKK Sulawesi Barat Andi Ruskati Ali Baal melakukan kunjungan ke sejumlah perusahaan sawit.

Kunjungan diawali pada Minggu, 15 April 2018, di PT. Manakarra Unggul Lestari, Kecamatan Tommo, Kabupaten Mamuju. Setelah itu, gubernur kunjungi PT. Surya Raya Letari 1 di Kecamatan Sarudu, Kabupaten Pasangkayu.

Pada Senin, 16 April, direncanakan melakukan kunjungan ke CPO Bonemanjeng milik PT. Ungggul WTL, kemudian dilanjutkan ke pabrik kelapa sawit Agro Baras, Kecamatan Baras.

Pada Selasa, 17 April, Gubernur Ali Baal dan rombongan direncanakan mengunjungi PT. Letawa dan PT. Tanjung Sarana Lestari.

Ali Baal Masdar menyampaikan bahwa kunjungan ini untuk melihat langsung aktivitas di pabrik sawit. Sudah lama direncanakan, hanya saja, karena banyaknya agenda kegiatan.

“Setelah kunjungan ini, baru akan kita analisa lalu lakukan pertemuan kembali dengan para direktur perusahaan sawit yang telah kita kunjungi. Kita akan bicarakan program yang akan diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah untuk pengembangan ke depan, demi peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujar Ali Baal Masdar.

Saat berdialog, Ali Baal harap agar masyarakat jangan hanya berdiam diri tapi munculkan kreasi, inovasi.

“Untuk  perempuan, juga harus ikut dalam pembangunan. Konsep orang tua kita dulu adalah sibaliparri, ada persamaan gender, di mana perempuan mempunyai hak yang sama dengan kaum laki-laki,” sebutnya.

Setelah mendengar permintaan warga, kemudian Ali Baal bilang akan mengusulkan ke Telkom untuk pembangunan tower sehingga akan memudahkan masyarakat berkomunikasi.

Perwakilan dari PT. Manakarra Unggul Lestari, Sugito menyampaikan, proses perkebunan sawit di PT. Manakarra Unggul Lestari  dinilai lamban sehingga masih ada tanaman sawit yang belum menghasilkan.

Pembangunan pabrik, sebut Sugito, dimulai pada akhir tahun 2011 dan selesai akhir tahun 2013, sekaligus bermitra dengan masyarakat setempat.

Terkait produksi, masih dalam bentuk CPO dan Kernil, dan masih diangkut ke Pelabuhan Bonemanjing.

“Perusahaan ini belum mampu membangun pelabuhan sendiri, dan ini menjadi beban, sehingga trasportasinya menjadi agak mahal. Kami merencanakan tahun 2019 akan melalui pelabuhan di Belang-Belang, dan dengan demikian angkutan CPO dari pabrik ke pelabuhan akan menjadi lebih murah,” jelas Sugito.

Kendala yang juga dihadapi karena letak lokasi perkebunan PT Manakarra Unggul Lestari jauh dari jalan poros, sehingga masalah-maslah pengangkutan logistik agak berat.

“Mudah-mudahan ada program pemerintah bisa dikaitkan dengan program- program peningkatan jalan, sehingga bersambung dengan Mamuju Tengah agar pengangkutan logistik akan jauh lebih murah,” harap Sugito.

Manakarra Unggul Lestari mendapat ijin lokasi seluas 9.350 Hektar, dan sebagian besar masuk dalam kawasan hutan yaitu seluas 7.500 hektar, dan sisanya status APL sebesar 1850 Hektar. Jadi lahan seluas 7500 hektar yang harus melalui proses pelepasan kawasan hutan.

Pada tahun 2000 hingga 2005 pemerintah menerapkan moratorium pelepasan kawasan hutan. Nanti pada tahun 2006, PT Manakarra Unggul Lestari mendapat pelepasan kawasan hutan yang seluas 7500 hektar tersebut—yang telah diolah oleh masyarakat sehingga saat tuntutan ganti rugi, pihak perusahaan mengabulkannya.

Pada kesempatan tersebut, Ketua Tim Penggerak PPK Sulawesi Barat Andi Ruskati Ali Baal pengukuhan persatuan istri karyawan PT. Manakarra Unggul Lestari menjadi pengurus organisasi wanita perusahaan tersebut.

“Kami mendukung dengan terbentuknya persatuan istri pegawai PT Manakarra Unggul Lestari. Hal ini bisa menjadi ajang berdiskusi, bertukar pikiran untuk melakukan sesatu yang bisa bermanfaat dalam pembangunan daerah,” kata Ruskati.

Pada kesempatan itu juga, Gubernur Sulawesi Barat akan memberikan bantuan berupa mesin jahit kepada persatuan istri karyawan PT Manakarra Unggul Laestari.

Dalam kunjungan ini, Gubernur Ali Baal Masdar didampingi oleh Staf Ahli Gubernur Ibrahim, Asisten II Pemprov Sulawesi Barat Hamzah, dan beberapa pimpinan OPD.

ISHAK Kontributor

TINGGALKAN KOMENTAR