Maenunis Amin

Jika ‘betul’ ada, maka sangat berbahaya bagi kelangsungan dunia kesehatan provinsi ini. Manakala jarum suntik “dilumuri” hasrat politik, maka tambah runyamlah segala soal.

Tapi, semoga saja tidak.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Dengan kata pembuka yang jelas, Maenunis Amin bilang, “Dokter kembali mogok, tunggu hasil audit.”

Pengunduran diri para dokter RS Regional Sulbar diberitakan kembali dan dilayangkan kembali kepada Gubernur Sulbar. Hal ini terjadi, menyusul ketidakpuasan para dokter spesialis yang terus meminta agar Direktur Rumah Sakit Regional Sulbar tersebut diganti.

Menanggapi hal tersebut, Tenaga Ahli Gubernur Sulbar Maenunis Amin menyebut, secara resmi Gubernur belum menerima surat pengunduran diri kedua dari para dokter RS Regional Sulbar itu.

“Kami belum melihat surat pengunduran diri para dokter yang diberitakan kembali diajukan ke Gubernur untuk kedua kalinya. Kalau memang benar sudah ada, pasti akan segera dikaji,” sebut Maenunis, kepada laman ini, Kamis, 21 Desember 2017, siang.

Terkait dugaan tudingan oleh para dokter yang menyebut Gubernur Sulbar ingkar janji, Maenunis menyebut itu sebagai pernyataan tidak mendasar.

“Tidak ada janji yang pak Gubernur Sulbar ingkari. Itu pernyataan sepihak para dokter saja. Poin utama dalam pertemuan lalu yang dimediasi IDI adalah Gubernur akan menurunkan tim audit sebagai dasar evaluasi mengambil tindakan. Jadi tunggu saja hasilnya, insya Allah 2-3 hari ini sudah keluar,” lelas lelaki Maenunis.

Perihal tuntutan para dokter agar Gubernur Sulbar segera mengganti Direktur RS Regional, Tenaga Ahli Bidang Komunikasi ini mengharapkan semua pihak untuk tidak emosional berkomentar.

“Ini bukan masalah pecat memecat. Tapi pak Gubernur tidak mungkin mengambil keputusan atas dasar dorongan suka ataupun tidak suka. Ada prosedur dan mekanisme. Makanya referensinya harus diambil dari semua sisi. Data awal dari laporan para dokter, manajemen RS Regional serta kondisi di lapangan, itulah yang kemudian menjadi dasar audit,” jelas Maenunis, terangkan solusi.

Ia menutup perbincangan ini dengan menyebut, “Jadi, semua pihak agar menahan diri untuk berasumsi sampai hasil audit kita rilis bersama tim.”

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR