Bersalaman antara Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (kiri) dan Bupati Mamuju Utara Agus Ambo Djiwa (kanan) dalam kegiatan penyerahan DIPA tahun anggaran 2018 di Kantor Gubernur Sulbar, Mamuju, Selasa, 19 Desember 2017. (Foto: Humas Pemprov Sulbar)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar menyerahkan secara simbolis Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) serta Dana Transfer Daerah dan Dana Desa tahun anggaran 2018 kepada 252 Satuan Kerja Kementerian Negara/Lembaga lingkup Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) di auditorium lantai 4 Kantor Gubernur Sulbar, Selasa, 19 Desember 2017.

DIPA yang diserahkan sebesar Rp 3,239 triliun, sedangkan Dana Transfer Daerah dan Dana Desa sebesar Rp. 6,620,829,339,00 triliun. Sementara Alokasi Dana Desa (ADD) Provinsi Sulbar menerima sebesar Rp. 472, 270,192,000 miliar.

Dana Transfer ke daerah dan Dana Desa diserahkan kepada Provinsi Sulbar dan masing-masing enam kabupaten se-Sulbar.

Untuk Provinsi Sulbar menerima Dana Transfer sebesar Rp 1,534,783,449,000 triliun, Kabupaten Mamuju sebesar Rp. 939,485,262,00 miliar, Kabupaten Majene sebesar Rp. 760,189,218,000 miliar, Kabupaten Polewali Mandar sebesar 1,205,787,339,000 triliun, Kabupaten Mamasa sebesar Rp. 881,522,947,000 miliar, Kabupaten Mamuju Utara Rp. 738,375,589,000 miliar, dan Kabupaten Mamuju Tengah sebesar Rp. 560,685,535,000 miliar.

Sedangkan dana DIPA diberikan kepada Sekretariat Provinsi Sulbar sebesar Rp. 279,654,000 juta, Polda Sulbar jumlah 21 DIPA sebesar 153,340,009,000 miliar, Korem 142/Tatag Sulbar sebesar Rp. 255,048,530,000 miliar, Unsulbar sebesar Rp. 38,607,370,000 miliar, BPK RI Perwakilan Sulbar sebesar Rp. 14,659,709,000 miliar.

Kantor Kemenag Provinsi Sulbar dengan delapan DIPA sebesar 98,862,330,000 miliar, Dinas Kesehatan Sulbar dengan enam DIPA sebesar Rp.19,060,677,000 miliar, Dinas Pendidikan Sulbar dengan tiga DIPA sebesar Rp.5,299,935,000 miliar, Bandara Tampa Padang Mamuju sebesar Rp.102,819,298,000 miliar. Dinas Pertanian Sulbar dengan sepuluh DIPA sebesar Rp.172,068,929,000 miliar.

Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar dalam sambutannya mengemukakan, perencanaan dan penggunaan anggaran agar difokuskan pada kegiatan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Program atau kegiatan yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat, seperti pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur harus diprioritaskan,” kata Ali Baal Masdar.

Terkait pengalokasian anggaran untuk kegiatan nonprioritas yang kurang produktif seperti pada komponen belanja barang untuk perjalanan dinas, honorarium kegiatan, rapat di luar kantor dan paket meeting, Ali Baal Masdar berharap agar penggunaannya lebih selektif dan efisien dan harmonisasi perencanaan terus diselaraskan.

“Perencanaan akan memperkuat dan mematangkan penyusunan program-program pembangunan. Untuk itu, saya menginginkan agar satuan kerja, baik pusat maupun daerah dan pihak lain yang terkait bisa saling koordinasi dan bersinergi,” ucapnya.

Mantan Bupati Polman pada kesempatan tersebut juga meminta agar kebiasaan lama untuk menunda-nunda pelaksanaan yang berdampak pada penumpukan penyerapan anggaran pada akhir tahun harus diubah, serta peningkatan kualitas belanja pemerintah membutuhkan ketersediaan sistem tata kekola administrasi keuangan dari tahap perencanaan sampai dengan pertanggungjawaban yang efektif dan efisien.

Sementara, Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulbar Saiful Islam mengatakan, penyerahan DIPA tahun anggaran 2018 yang dilakukan pada akhir tahun2017 itu, sesuai dengan komitmen pemerintah untuk menyediakan dan menyalurkan dana guna pembiayaan kegiatan sejak awal tahun 2018 nanti.

Ia juga menjelaskan, kebijakan Anggaran Pendapatan dan Balanja Negara (APBN) 2018 bertujuan mendukung tercapainya pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, penciptaan lapangan kerja, pengentasan kemiskinan dan pengurangan kesenjangan agar terwujud kesejahteraan bagi seluruh masyarakat secara berkeadilan.

Untuk percepatan penyerapan anggaran, Saiful mengatakan perlu dilakukan langkah-langkah lebih terstruktur dari tahun sebelumnya, di antaranya segera menetapkan pejabat pengelola keuangan satuan kerja, baik yang ditetapkan Gubernur, Bupati, Menteri atau Ketua Lembaga dan Kuasa Pengguana Anggaran.

Selain itu, yang lebih penting menurut Saiful adalah percepatan dalam proses pengadaan barang/jasa, sebelum tahun anggaran 2018 berjalan seperti melakukan pelelangan dini.

Pada kegiatan itu juga dilakukan pemberian penghargaan Treasury Award oleh Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar kepada Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulbar, Bidang Keuangan Polda Sulbar, dan Universitas Sulawesi Barat dengan kategori kinerja terbaik Apartur Sipil Negara (ASN) Pengelola Anggaran.

Sedangkan pada kategori kinerja terbaik percepatan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja Negara, diberikan kepada Unit Penyelenggara Pelabuhan Mamuju, Pelaksana Jalan Nasional Wilayah II Provinsi Sulbar, dan Bidang Teknologi Informasi Polda Sulbar.

Hadir pada kesempatan tersebut Gubernur Sulbar dan Kepala Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulbar Saiful Islam juga dihadiri para bupati/wakil bupati se-Sulbar, Ketua dan Wakil Ketua DPRD se-Sulbar, Kapolda Sulbar Brigjen Pol. Baharuddin Djafar, Kepala Kejati Mamuju Andi Muhammad Hamka, Pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulbar, pimpinan instansi vertikal serta undangan lainnya.

MUHYIDDIN Kontributor

TINGGALKAN KOMENTAR