(Ki-Ka) Kapolda Sulbar Brigjen Pol. Baharudin Djafar, Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar, Kepala Perwakilan BNN Sulbar Brigjen Pol. Dedy Sutarya, Danrem 142/Tatag Mamuju Kolonel Inf. Taufiq Shobri, dan Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin foto bersama seusai upacara memeringati Hari Sumpah Pemuda, 30 Oktober 2017, di lapangan upacara Kantor Gubernur Sulbar. (Foto: Arisman Saputra)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Hari Sumpah Pemuda ke-89 jatuh pada tanggal 28 Oktober 2017. Pemprov Sulbar baru memeringati Hari Sumpah Pemuda ke-89 itu pada Senin, 30 Oktober 2017.

Dalam memeringati itu, Pemprov Sulbar gelar upacara bendera di lapangan upcara Kantor Gubernur Sulbar, Mamuju, Sulbar.

Yang bertindak selaku inspektur upacara adalah Gubernur Sulbar Ali Baal Masdar (ABM). Upacara ini dihadiri oleh Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin, Kapolda Sulbar Brigjen Pol. Baharudin Djafar, Danrem 142/Tatag Mamuju Kolonel Inf. Taufiq Shobri, Kepala Perwakilan BNN Sulbar Brigjen Pol. Dedy Sutarya, dan kepala OPD lingkup Pemprov Sulbar.

Seusai upacara, sejumlah wartawan wawancarai ABM. Ia bilang, momentum Sumpah Pemuda saat ini saya harap pemuda introspeksi diri, dalam arti harus mampu berkarya di zaman modern.

ABM juga katakan, pemuda juga jangan hanya tahunya berkumpul, bermain—seolah-olah tak ada pekerjaan lain. Bagaimana pemuda itu mampu berorientasi untuk ke depan, di mana masalah yang kecil jangan dibiarkan berkembang menjadi besar.

“Salah satu contonh, pemuda sekarang kalau ada apa-apa langsung demo, padahal itu bisa kita bicarakan baik-baik melalui perwakilannya,” pinta ABM.

Memang, kata ABM lagi, demo itu memiliki dampak positif, namum ada baiknya jika dalam menyampaikan aspirasi, ya pemuda miliki perwakilan saja, kan itu lebih simple.

Ia menambahkan, sebagai pemuda dalam menyampaikan aspirasi harus pintar memilah mana kewenangan provinsi dan mana kewenangan pusat. Dengan begitu ABM bilang, “Kita juga harus jeli melihat persoalan-persoalan.”

Gebernur Sulbar ini tak abai, “Kalau pun itu persoalan pemerintah provinsi, maka saya akan hadiri dengan membawa pejabat bidang sesuai yang bertanggungjawab atas aspirasi yang disampaikan oleh adik-adik pemuda itu.”

“Kalau misalnya aspirasi pemuda itu menyangkut masalah kesehatan, maka saya akan panggil direktur rumah sakit untuk kita bicarakan solusinya bersama-sama. Dan bila itu persoalan pertanian, maka saya juga akan panggil dinas pertanian,” begitu harap ABM.

Mantan Bupati Polman dua periode ini juga katakan, itulah yang saya harapkan kepada adek-adek pemuda dan mahasiswa dalam menyampaikan aspirasinya kepada kami selaku pemerintah, dan kata ABM, “Ada baiknya melaui perwakilannya saja—siapa yang mereka percaya.”

Intinya, singkat ABM, kami tak akan merugikan siapa pun, termasuk mahasiswa. Sebab, “Kita sudah berjanji untuk membangun Sulbar yang malaqbiq, dan kita sudah bersikap untuk memberantas korupsi.”

Ia tutup, “Kalau ini bisa terjalin dengan baik, insya Allah ke depan Sulbar akan lebih cepat maju.”

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR