Hj. Megawati Soekarno Putri (kiri) bersama Ali Baal Masdar (kedua kiri), Jawa Timur, 5 Juni 2017. (Foto: Ist.)

Bukan Djarot Syaiful Hidayat atau Ganjar Pranowo yang duduk di samping Mbak Mega, Tapi Ali Baal Masdar (ABM).

Ini bukan klise. Ini nyata.

Dengan begini, ABM punya ruang terbuka lebar—secara nasional tentunya—untuk berapresiasi membangun Sulbar—provinsi yang kini dipimpinnya.

Karena itu, tak salah jika Maenunis bilang, “Tak ingin santai, ABM tancap gas perluas jaringan.”

TRANSTIPO.com, Mamuju – “ABM tak ingin santai membangun Sulbar. Setelah dilantik, komitmen mengakselerasi pembangunan di Sulbar dibuktikan dengan melakukan langkah strategis internal dan eksternal pemerintahan.”

Itu kalimat pembuka Maenunis Amin ketika menjawab pertanyaan laman ini, sore tadi, 6 Juni, dalam percakapan WhatsApp.

Anjangsana ABM belum berhenti sejak mahkota itu disematkan di atas pundaknya pada 12 Mei lalu di Istana Negara, Jakarta.

Sejumlah komunikasi terus dibangun Gubernur Sulbar yang baru ini. Setelah menggelar silaturahim dengan para tokoh sukses Sulbar di Makasar, ABM kembali menghadiri undangan mantan Presiden RI, Megawati Soekarno Putri.

“ABM ingin membangun karakter pemerintahannya secara progresif. Kerja terukur, cepat dan sesuai target adalah filosofi kerja yang ingin beliau terapkan. Makanya beliau tak mau santai dan langsung tancap gas membenahi internal pemerintahan serta terus membuka jaringan nasional,” ungkap Maenunis Amin.

Tokoh muda yang digadang-gadang sebagai salah satu Tenaga Ahli Gubernur Sulbar ini mengharapkan kepada OPD dan ASN lingkup Pemprov Sulbar untuk mampu memahami pola kerja ABM.

“Segudang ide brilian pemerintahan ABM-Enny yang tertuang dalam visi misi dan program kerja, harus mampu diterjemahkan dalam kinerja yang bagus oleh OPD dan ASN lingkup Pemprov Sulbar,” kata pemikir strategis politik pemerintahan ini kepada laman ini.

Tugas utama pak gubernur, kata Maenunis lagi, adalah mendesain program, eksekutornya ya semua kapasitas dalam pemerintahan itu. “Assist dari pak gubernur tidak boleh jadi bola mati ketika di-top down,” tegas Maenunis.

Lelaki bekas perantau intelektual dari jazirah Arab ini menyebut, sejumlah perluasan jaringan tingkat nasional yang dibangun oleh ABM telah mendapat respon positif.

“ABM sekarang sedang menghadiri undangan ibu Megawati. Sejumlah menteri dan kepala daerah juga hadir. Saya rasa ini akan berdampak positif untuk progres jaringan ke pusat. ABM sangat elegan membangun pola komunikasi seperti ini. Ini modal penting yang sangat luar biasa,” kunci Maenunis.

SARMAN SHD

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR