Anwar Adnan Saleh, Gubernur Sulbar periode 2006-2016. (Foto: Zulkifli)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Anwar Adnan Saleh, Gubernur Sulbar Periode 2006-2016, turut hadir dalam pertemuan silaturtahmi antara Raja-raja se-Sulbar (PBB) dan Tomakaka se-Sulbar (PUS) di Hotel Maleo, Mamuju, Minggu malam, 5 Februari 2017.

Anwar, yang pernah duduk di DPR RI (1999-2014) telah terbilang sukses bangun infrastruktur Sulbar selama 10 tahun ia pimpin sebagai gubernur.

Ditemui seusai acara, Anwar bilang bahwa dirinya tidak akan masuk partai sebelum Pilkada selesai.

“Memang, banyak yang meminta saya untuk gabung, bahkan sebelum selesai dari jabatan gubernur pun sudah ada yang minta. Bukannya saya menolak, tapi nantilah dulu setelah Pilkada baru kita bicarakan,” kata AAS kepada sejumlah awak media.

Anwar juga mengatakan, rasa ndak enak kalau saya masuk di partai, apalagi ibu Enny (istrinya, red) maju dalam Pilgub sebagai calon Wakil Gubernur Sulbar mendampingi pak ABM. Pasti saya ndak bisa lagi netral dan langkah saya pasti terbatas.

“Setelah Pilkada baru saya putuskan apakah saya masuk ke partai lagi—kayak dulu—atau tidak,” kata Anwar.

Ditanya soal kampanye akbar Paslon ABM-Enny yang akan diselenggarakan di Polman (Senin, 6 Februari), Anwar menjawab, “Sudah siap. Tapi saya selalu menenkankan kepada Ibu (Enny, red), sudah saatnya kita menjual ke masyarakat program kerja, jangan saling menghujat satu sama lain. Dan, saya juga mengatakan jangan memberikan janji yang tidak bisa Anda penuhi kelak. Dan itu yang saya lakukan selama dua periode. Memang, ada janji saya yang belum selesai, tapi saya sudah jalankan,” tutup Anwar Adnan Saleh.

RISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR