AAS (dua dari kanan) sedang beri penjelasan tentang kemenangan ABM-Enny di Arena Cafe, Mamuju, Kamis sore, 16 Februari 2017. (Foto: Zulkifli)

“Hanya beberapa minggu saya bisa turun langsung bekerja untuk ABM-Enny. Tapi kerja keras kita semua telah membuahkan hasil. Memang saya akui, di Mamasa kita kalah. Di sana (Mamasa) terlalu massif. Mulai dari kepala desa, camat, pimpinan SKPD bekerja untuk lawan kita. Tapi hati nurani lebih besar,” kata AAS.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Tampak benar jika Eko Bambang Subiantoro—koordinator tim survei Polmark Indonesia untuk ABM-Enny—dalam kondisi kecapaian. Dari raut mukanya, ia tampak kepucatan. Tentu bisa dipahami sebab bekerja tiada henti selama hampir setahun di Sulbar ini, maka siapa pun dia pasti mengalami kondisi alamiah seperti itu.

Tapi mas Eko seolah melawannya. Ia tetap tampil kuat dan segar. Dari penjelasannya saat jumpa pers sore tadi di Arena Cafe, Mamuju, suanya nyaring dan jelas sekali. Ia menjelaskannya secara runtut, pasti, dan akurat.

Suaranya kerap meninggi, mendetailkan hasil pekerjaan surveinya yang berujung pada angka 39,46 persen sebagai tanda ABM-Enny menang di Pilgub Sulbar 2017. Hasil Quick Count ini telah rampung 97,5 persen, hingga siang tadi. Kata mas Eko, kami menggunakan sampel sebanyak 200 TPS di Sulbar.

Sajian tentang hasil survei ini, lihat tulisan berjudul, Di Markas Banteng, Eko Sumringah.

Gubernur Sulbar 10 tahun Anwar Adnan Saleh (AAS) pula tampak bersemangat menyambut kemenangan ABM-Enny. Saat jumpa pers sore tadi, AAS duduk di tengah bersama isterinya, Hj Enny Anggraeni yang tak lain adalah calon Wakil Gubernur Sulbar atau pasangan memimpin Ali Baal Masdar (ABM).

Setelah menyapa sekitar 40-an wartawan yang sempat hadir dalam jumpa pers itu, AAS secara khusus mengapresiasi kerja keras Banteng Muda ABM-Enny yang dikomandoi oleh Ahmad Istiqlal Ismail. AAS menoleh ke kanan, ke arah tempat duduk Istiqlal Ismail, persis di sebelah Raditya Ardimas Anwar.

AAS tak lupa berserah diri seraya bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kepada Istiqlal, AAS bilang, “Dia telah bekerja keras meraup suara yang cukup sehingga mampu mengimbangi perolehan suara di Mamuju. Semua orang tahu, di Kabupaten Mamuju adalah basis suara dari pasangan nomor urut 1, SDK-Kalma. Tapi, ABM-Enny bisa imbangi.”

Anak muda Istiqlal yang beroleh pujian dari AAS tampak menganggukkan kepala tanda ia sepakat dengan apa yang disampaikan “orang tua” Sulbar ini.

“Jumlah suara di Kabupaten Mamuju untuk pasangan ABM-Enny versi Quick Count dari Polmark mencapai 40 persen. Ini luar biasa,” kata AAS.

Mantan Ketua DPD Golkar Sulbar dua periode ini, yang konon sedang dilirik DPP PDIP di Jakarta, mengatakan, “Alhamdulillah, di Mamuju kita berhasil mengimbangi. Seandainya kita anjlok di Mamuju, atau sesuai target mereka akan meraup 85 persen suara, habis kita. Karena itu saya berterima kasih kepada saudara-saudara saya di Mamuju, terutama Banteng Muda dan masyarakat Mamuju, jaringan keluarga yang juga saya apresiasi. Tidak mudah kita bekerja di Mamuju.

Nantikan sajian berikutnya.

ZULKIFLI/SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR