Pj. Gubernur Sulbar Carlo Brix Tewu (tengah-kiri) dan Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin (tengah-kanan) saat Launching GNRM yang dilaksanakan di Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju, Jumat pagi, 7 April 2017. (Foto: Dian Hardianti Lestari)

“Gerakan Nasional Revolusi Mental direncanakan diikuti kurang lebih 7.000 orang; 3.000 ASN dan 4.000 masyarakat dan undangan,” kata Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin pada Senin, 2 April lalu. Jumat pagi tadi, Launching itu terlaksana.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Pada pukul enam lewat beberapa menit, jalan santai itu dimulai. Sepanjang jalan di bibir Pantai Manakarra itu, tujuh ribuan peserta bergerak perlahan sembari bersantai.

Tampak ramai sekali. Para peserta memakai kostum olahraga pilihan, atau seragam sport kantor. Bagi warga umum, mereka memakai pakaian yang membuatnya bebas bergerak: berjalan sembari bergoyang sesukanya.

Manakarra bergerak. Manakarra bersantai. Manakarra bersehat-sehat ria. Setelah itu, sebuah hajatan republik di masa kini diluncurkan. Gerakan Nasional Revolusi Mental namanya.

Ini gerakan sebangsa dan setanah air, sebab ia berdasar dari Instruksi Presiden Nomor 12 Tahun 2016. Dalam gerakan nasioanl ini, terdapat lima program: Gerakan Indonesia Melayani; Gerakan Indonesia Bersih; Gerakan Indonesia Tertib; Gerakan Indonesia Mandiri; dan Gerakan Indonesia Bersatu.

Gerakan Nasional Revolusi Mental, disingkat GNRM. Secara resmi diluncurkan oleh Pj. Gubernur Sulbar Carlo B Tewu di Anjungan Pantai Manakarra Mamuju, Jumat pagi, 7 April 2017.

Pejabat penting lainnya yang hadir, antara lain: Sekprov Sulbar Ismail Zainuddin, Kapolda Sulbar Brigjen Pol Nandang, Rektor Unsulbar Dr. Aksan Djalaluddin, Kabinda Sulbar Hamzah, Bupati Mamuju Habsi Wahid, Wakapolda Sulbar Kombes Pol Tajuddin, Sekkab Polman Andi Ismail AM, Wakil Bupati Majene Lukman, dan sejumlah tokoh formal dan informal lainnya yang tak disebutkan namanya di laman ini.

Dari atas panggung, Carlo B Tewu sampaikan, “Gerakan ini untuk menggembleng manusia-manusia agar menjadi manusia yang baru, berhati putih, berkemauan baja, bersemangat laksana rajawali serta berjiwa api yang menyala-nyala, inilah gagasan Revolusi Mental.”

Pasca kemerdekaan bangsa Indonesia, urai Carlo, perjuangan tak akan pernah berakhir. Perjuangan membangun bangsa, seperti pembangunan infrastruktur di Negara Kesatuan Republik Indonesia telah tarasa, akan tetapi bangunan itu tak ada artinya kalau mental manusianya tak ditata.

“Oleh karena itu kita Launching, kita laksanakan bersama Revolusi Mental ini di lingkungan kerja kita masing-masing. Ketika berbicara Gerakan Indonesia Melayani, bagi yang menyandang sebagai ASN, wajib hukumnya untuk melakukan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” tegas Carlo B Tewu.

Dan yang menjadi prioritas utama adalah aparat pemerintah yang digaji oleh uang rakyat harus mengembalikan dengan bekerja maksimal memberikan pelayanan.

“Saya ingin agar ke depan persoalan-persoalan semua yang terkait dengan pelayanan masyarakat bisa  maksimal, seperti penjaringan terhadap peserta  jaminan  sosial  kesehatan di seluruh Sulbar sudah harus tercapai seratus persen di tahun ini. Dan inilah bentuk-bentuk usaha kita merevolusi mental kita agar pelayanan kita kepada masyarakat bisa maksimal dilakukan,” urai Carlo.

Peluncuran Gerakan Nasional Revolusi Mental yang diikuti oleh sekitar 7 ribuan ASN di Pemprov Sulbar dan Pemkab Mamuju, dilaksanakan setelah dimulai dengan Jalan Santai di Pantai Mamuju, Jumat pagi, 7 April 2017. Tampak Rektor Unsulbar Dr. Aksan Djalaluddin (kiri). (Foto: Dian Hardianti Lestari)

Menurut Carlo B Tewu, Gerakan Nasional Indonesia Bersih itu dimulai dari lingkungan keluarga, rumah kita, kantor kita, tempat pekerjaan kita, tempat usaha kita bersih dari sampah.

“Mari kita singkirkan sampah-sampah yang ada di sekeliling kita. Kita perlu adopsi program Mamuju Mappaccing menjadi Sulbar Mappaccing. Gerakan Indonesia Tertib, artinya kita harus betul-betul tertib, di tempat-tempat publik, tertib berlalu lintas, dan tertib parker. Gerakan Indonesia Mandiri; pembangunan sektor usaha bisa berkembang di Sulbar agar bisa mandiri dan tak tergantung dengan wilayah lain. Gerakan Indonesia Bersatu, kita berharap agar semua komponen masyarakat Sulbar kita bersatu untuk melaksanakan Revolusi Mental,” urai jenderal bintang dua di Kepolisian ini.

Inpres  GNRM di Sulbar ditindaklanjuti dengan Keputusan Gubernur Sulawesi Barat, Maret 2017 tentang pembentukan gugus tugas Gerakan Nasional Revolusi Mental Provinsi Sulbar, terdiri dari lima kelompok kerja.

Ketua Sekprov Ismai Zainuddin. Grerakan Indonesia Melayani koordinatornya Inspektorat Sulbar, Gerakan Indonesia Bersih koordinatornya Komandan Korem 142 TATAG, Gerakan Indonesia Tertib koordinatornya Kepala Biro Operasi Polda Sulbar, Gerakan Indonesia Mandiri koordinatornya Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sulbar, dan Gerakan Indonesia Bersatu koordinatornya Kepala Kemenag Sulbar.

DIAN HARDIANTI LESTARI – ISHAK

TINGGALKAN KOMENTAR