Foto bersama antara Dewan Pendidikan Sulbar dan Diknasbud Sulbar, Mamuju, Rabu, 24 Januari 2018. (Foto: Arisman Saputra)

Dewan Pendidikan Sulbar sambangi SMA Negeri 1 Mamuju untuk mengonfirmasi kepada guru-guru yang belum terima tunjangan sertifikasi.

TRANSTIPO.com, Mamuju – Setelah mengetahui bahwa terdapat sejumlah guru-guru di Sulawesi Barat (Sulbar) yang belum terima tunjangan sertifikasi, Dewan Pendidikan Sulbar lalu sambangi SMA Negeri 1 Mamuju, Rabu, 24 Januari 2018.

Ketua Dewan Pendidikan (DP) Sulbar Ansar Nur Hasanuddin bersama dua anggota DP, yakni Bakhtiar dan Abdul Samad, disambut oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Mamuju Rusman beserta jajarannya di sekolah ini.

Bakhtiar mengatakan, kedatangan kami ke SMA Negeri 1 Mamuju untuk mempertanyakan apakah benar masih ada tunjangan sertifikasi guru yang belum dibayarkan pada triwulan ke-IV 2017.

Disebutkan bahwa, memang masih ada 15 guru di SMA Negeri 1 Mamuju yang mengaku belum dibayarkan tunjangan sertifikasinya.

“Untuk triwulan ke-IV, sebanyak 15 orang guru SMA Negeri 1 Mamuju yang belum dibayarkan sertifikasinya,” kata Bakhtiar.

Mendengar keluhan para guru yang hadir dalam pertemuan itu, Ketua Dewan Pendidikan Sulbar Ansar Nur Hasanuddin berjanji akan langsung mendatangi kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Diknasbud) Sulbar sebagai penanggungjawab persoalan ini.

“Saya bersama anggota lainnya akan mendatanggi Kepala Diknasbud Sulbar untuk membicarakan masalah ini, dan tentu mencarikan solusinya,” kata Ansar Nur Hasanuddin.

Ansar juga mengatakan, tunjangan sertifikasi guru merupakan hak mereka para guru, sehingga sepatutnyalah mereka menerima tunjangan sertifikasi itu.

Dikonfirmasi di ruangan kerjanya, Kepala Bidang Pembinaan Ketenagaan Diknasbud Sulbar Abd. Malik mengatakan, persoalan sertifikasi guru yang belum dibayarkan itu, masalahnya ada beberapa berkas yang belum lengkap sehingga belum dibayarkan.

“Tapi sekarang berkas pencairannya kami sudah masukkan ke biro keuangan, jadi kita tinggal tunggu pencairannya beberapa hari ke depan,” janji Abd. Malik.

Asriani, yang menangani sertifikasi guru juga mengatakan, kemarin itu kita juga sudah tutup buku sehingga pembayarannya kita tunda karena sudah tidak bisa mencairkan.

Namun, sambung Asriani, kami masih punya kas sekitar Rp 3 miliar untuk anggaran 2017 sehingga 65 guru se-Sulbar itu yang belum dibayarkan tetap akan kami banyarkan.

“Kami tetap akan membayarkan tunjangan sertifikasi guru yang belum dibayarkan dengan menggunakan kas anggaran tahun 2017,” kata Asriani, Staf Bidang Pembinaan Ketenagaan Diknasbud Provinsi Sulbar.

Untuk diketahui, sekitar 65 guru se-Sulbar yang belum menerima sertifikasi guru untuk triwulan ke IV dengan nilai keseluruhan sekitar Rp 645 juta.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR