Presiden Joko Widodo (kiri) sedang mengunjungi pengungsi di dekat Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Rabu, 3 Oktober 2018. Rencananya Presiden akan mendatangi sejumlah titik pengungsi di Sulawesi Tengah. (Foto: Biro Pers Setpres)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Rabu, 3 Oktober 2018, pukul 11.20 WITA pagi, Presiden Joko Widodo tiba di Bandara Mutiara Sis Al Jufri, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Pantauan laman ini, Presiden turun dari pesawat CN milik TNI AU. Presiden pakai kemeja putih berlengan yang tergulung. Celana jins biru dan sneakers hitam-putih. Setibanya di Palu, Presiden langsung meninjau rumah sakit darurat di area bandara.

Dari laman facebook Puan Maharani Center disebutkan, Presiden Joko Widodo pagi ini kembali mengunjungi Palu dan Donggala didampingi Menko PMK Puan Maharani, MenPUPR, Mensos dan MenristekDikti, untuk memastikan penanganan evakuasi korban, penanganan medis, perbaikan fasilitas publik dan pemulihan kegiatan ekonomi masyarakat berjalan kembali.

“Yang terpenting dalam situasi pascabencana adalah penanganan cepat!” tegas Presiden, demikian dilansir dari laman resmi Info Seputar Presiden.

“Untuk itu, saya telah menunjuk Bapak Wakil Presiden Jusuf Kalla, untuk memimpin jalannya penanganan bagi para korban gempa dan tsunami di Palu, Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong ini. Saya sendiri, pagi ini kembali datang ke Palu dan mengunjungi sejumlah titik pengungsian, juga meninjau daerah Donggala,” sebut Presiden Jokowi.

Dalam rapat terbatas di Jakarta, kemarin, Presiden Joko Widodo menginstruksikan empat hal.

Pertama, melakukan pencarian korban yang belum ditemukan. Saya minta Kepala Basarnas, dibantu TNI dan Polri, agar menambah personel untuk menjangkau lebih banyak wilayah, masuk ke Donggala, Sigi, dan Parigi Moutong. Kementerian PUPR juga mengerahkan alat-alat berat yang lebih banyak lagi di lokasi bencana.

Kedua, pelayanan medis bagi para korban. Saya instruksikan agar tenda-tenda besar milik kementerian segera dikirimkan ke Palu, Donggala, Parigi Moutong, dan Sigi. Kapal rumah sakit TNI juga segera ke sana.

Ketiga, pemenuhan kebutuhan dasar dan logistik bagi para pengungsi, terutama air bersih dan sarana MCK. Untuk itu, TNI dan Polri harus menjaga agar distribusi logistik betul-betul sampai kepada masyarakat.

Keempat, perbaikan infrastruktur dan layanan umum, terutama fasilitas vital seperti bandara, jalan, listrik, dan penyediaan BBM.

Saat berita ini dibuat, Presiden Joko Widodo bersama rombongan sedang berkeliling mendatangi sejumlah titik-titik pengungsian.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR