Wakil Ketua Mahkamah Partai Golkar Rudi Alfonso (tengah) sedang memimpin jumpa pers seusai pelantikan Mahkamah Partai Golkar, Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2016. (Foto: Robinson)

TRANSTIPO.com, Jakarta – Sore tadi, Sabtu, 15 Oktober 2016, datang sebuah kabar dari Jakarta. Selain kabar yang mengasyikkan, juga disertai kiriman beberapa gambar untuk Portal Berita Online transtipo.com.

Gambar itu ‘mengalir’ melalui WhatsApp pribadi Robinson kepada laman ini. “Kita bersyukur ada putra Sulbar yang masuk jajaran elit Partai Golkar, dan kini beliau itu juga dipercaya sebagai Wakil Ketua Mahkamah Partai Golkar. Pak Kahar Muzakir juga masuk pengurus inti Mahkamah Partai Golkar,” begitu isi WA yang dikirimkan Robinson kepada Sarman SHD—kru laman ini.

Salah satu tokoh Sulbar di Jakarta yang dimaksud Robinson adalah Rudi Alfonso. Lelaki asal Tabulahan, Mamasa, Sulbar, ini sebelumnya pernah tinggal di kota Wina, Austria, Eropa. Di salah satu negara maju di Eropa barat itu, Rudi Alfonso pernah bertugas sebagai kapasitas Kedutaan Besar Republik Indonedia (KBRI) di Austria.

Ketua Umum DPP Partai Partai Golkar Setya Novanto (sedang menandatangani sebuah dokumen partai) seusai Pengambilan Sumpah Hakim Mahkamah Partai Golkar, Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2016. (Foto: Robinson)
Ketua Umum DPP Partai Partai Golkar Setya Novanto (sedang menandatangani sebuah dokumen partai) seusai Pengambilan Sumpah Hakim Mahkamah Partai Golkar, Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2016. (Foto: Robinson)

Belasan tahun yang lalu, lelaki kelahiran Suppirang, Pinrang, Sulsel pada 15 September 1965 ini, masuk pengurus Partai Golkar, hingga ia menduduki Kepala Bidang Hukum dan HAM DPP Partai Golkar sejak Setya Novanto menjadi ketua umum partai berlambang pohon beringin ini.

Pada Rabu, 12 Oktober 2016 di Jakarta, Rudi Alfonso dilantik secara resmi sebagai Wakil Ketua Mahkamah Partai Golkar untuk periode 2016-2019.

Pelantikan Rudi Alfonso, juga Robinson, dikemas dalam acara resmi: Pengambilan Sumpah Hakim Mahkamah Partai Golkar dan Pelantikan Pengurus Pusat Badan Advokasi Partai Golkar Periode 2016-2019, Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2016.

Dikutip dari laman TEMPO.CO, Rabu, 12 Oktober 2016. Mahkamah Partai merupakan benteng terakhir keadilan partai secara internal. Wakil Ketua MPR-RI Hidayat Nur Wahid menyampaikan selamat atas pelantikan Hakim Mahkamah Partai Golkar. Ia berharap pelantikan Hakim Mahkamah Partai Golkar ini akan menjadi angin segar bagi tegaknya marwah partai. Apalagi prosesi pelantikan tersebut dilakukan secara terbuka dan disaksikan berbagai kalangan.

Portal berita online nasional ini menulis, “Dengan dilantiknya Hakim Mahkamah Partai Golkar ini, saya berharap setiap keputusan partai bisa dipatuhi dan ditaati segenap jajaran anggota dan fungsionaris partai. Kedisiplinan dan aturan partai juga bisa ditegakkan,” ujar Hidayat Nur Wahid.

Robinson (jongkok, dua dari kiri) masuk sebagai Pengurus Pusat Badan Advokasi Partai Golkar Periode 2016-2019, Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2016. (Foto: Robinson)
Robinson (jongkok, dua dari kiri) masuk sebagai Pengurus Pusat Badan Advokasi Partai Golkar Periode 2016-2019, Jakarta, Rabu, 12 Oktober 2016. (Foto: Robinson)

Robinson adalah seorang pengacara muda di Jakarta. Jebolan Fakultas Hukum Universitas Jayabaya, Jakarta ini, meninggalkan tempat kelahirannya di kota Mambi sejak ia tamat di SMP Negeri 1 Mambi pada 1996 silam. Robin—sapaannya—kemudian melanjutkan pendidikan lanjutan atas di kota Makassar, Sulsel.

Setelah tamat, ia kemudian hijrah ke Jakarta, mengikuti kakaknya: Rudi Alfonso. Dari Rudilah, Robin bisa mengenal seluk beluk Jakarta, dan kota-kota lainnya di Indonesia.

Bersama Misbachuddin Gasma, Robinson adalah dedengkot penting di kantor pengacara Rudi Alfonso & Partner di Jakarta.

Kini, Robinson sudah punya seorang istri dan telah dikaruniai dua orang anak. Anak muda Mambi yang belum genap 35 tahun ini, terlampau cepat jadi figur penting di jajaran elit Partai Golkar masa kini.

“Tapi itu patut disyukuri. Sebab jika kita tak punya figur yang punya peran luas di Jakarta, maka akan sangat sulit mengapresiasi keluarga yang kebetulan punya urusan pribadi ketika mereka ke Jakarta. Ini ibukota lho, tak gampang manaklukkannya,” kata pemuda Iswar Anwar kepada laman ini.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR