TRANSTIPO.COM, Bogor – Pelaksanaan kegiatan Istigotsah untuk Indonesia Damai, Ngaji Kebangsaan dan Deklarasi “Menangkal Paham Intoleran Radikalisme dan Ekstremisme” oleh Aliansi Dewan Masjid (ADEM) Bogor Raya.

Kegiatan ini dilaksanakan pada 23 Desember 2020 Pukul 14.00 WIB s.d. 16.00 WIB bertempat di Pusdiklat Karya Nyata, Desa Cinagara, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dihadiri para Ulama dan Tokoh Agama di Wilayah Bogor Raya, antara lain: K.H. Abdullah Nawawi (Pimpinan Ponpes Al Minhaj Al Islami Kabupaten Bogor), Habib Novel Bin Kamal Alaydrus (Tokoh Agama Bogor Raya/Ketua Forum Silaturahmi Kebangsaan Lintas Agama Bogor Raya), Habib Muchsin Alattas (Pimpinan Ponpes Riyadunnur/Ketua Majelis Zikir dan Sholawat GP Ansor Kabupaten Bogor), K.H. Abbas Ma’ruf (Pimpinan Ponpes Riyadul Aliyah Bogor/Katib PCNU Kabupaten Bogor), K.H. Hasan Basri (Wakil Rois Syuriah PCNU Kabupaten Bogor), dan K.H. Apip Sholeh (Rois Syuriah MWCNU Caringin, Kabupaten Bogor), yang diikuti 30 0rang Imam Masjid dan Musholla se-Bogor Raya.

Istigotshah Kebangsaan untuk Indonesia Damai, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 23 Desember 2020. (Foto: Ist)

Rilis yang diterima transtipo, dalam pembukaan pada intinya menyampaikan antara lain:

a. Para Kyai dan Santri harus menghindari sifat Hasad yang dapat berdampak pada kegiatan Radikalisme.
b. Musuh kita itu bukan Anak Bangsa yang berbeda Agama, berbeda status sosial maupun berbeda suku dan budaya. Namun musuh kita adalah godaan dari Syaitan. Karena godaan syaitan dapat memunculkan sifat Dengki (Hasad) yang berupaya memisahkan silaturahmi dan persaudaraan antar sesama Manusia. Manusia yang terkena godaan Syaitan dapat terpacu untuk melakukan perbuatan Intoleran dan Radikalisme yang merasa dirinya paling benar dan tidak mau menerima Perbedaan.
c. Salah satu sifat yang harus dihindari dalam Islam adalah Assabiyah yang merasa dirinya paling benar dan paling hebat sehingga cenderung meremehkan dan merendahkan pihak lain yang dianggap berbeda atau bukan bagian dari kelompoknya.
d. Tujuan Utama dari Kehidupan Manusia adalah menjaga sifat saling menghargai dan tolong menolong satu sama lain. Dalam kaitannya dengan Kebangsaan maka sudah seharusnya Umat Islam Indonesia menjaga silaturahmi Persatuan dan Kesatuan bangsa yang menjunjung tinggi Bhinneka Tunggal Ika.
e. Mari kita menyatukan Visi dan Misi bahwa musuh kita bukan Sesama Anak Bangsa baik yang seiman maupun berbeda iman, namun musuh kita adalah Godaan Syaitan yang bisa mendorong timbulnya Sifat Assabiyah yang berpotensi memecah Persatuan dan Kesatuan bangsa.

K.H. Abbas Ma’ruf (Pimpinan Ponpes Riyadul Aliyah Bogor/Katib PCNU Kabupaten Bogor) dalam sambutannya mengatakan, antara lain:

a. Mengacu kepada Hadits Rasulullah SAW bahwa umat Islam Wajib menebarkan keselamatan dan kesejahteraan antar umat Manusia.
b. Di dalam Islam Persaudaraan terbagi atas Persaudaraan Sesama Muslim (Ukhuwah Islamiyah), Persaudaraan Sesama Bangsa (Ukhuwah Wathoniyah), dan Persaudaraan antar sesama Umat Manusia (Ukhuwah Insaniyah).
c. Sudah menjadi kewajiban Umat Islam Indonesia untuk menjunjung tinggi persaudaraan antar anak bangsa dan menjaga Persatuan dan Kesatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan memegang teguh semangat Bhinneka Tunggal Ika.

Istigotshah Kebangsaan untuk Indonesia Damai dilaksanakan oleh ADEM Bogor Raya, Jawa Barat, Rabu, 23 Desember 2020. (Foto: Ist)

Habib Novel Bin Kamal Alaydrus (Tokoh Agama Kabupaten Bogor/Ketua Forum Silaturahmi Kebangsaan Lintas Agama Bogor Raya), dalam penyampaian Materi Ngaji Kebangsaan pada intinya, antara lain:

a. Umat Islam Indonesia harus menjunjung tinggi Silaturahmi dan Persaudaraan yang bersendikan Semangat Persatuan dan Kesatuan Indonesia yang memegang Prinsip Bhinneka Tunggal Ika.
b. Indonesia adalah Negara yang kaya akan keberagaman, Menghormati dan Bersaudara dengan sesama anak bangsa yang berbeda keyakinan beragama bukan berarti kita mengikuti keyakinan atau kebiasaan mereka namun sebagai sesama Anak Bangsa wajib saling menghormati dan menghargai satu sama lain demi menjaga kedamaian.
c. Umat Islam Indonesia harus menghindari sikap Fanatik Sempit yang merasa kelompoknya paling benar dan memandang pihak lain diluar kelompoknya adalah pihak yang salah.
d. Di dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara di Indonesia kita mengenal Empat Pilar kebangsaan yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Keempat pilar tersebut harus selalu kita jaga dan kawal bersama karena bentuk Negara Sudah Final dan harus dipatuhi oleh Umat Islam seluruh Indonesia.
e. Para Imam Masjid dan Imam Musholla berperan penting dalam menyampaikan ajaran Islam yang damai dan menjunjung tinggi Persaudaraan di dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia untuk mencegah timbulnya aktivitas atau gerakan Radikalisme Ekstremisme di kalangan masyarakat.

Kemudian pembacaan pernyataan sikap dan Deklarasi oleh para Ulama dan Imam Masjid, sebagai berikut:

i. Kami berpegang teguh pada posisi bermasyarakat, berbangsa dan ber Negara Kesatuan Republik Indonesia, yaitu Pancasila sebagai Ideologi dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dan Semangat Bhinneka Tunggal Ika;

ii. Kami bertekad mempersiapkan dan membentuk generasi muda yang memiliki jiwa Nasionalisme yang kuat, demokratis, jujur, berkeadilan dengan menjunjung tinggi nilai nilai, etika Akhlaqul Karimah, Hak Asasi Manusia, Kemajemukan, Kerukunan, Persatuan dan Kesatuan bangsa yang berwawasan Nusantara;

iii. Kami Menolak Organisasi dan aktivitas yang berorientasi dan/atau berafiliasi dengan gerakan Radikalisme, Terorisme, dan/atau Organisasi Kemasyarakatan/Organisasi Politik yang bertentangan dengan Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, dan Peraturan Perundang-Undangan;

iv. Kami mengajak seluruh komponen bangsa untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran paham dan / atau gerakan Radikalisme, Terorisme, Ekstrimisme, dan / atau Ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945;

v. Kami mengajak kepada seluruh Ulama Santri untuk senantiasa menebar Nilai Islam Ahli Sunnah Wal Jamaah Asya Ariyyah Maturidiyyah Wannahdiyyah yang Rahmatan Lil Alamin;

vi. Kami menyatakan bahwa Tindakan Radikalisme dan Ekstrimisme tidak sesuai dengan ajaran Islam;

vii. Kami Segenap Imam Masjid dan Musholla Siap Sinergi Bersama TNI Polri Untuk Menjaga Keutuhan Kedamaian NKRI.

SARMAN SAHUDING

TINGGALKAN KOMENTAR