Capres #01 Jokowi dan istrinya Iriana tiba di Bandara Internasional Banyuwangi, Jawa Timur, Senin, 24 Maret 2019 pukul 08.50 WIB. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.com, Banyuwangi – Capres #01 Jokowi dan istrinya Iriana tiba di Bandara Internasional Banyuwangi, Senin, 24 Maret 2019 pukul 08.50 WIB. Di bandara, Jokowi dan Iriana menikmati keindahan dari bandara tersebut.

Jokowi tiba di Banyuwangi untuk memulai kampanyenya. Sepanjang jalan masyarakat mengelu-elukan capres #01 tersebut.

Modal Saya Hanyalah Kepercayaan

Jokowi… Jokowi… Jokowi… tak henti-hentinya teriakan nama itu disebut oleh warga menyambut kedatangan Capres #01 Jokowi di acara Ngobrol Inspiratif di Gesibu Blambangan, Banyuwangi pada Senin, 24 Maret 2019.

Modal yang dimiliki Jokowi menjadi pengusaha yang berhasil hanyalah modal kepercayaan, tidak lebih dari itu. Pesan ini disampaikannya untuk memberi semangat kepada anak-anak muda yang ada di hadapannya.

“Anak muda sering mengeluhkan kesulitan modal untuk berusaha. Modal yang saya miliki adalah kepercayaan,” kata Jokowi.

Memulai dunia usaha, baginya merupak sesuatu yang baru setelah bekerja di Aceh selama 2,5 tahun. Tahun pertama, ia menjual produk furnitur di tingkat lokal. Tahun kedua, ia berhasil menguasai pasar nasional. Baru pada tahun ketiga, usahanya mulai memasuki pasar ekspor.

“Ekspor pun dalam 3 bulan baru satu kontainer,” ucapnya mengenang ekspor perdananya.

Tapi Jokowi tidak pernah menyerah, di tahun berikutnya, ia mengikuti pameran di Singapura. Di sinilah loncatan usahanya terjadi.

“Satu bulan 18 kontainer. Saya bingung, tapi saya terima dulu,” tuturnya.

Setelah selesai mengikuti pameran, ia pun pulang ke Solo. Senang bercampur bingung karena selama ini tidak pernah mengirim produk furnitur ke luar negeri sebanyak itu. “Satu bulan hanya sepertiga kontainer,” ucap Jokowi.

Tapi Jokowi kembali menunjukkan artinya kepercayaan, order 18 kontainer pun dibagi kepada rekan-rekannya. “Akhirnya dibagi-bagi, dapat 12 kontainer, sisanya terlambat 6 kontainer, tidak apa-apa karena saya jelaskan alasannya,” kata Jokowi.

Loncatan seperti ini memang menimbulkan risiko, tapi kita harus berani mengambil risiko dengan penuh perhitungan.

Risiko itu pula yang diambilnya untuk memasuki dunia politik. Niatnya hanya satu, membangun kota kebanggaannya, Solo menjadi kota yang maju sejajar dengan kota maju lainnya di dunia dan juga memiliki masyarakat yang sejahtera.

Namun usahanya tidak mudah, tahun 2005 masuk ke dunia politik, untuk bersaing menjadi wali kota Solo. Saat itu ada 4 kandidat, petahana, ketua kadin, pengusaha terkenal, dan dirinya.

“Tidak ada orang yang tahu nama saya di Solo saat itu,” ucapnya.

Dalam mempublikasikan dirinya, Jokowi hanya menyampaikan apa adanya. “Saya sampaikan apa yang harus saya sampaikan, saya lakukan door to door kampanye,” ujarnya.

Kembali ia mengingatkan, modal yang dimiliki hanyalah kepercayaan. Dengan modal itulah ia berhasil memenangi pemilihan wali kota.

Kepada anak-anak muda yang hadir, Jokowi mengingatkan jangan bosan untuk memanfaatkan peluang yang ada.

“Peluangnya banyak, tapi memerlukan kerja keras dan kreatif. Peluang ada di sini karena banyak produk tradisional, rasa enak, tapi kemasan kurang baik, merek kurang baik,” kata Jokowi.

Itulah peluang anak-anak muda, kreatif dan inovatif syaratnya.

Di akhir pengantarnya, Jokowi mengingatkan agar pada 17 April nanti, mengajak datang ke TPS berbondong-bondong, ajak semua ke TPS untuk menggunakan hak pilih.

“Jangan lupa pilih yang bajunya putih, karena putih adalah kita. Kita ingin semua ke TPS berbaju putih semua,” kata Jokowi.

Anak Muda Harus Miliki Semangat

Ibu Suherman, 80 tahun, membuat selendang berwarna merah putih dan selendang buatannya itu ia kalungkan kepada Capres #01 Jokowi dan istrinya Iriana di Banyuwangi, Jawa Timur, Senin, 24 Maret 2019. (Foto: Istimewa)

Ketika Capres #01 Jokowi tengah berbicara di hadapan anak muda, seorang ibu berjalan ke depan. “Kenapa Bu,” tanya Jokowi di acara Ngobrol Inspiratif di Gesibu Blambangan, Banyuwangi pada Senin, 24 Maret 2019.

Ibu yang kemudian diketahui bernama Suherman dan telah berumur 80 tahun, menyebutkan bahwa ia menitipkan Indonesia pada Jokowi.

“Saya titipkan Indonesia kepada anak-anak muda termasuk ananda Jokowi, supaya Indonesia tetap jaya,” kata Ibu Suherman.

Ibu Suherman yang juga istri dari legiun veteran, bercerita kalau ia semalaman membuat seledang berwarna merah putih. Selendang itu ia hadiahkan untuk Jokowi.

“Saya rajut sendiri, saya buat dengan tangan saya sendiri. Saya titip merah putih ke ananda Jokowi,” ucap Ibu Suherman.

Ia pun mengalungkannya pada Jokowi, setelahnya ia memekikkan kemerdekaan. “Merdeka… merdeka,” teriaknya.

Jokowi pun memuji semangat dari Ibu Suherman. “Kalau Ibu Suherman umurnya 80 tahun, semangatnya seperti itu, kalau yang muda-muda sampai kalah semangatnya. Malu kita,” kata Jokowi.

Setelah Puluhan Tahun Mangkrak, Waduk Bajulmati di Banyuwangi Beroperasi

Pembangunan infrastruktur di Banyuwangi terus berjalan. Waduk Bajulmati yang lama mangkrak sudah selesai, dan mengairi 1.800 hektar sawah petani serta menciptakan 600 hektar sawah baru.

“Sudah lihat Waduk Bajulmati semuanya? Saya belum, tapi nanti akan kita lihat,” kata Capres 01 di hadapan pendukungnya di Taman Alun-Alun Blambangan Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Senin 24 Maret 2019.

Jokowi pun menyebut akses ke Taman Nasional Alas Purwo yang telah selesai dibangun, sehingga kunjungan wisawatan melonjak tingggi.

“Siapa yang bilang jalannya enggak baik, silakan maju,” tantang Jokowi. Simpatisannya pun berteriak riuh, mendukung Jokowi.

Terakhir Jokowi menyampaikan bahwa industri kereta terbesar di Indonesia akan hadir di Banyuwangi dan akan menyerap ribuan tenaga kerja.

“Dan sebentar lagi jalan tol Trans Jawa akan sambung ke Banyuwangi,” kata Jokowi, demikian rilis yang diterima laman ini.

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR