Di Istana Merdeka, ki-ka: KH Ma’ruf Amin, Presiden Joko Widodo, dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, dan KH Kafabih Mahrus Ali. (Foto: Biro Pers Setpres)

TRANSTIPO.com, Jakarta – Zikir dan doa untuk bangsa yang dilaksanakan di halaman depan Istana Merdeka pada semalam, Rabu, 1 Agustus, adalah kegiatan awal untuk memeringati HUT Kemerdekaan ke-73 RI.

Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla serta sejumlah Ulama menghadiri acara ini.

Kepala Negara tiba di halaman depan Istana Merdeka sekitar pukul 19.39 WIB. Joko Widodo tampak mengenakan baju koko dibalut jas hitam, sarung, dan peci hitam.

“Semoga dengan Zikir dan Doa yang kita lakukan pada malam hari ini (Rabu malam, red) dan ini menjadi tradisi. Setiap 1 Agustus setiap tahun akan terus dilakukan zikir dan doa untuk mengucapkan syukur atas rahmat yang diberikan Allah pada bangsa kita Indonesia yaitu kemerdekaan,” ujar Presiden saat memberikan sambutannya.

Lebih jauh, Presiden Joko Widodo juga meminta agar semangat persaudaraan ini terus dipelihara dalam pesta demokrasi yang akan menghampiri Indonesia beberapa waktu mendatang.

Perbedaan pandangan dan pilihan merupakan hal lumrah dalam sebuah negara demokrasi. Namun, jangan sampai hal itu malah menumbuhkan bibit-bibit perpecahan.

“Jangan sampai karena perbedaan pilihan kita menjadi retak dan tidak saling menyapa antarsaudara, antartetangga, dan antarkampung. Jangan sampai sesama umat Muslim saling menjelekkan, mencemooh, dan saling mencela,” kata Presiden.

Di hadapan ribuan umat Muslim di halaman kantor Kepresidenan itu, Presiden Joko Widodo, “Aset terbesar bangsa ini adalah persatuan, kerukunan, persaudaraan. Inilah yang harus terus kita jaga.”

Untuk diketahui, tradisi Zikir Kebangsaan bersama para Ulama di Istana Kepresidenan ini dilakukan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla sejak tahun 2017 lalu.

Dalam rilis Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden disebutkan, Zikir Kebangsaan ini dihadiri ratusan ulama dan ribuan santri yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Beberapa ulama yang hadir dalam zikir kebangsaan malam ini di antaranya, Kiai Haji Ma’ruf Amin (Ketua MUI), Kiai Haji Mustofa Said Aqil Siradj (Ketua Majelis Hubbul Wathon), Kiai Haji Maimun Zubair (sesepuh NU), dan Kiai Haji Kafabih Mahrus Ali (dari Pesantren Lirboyo Kediri).

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR