Capres Jokowi saat tiba di Kota Kupang, NTT, Senin, 8 April 2019. (Foto: Istimewa)
Jokowi dan Iriana Jokowi saat berada di Kota Kupang, NTT, Senin, 8 April 2019. (Foto: Istimewa)

TRANSTIPO.com, Kupang – Air merupakan kunci pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Oleh karenanya tidaklah heran jika di NTT dibangun tujuh bendungan.

Hal ini disampaikan Calon Presiden nomor urut #01 Joko Wododo (Jokowi) ketika berkampanye di Lapangan Bola Lasiana, Jln. Timor Raya, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Senin, 8 April 2019.

“Di tempat lain hanya dua, tiga bendungan. Di sini tujuh bendungan,” kata Jokowi.

Upaya pembangunan bendungan itu adalah untuk mengatasi sulitnya air, termasuk untuk bercocok tanam.

“Dengan air bisa bercocok tanam, tanam padi, tanam singkong,” tutur Jokowi.

Capres Jokowi kampanye di Kota Kupang, NTT, Senin, 8 April 2019. (Foto: Istimewa)

Tujuh bendungan itu adalah Raknamo berada di Kabupaten Kupang, Rotiklot (Belu), Napun Gete (Sikka), Temef (Timor Tengah Selatan), Manikin (Kabupaten Kupang), Mbay (Nagekeo), dan Kolhua (Kota Kupang).

Dalam orasinya itu, Jokowi mengingatkan sewaktu pemilihan presiden 2014, ia yang berpasangan dengan Jusuf Kalla mendapat 66 persen.

Melihat animo simpatisan yang menghadiri kampanyenya hari ini, Jokowi yakin akan mendulang 80 persen, demikian rilis dari TKN Jokowi-Ma’ruf Amin di Kota Kupang, NTT.

“Saya yakin minimal 80 persen. Minimal loh ya, bisa 85 persen boleh, 90 persen boleh, 95 persen boleh,” ucap Jokowi yang disambut teriakan “setujuu….”

SARMAN SHD

TINGGALKAN KOMENTAR