Ilustrasi—tumpukan sampah plastik yang ada di pinggir laut. (Foto: Net.)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) Parman Parakkasi mengatakan, tahun 2019 Dinas DKP punya kegiatan khusus dalam hal pengawasan sumberdaya (SD) kelautan dan perikanan.

Hal itu dikatakan Parman kepada sejumlah wartawan di Kantor Gubernur Sulbar pada Kamis, 17 Januari 2019.

Di samping dari fisiknya, sebut Parman Parakkasi, kita juga akan bangun posko-posko pengawasan pada area yang kami anggap rentan terhadap pelanggaran pelanggaran terhadap pemanfaatan sumberdaya kelautan dan perikanan.

Pembangunan posko yang dimaksud Parman adalah di kawasan pulau-pulau di Kabupaten Polewali Mandar (Polman). Sebab menurutnya, berdasarkan fakta di lapangan menunjukkan masih ada aktifitas yang tidak ramah lingkungan dalam mengelolah sumberdaya kelautan dan perikanan.

“Kita ingin menyadarkan seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga lingkungan laut di mana selama ini monster yang paling ditakuti yaitu sampah, terutama sampah plastik yang kerap dibuang ke laut.

Jika ini tidak diseriusi untuk ditindaki, sebutnya, maka bisa jadi ke depan laut kita tidak bisa lagi dimanfaatkan.

“Alasan saya mengatakan demikian karena ternyata sampah, terutama sampah plastik, dari 300 juta ton pertahun plastik yang diproduksi di muka bumi ini, 8 juta ton itu masuk ke perairan laut,” ujarnya.

Akibatnya, ungkapnya, setiap tahun sampah-sampah itu bertambah dan tidak ada upaya untuk menjaga dan membersihkan laut dari sampah.

“Maka bukan lagi ikan yang kita akan dapat melainkan plastik-palstik. Ini menjadi ancaman di seluruh dunia, bukan hanya di Indonesia,” jelas Parman.

ARISMAN SAPUTRA

TINGGALKAN KOMENTAR