Ki-Ka: Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar dr. H. Achmad Azis, Wagub Sulbar Hj. Enny Anggraeni Anwar, dan Sekretaris MUI Provinsi Sulsel saat menjadi pemateri dalam kegiatan Sosialisasi Kampanye Imunisasi MR di Aula Hotel Matos & Convention, Selasa, 28 Agustus 2018. (Foto: Dinas Kominfo Sulbar)

TRANSTIPO.com, Mamuju – Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Wagub Sulbar) Hj. Enny Anggraeni Anwar mengajak seluruh masyarakat, khususnya para orang tua yang memiliki anak usia 9 bulan sampai 15 tahun untuk mendukung pelaksanaan imunisasi Measles Rubella (MR) atau penyakit Campak Rubella, demi menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.

“Kita berkewajiban untuk memberikan hak anak untuk mendapatkan imunisasi dasar pada bayi dan imunisasi lanjutan pada masa kanak-kanak hingga dewasa, serta imunisasi tambahan untuk menutup kesenjangan antibodi yang ada di masyarakat, mencegah kejadian luar biasa,” kata Wagub Sulbar Hj. Enny Anggraeni Anwar saat membuka sosialisasi kampanye imunisasi MR di Aula Hotel Matos & Convention, Selasa, 28 Agustus 2018.

Enny mengatakan, dalam Undang-undang Nomor 23 tahun 2014 pasal 18 mengenai Pemerintahan Daerah, dijelaskan bahwa Pemerintah Daerah harus memprioritaskan urusan wajib pemerintah yang berkaitan dengan pelayanan dasar, dimana salah satunya adalah kesehatan, dengan berpedoman pada standar pelayanan minimal yang ditetapkan pemerintah.

“Kita pahami bersama bahwa imunisasi adalah salah satu program nasional dan masuk kedalam standar pelayanan minimal yang harus dilaksanakan pemerintah daerah,” ucap Enny.

Masih kata Enny, melaui kampanye MR kekebalan masyarakat terhadap penyakit Campak dan Rubella akan meningkat, sehingga penularan penyakit dapat dibatasi dan kejadian terhadap penyakit tersebut dapat menurun, serta cacat bawaan pada bayi yang baru lahir juga menurun.Agar kampanye MR  memberikan hasil yang optimal, maka cakupan imunisasi rutin harus di atas 95 persen.

Disebutkan, program imunisasi di Indonesia saat ini telah memberikan perlindungan terhadap beberapa penyakit berbahaya, seperti tuberkulosis berat, campak, difteri, batuk rejan, tetanus, polio, hepatitis B, meningitis dan pneumonia.

Wagub Sulbar Hj. Enny Anggraeni Anwar (kiri) saat hadir pada kegiatan Sosialisasi Kampanye Imunisasi MR di Aula Hotel Matos & Convention, Selasa, 28 Agustus 2018. (Foto: Dinas Kominfo Sulbar)

“Kita terus berupaya membebaskan Indonesia dari berbagai penyakit lainnya termasuk eliminasi campak dan mengendalikan penyakit Rubella di tahun 2020,” ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sulbar dr. H. Achmad Azis menyampaikan, kegiatan tersebut dilakukan untuk menjawab beberapa permasalahan yang dihadapai selama melakukan kampenye imunisasi MR, seperti adanya isu halal atau haram, pemberitaan kasus-kasus KIPI dan hoax tentang konspirasi kandungan vaksin.

Namun untuk menghadapi permasalahan tersebut, Achmad Azis menyatakan akan melakukan beberapa strategi untuk mencapai target dalam pelaksanaan kampanye MR seperti, advokasi ke pimpinan daerah, dukungan dari lintas sektor dan lintas program terkait, strategi komunikasi, penyiapan mecroplanning yang baik dan komitmen pimpinan dan petugas kesehatan yang tinggi.

Melalui forum itu, Azis membeberkan capaian pelaksanaan kampanye MR untuk di provinsi wilayah Pulau Sulawesi, di antaranya Provinsi Gorontalo sudah mencapai 44,01 persen, Sulawesi Utara 49,36 persen, Sulawesi Tengah 43,40 persen, Sulawesi Barat 37,1 persen, Sulawesi Selatan 32,86 persen dan Sulawesi Tenggara 31,88 persen.

Sedangkan capaian per kabupaten se-Sulbar, sampai 27 Agustus yaitu, Mamuju 30,5 persen, Majene 39,5 persen, Polewali Mandar 30,4 persen, Mamasa 45 persen, Pasangkayu 41,5 persen dan Mamuju Tengah 52,7 persen.

“Pelaksanaan kampanye MR fase ke II itu telah berlangsung sejak 1 Agustus di 28 Provinsi luar pulau Jawa termasuk Sulbar dan keseluruhannya direncanakan menjangkau sekitar 31 juta anak,” sebut Achmad Azis. Advertorial

DINAS KOMINFO SULBAR

TINGGALKAN KOMENTAR